SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Lokal untuk Program MBG

Inti berita

Lingkar.co - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah diwajibkan menyerap telur dan daging ayam dari peternak lokal sebagai bagian dari…

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Lokal untuk Program MBG
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat penandatanganan kesepakatan penyerapan telur dari peternak lokal untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Semarang. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah diwajibkan menyerap telur dan daging ayam dari peternak lokal sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan tersebut tertuang dalam dokumen Komitmen Bersama Penyerapan Telur dan Daging Ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis yang ditandatangani Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Gizi Nasional (BGN), asosiasi peternak, serta koperasi peternak dalam rapat koordinasi lanjutan di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (19/6/2026).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan seluruh SPPG di wilayahnya wajib mematuhi kesepakatan tersebut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Itu sudah ada kesepakatan, maka SPPG yang ada di Jawa Tengah harus menaati ini," kata Taj Yasin di sela kegiatan.

Dalam kesepakatan tersebut terdapat tiga poin utama. Pertama, menu MBG di Jawa Tengah akan memasukkan telur dan daging ayam masing-masing sebanyak dua kali dalam satu pekan.

Kedua, asosiasi dan koperasi peternak ayam petelur maupun ayam pedaging berkomitmen menyediakan pasokan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan dan mengirimkannya langsung ke dapur mitra SPPG.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ketiga, pembelian bahan pangan dilakukan langsung kepada asosiasi atau koperasi peternak rakyat Jawa Tengah dengan harga yang telah disepakati, yakni telur Rp26.000 per kilogram dan daging ayam karkas Rp35.000 per kilogram atau setara Rp20.000 per kilogram berat hidup.

Taj Yasin yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Jawa Tengah menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan program MBG agar lebih terarah, khususnya dalam pengaturan menu dan rantai pasok bahan pangan.

"SPPG yang ada di Jawa Tengah harus membeli pasokan makanan itu dari Jawa Tengah, baik yang dikelola koperasi maupun asosiasi," kata pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menambahkan pengaturan harga dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus melindungi peternak lokal dari fluktuasi harga yang merugikan.

"Bukan hanya yang disetorkan ke SPPG saja, tetapi kami juga melindungi harga telur maupun ayam yang ada di Jateng. Salah satunya SPPG ini harus membeli dari asosiasi ataupun koperasi yang ada di Jateng," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk menyeragamkan pelaksanaan menu MBG di seluruh SPPG di Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurutnya, hasil komitmen bersama itu akan diteruskan kepada satuan tugas percepatan MBG di tingkat kabupaten/kota serta seluruh pengelola SPPG untuk memastikan implementasinya berjalan sesuai ketentuan.

"Dengan adanya komitmen bersama ini, kita sampaikan kepada seluruh SPPG dan yayasan mitra bahwa minimal dua kali menu per minggu menggunakan telur dan daging ayam," katanya.

Di sisi lain, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah, Suwardi, menyambut baik kesepakatan tersebut karena dinilai memberikan kepastian pasar bagi peternak rakyat.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurutnya, jika seluruh dapur MBG di Jawa Tengah menerapkan menu telur dua kali setiap pekan, maka potensi penyerapan telur bisa mencapai sekitar 1.050 ton per minggu.

"Kalau seluruh dapur di Jawa Tengah menggunakan telur dua kali dalam seminggu, diperkirakan terserap sekitar 1.050 ton per minggu," katanya.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu