TPA Darupono Kembali Overload, Mobil Pengangkut Sampah Antre

Antrean mobil pengangkut sampah di TPA Darupono Kaliwungu Kendal. Foto: Yoedhi/Lingkar.co
Antrean mobil pengangkut sampah di TPA Darupono Kaliwungu Kendal. Foto: Yoedhi/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Darupono di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal, kembali mengalami overload setelah dilakukan penataan beberapa waktu lalu.

Tumpukan sampah yang masuk lebih banyak dibanding kondisi lahan TPA yang tersedia. Alhasil, sampah menumpuk di sisi utara TPA.

TPA itu sebelumnya juga mengalami overload di sisi sebelah barat. Setelah dilakukan penataan, TPA kembali normal.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pantauan di lokasi, sejumlah sopir pick up hingga truk yang memuat sampah telah mengantre sejak pukul 09:00 WIB. Antrean terus mengular hingga mencapai depan pintu masuk ke TPA Darupono.

"Iya harus antre karena di sini sudah overload," kata salah satu sopir, Akhmad ditemui di sela antrean, Senin (10/11/2025).

Akhmad menuturkan, kondisi ini terjadi sekitar 2 bulan lalu. Di titik yang mengalami overload itu, beberapa waktu lalu digunakan untuk upacara HUT kemerdekaan RI.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Akhmad tak menyangka, timbunan sampah muncul begitu cepat dan membuat petugas harus bekerja ekstra.

"Ini kemarin kita upacara di sini, sudah kita bersihkan. Ini overload lagi," sambungnya.

Pengurus Paguyuban TPA Darupono, Lilik Aristyani mengatakan akibat overload itu membuat jadwal pembuangan sampah ke TPA diberlakukan sistem buka tutup.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pemberlakuan itu dilakukan sejak Kamis (6/11/2025). Sedangkan untuk hari Sabtu - Minggu, TPA ditutup untuk penataan ulang sampah.

"Atas perintah dari Dinas Lingkungan Hidup, alasannya untuk penataan karena sudah overload," ujarnya.

Dia menuturkan, terdapat sekitar 50 armada pengangkut sampah yang setiap hari keluar masuk ke TPA Darupono dengan rerata 1,5 ton sampah per armada.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Ada yang pakai tossa, pick up, ada yang pakai truk juga," sambungnya.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Kendal bisa menambah alat berat untuk mempercepat proses penataan.

"Memang kemarin sudah ada tambahan bulldozer, tapi itu masih kurang. Karena ada ekskavator yang sudah rusak jadi tidak bisa digunakan," tandasnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: Yoedhi W

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu