Iklan

Waspada Kebakaran, Warga Pati Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan

Inti berita

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun sisa tanaman tebu setelah panen secara sembarangan…

Petugas memadamkan kebakaran di Pati. Foto: Istimewa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun sisa tanaman tebu setelah panen secara sembarangan selama musim kemarau. Selain berpotensi memicu kebakaran, penggunaan air untuk pemadaman juga dapat mengurangi persediaan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Budi Martinus, mengatakan puluhan desa masih mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air bersih secara rutin. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air harus dijaga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

"Hingga kini tercatat puluhan desa yang terdampak kekeringan selama musim kemarau sehingga setiap hari membutuhkan air bersih. Jika ada warga yang membakar sampah atau lahan untuk kepentingan pribadi, kemudian memicu kebakaran yang harus dipadamkan, tentu sangat disayangkan karena menguras persediaan air bersih," kata Budi, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, sejumlah kebakaran di Pati dipicu kelalaian warga saat membakar sampah tanpa pengawasan hingga api merembet ke benda atau lahan di sekitarnya. Risiko serupa juga muncul ketika petani membakar sisa tanaman tebu setelah panen tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan yang kering.

Budi menyebutkan, BPBD Pati telah mencatat sekitar 50 kasus kebakaran lahan hingga saat ini. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dan memahami bahwa air untuk memadamkan kebakaran juga dibutuhkan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kami mencatat hingga saat ini ada sekitar 50 kasus kebakaran lahan. Oleh karena itu, warga perlu memahami bahwa pada musim kemarau seperti sekarang, kita perlu bersama-sama menghemat penggunaan air," ujarnya.

Kebakaran Melanda Sejumlah Wilayah

Pada pekan ini, kebakaran dilaporkan terjadi di lahan tebu dan kawasan hutan di Kecamatan Tlogowungu. Sementara itu, di Kecamatan Juwana, kebakaran melanda gudang barang rongsokan, lahan milik warga, serta rumpun bambu pada Kamis (8/10) malam.

Budi menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan api. Pembakaran sampah tanpa pengawasan maupun pembakaran lahan berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan membutuhkan penanganan petugas.

BPBD Pati mengimbau warga menghindari pembakaran sampah dan lahan selama musim kemarau. Apabila pembakaran tidak dapat dihindari, masyarakat diminta memastikan api tetap terkendali serta tidak merembet dan membahayakan lingkungan sekitar.

Berdasarkan data BPBD Pati pada awal Oktober 2026, kekeringan telah melanda 62 desa yang tersebar di enam kecamatan. Warga di wilayah tersebut masih membutuhkan pasokan air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Dapatkan notifikasi di perangkat Anda setiap ada berita baru di Peristiwa.

Komentar

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu