Lantik 54 CPNS, Ini Pesan Bupati Rembang

Lingkar.co – Bupati Rembang Harno resmi melantik 54 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang di Aula Lantai 4 Sekretariat Daerah (Setda) Rembang, Jumat (2/5/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Harno menyampaikan selamat kepada para CPNS yang telah melalui berbagai tahapan seleksi dengan penuh dedikasi. Ia menekankan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat.

“Proses yang Saudara lalui tentu tidak mudah. Tapi saya tegaskan, keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai abdi negara,” ujar Bupati Rembang.

Lebih lanjut, Bupati Harno menyampaikan tiga pesan penting kepada para CPNS. Pertama, menanamkan semangat pengabdian sejak hari pertama bertugas. Kedua, menjaga integritas dan tanggung jawab sebagai pemegang amanah publik. Ketiga, terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam meningkatkan pelayanan digital kepada masyarakat.

“Saudara adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Maka, mari kita bangun pemerintahan yang responsif dan berpihak pada rakyat,” tegas Bupati Rembang.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2024, Kabupaten Rembang memperoleh 58 formasi CPNS. Dengan pelantikan 54 CPNS hari ini, terdapat empat formasi yang belum terisi.

“54 peserta dinyatakan lulus, sehingga sisa formasi CPNS tahun 2024 yang tidak terisi adalah empat formasi,” jelasnya.

Salah satu CPNS yang dilantik, Dewi Rizqiana Annafi’, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. Ia juga mengapresiasi program beasiswa perguruan tinggi dari Pemerintah Kabupaten Rembang yang telah membantunya hingga berhasil diangkat sebagai CPNS.

Menurut CPNS yang akan bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut, pendidikan tinggi yang ia peroleh melalui program beasiswa telah membuka jalan menuju karier yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dari awal mengikuti tes seleksi CPNS sampai saat ini (pelantikan) sebenarnya tidak menyangka. Apalagi dulu saya kuliah dengan beasiswa Pemkab Rembang, alhamdulillah bisa mengabdi dan bermanfaat bagi Kabupaten Rembang juga,” pungkasnya. (*)

Inflasi Jabar Tembus 1,01 Persen pada April 2025, Diskon Tarif Listrik Dihentikan Jadi Pemicu

Lingkar.co – Tarif listrik kembali menjadi penyumbang inflasi di Jawa Barat. Dihilangkannya diskon tarif Listrik pascabayar mengakibatkan April 2025 terjadi inflasi sebesar 1,01 persen secara month to month di Jawa Barat.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus mengatakan inflasi tahun ke tahun atau (year on year) sebesar 1,67 persen, sementara secara tahun kalender (year to date) Januari-April 2025 sebesar 1,30 persen.

Menurut kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi tertinggi yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,31 persen dengan andil inflasi sebesar 1,01 persen. Sementara yang mengalami deflasi tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,36 persen dengan andil deflasi sebesar 0,12 persen.

“Komoditas yang menyumbangkan inflasi yaitu tarif listrik sebesar 0,99 persen, emas perhiasan sebesar 0,15 persen, bawang merah dan tomat masing-masing sebesar 0,05 persen,” ujarnya pada rilis Berita Resmi Statistik di Aula Kantor BPS Provinsi Jawa Barat Jumat, (02/05/2025).

Darwis menambahkan yang menyumbang deflasi yaitu cabai rawit sebesar 0,1 persen, telur ayam ras dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,07 persen, dan bensin sebesar 0,03 persen.

Baca Juga: Jawa Barat Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Dari pantauan 10 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, seluruhnya mengalami inflasi secara bulanan pada April 2025. Kabupaten Majalengka mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,36 persen, diikuti Kota Depok sebesar 1,20 persen, Kota Sukabumi sebesar 1,13 persen, dan Kota Bogor sebesar 1,07 persen.

Sementara itu Kabupaten Bandung inflasi sebesar 0,87 persen, Kabupaten Subang sebesar 0,74 persen, Kota Bandung sebesar 0,97 persen, Kota Bekasi sebesar 1,04 persen dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,89 persen. Yang mengalami inflasi terendah yaitu Kota Cirebon sebesar 0,70 persen.

Sementara itu Nilai Tukar Petani (NTP). April 2025 secara month to month NTP sebesar 112,03, mengalami penurunan 0,95 persen dibandingkan Maret 2025.

“Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani sebesar 136,24 turun 0,40 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani sebesar 121,61 atau naik 0,55 persen dibandingkan Maret 2025”, jelas Darwis.

Data lainnya hasil pengamatan BPS, rata-rata harga beras di penggilingan April 2025 seharga 12.888 rupiah atau turun secara month to month sebesar 2,61 persen, dan secara year on year juga mengalami penurunan sebesar 1,50 persen.

Menurut jenis berasnya, rata-rata harga beras premium seharga 13.126 rupiah, turun secara month month sebesar 2,41 persen. Beras medium seharga 12.618 rupiah, turun sebesar 2,84 persen secara month to month, dan juga turun secara year on year sebesar 3,13 persen.

Peringati Hardiknas, Pemkab Pati Luncurkan Tagline Garuda

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati meluncurkan tagline pendidikan Pati, yaitu GARUDA (Generasi Adaptif, Rajin, Unggul, dan Berdaya Saing). Tagline tersebut resmi diluncurkan saat Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025.

Upacara yang digelar di Stadion Joyokusumo pada Jumat (2/5/2025) itu diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMP hingga SMA sederajat dari seluruh penjuru Kabupaten Pati.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda dan tokoh penting Kabupaten Pati, di antaranya Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim, Kajari Pati, hingga Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah.

Dalam keterangannya, Bupati Pati Sudewo menjelaskan bahwa tagline ini bukan sekadar semboyan, tetapi fondasi dari sebuah gerakan masif untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Pati secara menyeluruh.

“Hardiknas tahun ini kami jadikan tonggak sejarah kebangkitan dan kemajuan pendidikan Kabupaten Pati sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” tegas Sudewo.

Untuk mendukung visi tersebut, Bupati mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang akan segera diimplementasikan, mulai dari penguatan karakter peserta didik, peningkatan mutu pembelajaran, hingga dukungan terhadap tenaga pendidik.

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan semangat melayani di setiap satuan pendidikan.

Tidak berhenti di situ, Pemkab Pati di bawah kepemimpinannya menunjukkan komitmen nyata melalui peluncuran program beasiswa bagi mahasiswa asal Pati yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, jalur prestasi, maupun UTBK.

Besaran beasiswa bervariasi berdasarkan kondisi sosial ekonomi: Rp 1 juta per bulan untuk keluarga kurang mampu, Rp1,5 juta untuk kategori miskin ekstrem, dan Rp 2,5 juta khusus mahasiswa jurusan kedokteran.

“Kami tidak ingin ada diskriminasi dalam pendidikan. Semua anak di Kabupaten Pati harus punya akses yang berkeadilan,” ujar Sudewo.

Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah penentu utama daya saing daerah. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan menjadi instrumen utama untuk mempersiapkan Kabupaten Pati bersaing di tingkat nasional bahkan global. (*)

Disnaker Semarang Mendorong Anak Muda Ciptakan Peluang Usaha

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang pada tahun 2025, program job fair tidak hanya berfokus pada lowongan perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kota Semarang, Sutriso menjelaskan, untuk mengentaskan pengangguran, tidak harus bekerja di perusahaan, namun bisa menjadi berwirausaha.

“Maka, kami akan kerjasama dengan perusahaan yang punya limbah tertentu. Limbah bekas kain, limbah kayu. Bagaimana kerjasama, masyarakat diberdayakan, sehingga ada wirausaha baru,” paparnya, Kamis (1/5/2025).

Sutrisno menyebut, mengangguran di Kota Semarang mencapai 55 ribu orang. Pada tahun ini, pihaknya menargetkan tiga persen.

“Pengangguran kami masih 55 ribu. Kami ditargetkan 3 persen. Kemarin baru 0,175 persen,” bebernya.

Lanjutya, banyaknya perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga dirinya mendorong anak muda menciptakan peluang usaha.

“Jobfair, kami utamakan anak-anak muda, lulusan SMA maunya apa? Orang sekarang nggak mau shift-shiftan,” ungkapnya.

Di samping jobfair, Disnaker juga memiliki program pelatihan untuk membekali warga memiliki skill tertentu. Dia memastikan, program pelatihan tetep berjalan di tengah efisiensi anggaran.

“Efisiensi atau tidak efisiensi tidak mempengaruhi kinerja. Justru, tantangan memberdayakan potensi yang ada,” katanya.

Bahkan, sambung Sutrisno, program rekrutmen yang selama ini rutin dilaksanakan non-APBD.

Diakui, seluruh dinas terimbas efisiensi anggaran. Kendati demikian, dia memastikan, anggaran pelatihan tetap. Kegiatan pelatihan dianggarkan sekira Rp 200 juta pada APBD 2025 atau hanya untuk satu paket pelatihan. Sementara, anggaran dari pusat melalui APBD, Kota Semarang menerima sekira 12 paket pelatihan.

“Tingga mengandalkan DBHCHT. Anggaran pusat juga terefisiensi. Kami harapannya ada limpahan dari BBPVP,” tambahnya.

Lebih lanjut, adanya efisiensi anggaran, Sutrisno memaparkan, kegiatan pelatihan tetap sama. Hanya saja, waktu pelatihan diperpendek. Jika semula pelatihan bisa lebih dari sebulan, kini hanya 22 hari.

“Uang saku, uang makan terefisiensi. Kami nego supaya cakupannya tetap, hanya harinya dikurangi,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, perlu ada upaya mengatasi persoalan pengangguran di ibu kota Jawa Tengah. Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang perlu berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi pengangguran.

Dia menilai, angka kelulusan dengan jumlah lapangan kerja cukup timpang.

“Dengan kepemimpinan Bu Agustin ke depan bisa lebih banyak lapangan pekerjaan,” ucap Pilus, sapaannya.

Selain berkoordinasi dengan pihak-pihak lain, menurut Pilus. Prpgram pelatihan juga perlu. Pelatihan yang kini diperlukan adalah bagaimana memiliki skill agar masyarakat bisa berwirausaha. Dari semula tidak mempunyai pendapatan, dengan skill yang dimiliki, bisa menambah pemasukan. ***

Usai Rasionalisasi Pegawai RSUD Soewondo, Sudewo Bakal Bersih-Bersih Pegawai PDAM Pati

Lingkar.co – Usai melakukan rasionalosasi pegawai UPT RSUD RAA. Soewondo Pati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan melakukan aksi bersih-bersih pegawai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bening atau PDAM Pati.

Bupati Pati, Sudewo mengatakan rasionalisasi pegawai harus dilakukan usai terjadi penangkapan mantan pegawai PDAM oleh Polresta Pati pada Kamis 24 April 2025.

“Oknum pegawai PDAM tersebut ditangkap polisi diduga lantaran melakukan penipuan bermodus memasukkan pegawai di PDAM dengan syarat menyetor sejumlah uang,” kata Sudewo, Jumat (2/5/2025).

Oleh karena itu, dirinya meminta Polresta Pati mengusut tuntas sampai aktor di balik aksi dugaan sogok-menyogok dalam rekrutmen pegawai PDAM ini ditangkap semua.

“Saya berharap Polresta menyusut secara tuntas sampai ke aktor intelektualnya memang ditengarai semua yang ada disana adalah unsur sogok menyogok,” harapnya.

Atas kejadian ini, pihaknya akan melakukan bersih-bersih terhadap pegawai PDAM yang terbukti masuk melalui jalur belakang tersebut. Sudewo memperkirakan ada ratusan pegawai yang akan dikeluarkan.

“Oh pasti, pasti. Kita rampungkan, mungkin ratusan akan saya keluarkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi mengungkapkan tersangka dalam kasus ini adalah JDF (34). Tersangka melakukan dugaan penipuan dan penggelapan yang memanfaatkan iming-iming pekerjaan sebagai CPNS di PDAM Tirta Bening Kabupaten Pati.

“Kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus penipuan ini, termasuk kwitansi pembayaran senilai Rp 100 juta, rekening koran milik korban, serta rekening bank milik tersangka yang digunakan untuk transaksi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijetat Pasal 378 subsider Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Ssmentara itu, Direktur PDAM Tirta Bening, Bambang Soemantri membantah terlibat dalam kasus ini. Namun, dirinya mengaku memang sempat didatangi oleh sejumlah korban.

“Korban yang sempat datang ke saya, saya lupa persisnya, mungkin ada tujuh. Dari informasi itu, kebanyakan mengatasnamakan saya. Bukan mengatasnamakan direktur, tapi pimpinan,” ujarnya.

Dirinya pun juga mengaku tidak pernah menerima setoran apa pun dari tersangka perihal masalah ini.

“Saya tidak pernah menerima setoran RP 65 juta. Semua rekrutmen di PDAM dilakukan secara transparan tanpa melibatkan uang,” katanya. (*)

Penulis: Miftah

Bakal Ada Event Besar di Kota Semarang, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal pada 4 Mei

Lingkar.coKAI Daerah Operasi 4 Semarang mengimbau kepada seluruh pelanggan kereta api yang akan berangkat dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng dan Stasiun Semarang Poncol, untuk mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan sebaik-baiknya, pada Minggu (4/5/2025).

Imbauan ini sebagai antisipasi terhadap potensi kemacetan lalu lintas yang kemungkinan terjadi pada sore hingga malam hari seiring dengan diselenggarakannya Semarang Night Carnival (SNC) 2025.

Semarang Night Carnival merupakan ajang karnaval tahunan terbesar di Kota Semarang yang selalu menyedot perhatian masyarakat. Acara ini menampilkan parade kostum megah, pertunjukan seni budaya, serta iring-iringan musik yang meriah, dan pada tahun ini akan diselenggarakan pada Minggu (4/5) mulai pukul 18.00 WIB, dengan rute karnaval dari Titik Nol Kilometer Semarang hingga Balai Kota.

Seiring dengan berlangsungnya kegiatan tersebut, diperkirakan akan terjadi lonjakan volume kendaraan serta kemungkinan diberlakukannya rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalan di sejumlah titik pusat kota, termasuk akses menuju di 2 stasiun tersebut.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan, penumpang diharapkan dapat memperkirakan waktu tempuh dengan baik dan datang lebih awal ke stasiun agar tidak tertinggal kereta.

Ia menegaskan bahwa apabila penumpang datang terlambat dan keretanya telah berangkat, maka tiket yang dimiliki akan dinyatakan hangus sesuai aturan yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada para pelanggan yang akan bepergian menggunakan kereta api pada 4 Mei 2025, khususnya pada sore hingga malam hari, agar memperhitungkan potensi kemacetan dan datang lebih awal ke stasiun. Jika sampai tertinggal kereta karena terlambat datang, tentu itu akan merugikan penumpang sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, KAI Daop 4 Semarang juga mengingatkan agar pelanggan selalu memperhatikan jadwal keberangkatan kereta api yang tertera pada tiket dan memastikan waktu tiba di stasiun sudah sesuai. Selain itu, pelanggan juga diharapkan tidak membawa barang bawaan yang berlebihan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.

“Kami ingin seluruh pelanggan dapat menikmati perjalanan yang lancar dan aman. Oleh karena itu, kami harap tidak ada penumpang yang terlambat dan tertinggal kereta akibat terjebak kemacetan,” tutup Franoto. ***

Viral Silang Pendapat Lahirnya JATMA Aswaja, JATMAN: Fokus Internal Organisasi NU

Lingkar.co – Lahirnya Jam’iyyah Ahluth Thoriqoh Mu’tabaroh (JATMA) Aswaja viral di berbagai platform media sosial. Warganet dari berbagai latar belakang pun silang pendapat dengan keputusan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang mendirikan organisasi tarekat baru pasca lengser dari Jam’iyyah Ahluth Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum JATMAN, DR. KH. Ali Abdillah, MA kepada redaksi Lingkar.co menegaskan bahwa pihaknya saat ini hanya fokus mengembangkan organisasi sebagai badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU).

“Sikap kita fokus pada Jatman sebagai banom PBNU,” kata Ali saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Jumat (2/5/2025).

Terkait adanya organisasi baru yang didirikan oleh Habib Luthfi, ia kembali menegaskan bahwa warga NU pada umumnya menaati keputusan yang diambil bersama pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU). “Pengurus NU dan warga NU pasti sudah paham akan tetap istiqamah berkhidmah dengan JATMAN sebagai Banom PBNU,” tandasnya.

Dirinya juga enggan menanggapi opini publik yang menyebut bahwa Habib Luthfi dianggap membangkang dan bahkan keluar dari NU, dirinya kembali menyatakan fokus JATMAN pada program pembinaan di internal organisasi JATMAN. “Jatman akan fokus pada program-program pembinaan mental dan spiritual warga nahdliyin,” tandasnya.

Sebagai informasi, masa khidmat kepengurusan Banom NU yang menaungi para penganut tarekat ini telah berakhir Januari 2023 lalu. PBNU telah mengumpulkan Idaroh Wustho (kepengurusan tingkat wilayah atau provinsi) dan Idaroh Aliyah (kepengurusan tingkat pusat atau nasional) yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal JATMAN KH Mashudi. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bahwa kongres JATMAN difasilitasi oleh PBNU.

Kongres Jatman ke-13 berlangsung pada akhir tahun 2024 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah telah menetapkan Mudir ‘Ali: Prof Dr KH Ali Masykur Musa, SH, M.Si, M.Hum terpilih sebagai Mudir ‘Ali JATMAN 2024-2029 dan KH Achmad Chalwani Nawawi terpilih sebagai Rais Aliy.

Pasca kongres, pemilihan pengurus dilakukan oleh tim formatur yang menentukan kepengurusan pada empat kriteria utama. Pertama, kepengurusan mencerminkan keulamaan dengan kualifikasi sesuai kemuktabaran JATMAN. Kedua, komposisi pengurus mengakomodasi keluarga pendiri JATMAN, dengan keterwakilan pesantren besar seperti Pesantren Mranggen, Berjan, Krapyak, Giri Kusumo, Popongan. Bahkan juga mengakomodir jaringan tarekat dari Sumatra dan Kalimantan. Ketiga, keanggotaan majelis mustafat diisi oleh kiai sepuh yang memiliki kedalaman ilmu agama. “Postur ini mencerminkan kolaborasi yang solid dan kualifikasi yang tinggi.

Idaroh Aliyah JATMAN saat ini telah menerima Surat Keputusan (SK) dari PBNU dengan Nomor 3504/PB.01/A.II.01.33/99/01/2025. SK ini diserahkan Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni kepada Mudir ‘Ali Idarah Aliyah JATMAN KH Ali Masykur Musa.

SK ini ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf. ***

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Sarasehan Hari Buruh, Bupati Pati Singgung Soal Outsourcing

Lingkar.co – Peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) di Kabupaten Pati diisi dengan kegiatan sarasehan dan dialog interaktif yang diadakan di Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis (1/5/2025).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Pati Sudewo, Wakil Bupati Pato Risma Ardhi Chandra, Sekretaris Daerah, Kepala DPUTR, Kepala Disperindag, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Tenaga Kerja beserta jajaran, Pimpinan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh, para pengusaha, danpara pekerja/buruh.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pati Sudewo berharap agar situasi di Kabupaten Pati tetap terjaga dengan baik, sehingga tercipta iklim investasi yang positif.

“Kami berharap situasi di Pati tetap aman dan kondusif, karena hal ini sangat penting untuk menarik investor. Investasi yang masuk akan membuka lapangan kerja dan secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Pati,” ujar Sudewo.

Lebih lanjut, Bupati Pati menekankan pentingnya kesatuan persepsi antara berbagai pihak dalam membangun Kabupaten Pati.

“Mari kita gunakan momentum Mayday ini untuk membangun persepsi yang sama, membangun bangsa yang sama, dan menjadikan Pati sebagai tempat yang dipercaya oleh investor,” tuturnya.

Di sisi lain, Sudewo juga membahas masalah nasional yang hingga kini masih menjadi perhatian, yaitu outsourcing. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Pati, melainkan menjadi isu nasional yang perlu perhatian lebih dari pemerintah pusat.

“Outsourcing bukan hanya terjadi di Kabupaten Pati saja, tetapi ini masalah yang lebih besar yang harus diselesaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, bahkan Presiden. Kami berharap ada kepastian bagi para pekerja outsourcing agar mereka dapat menikmati hak-haknya sama seperti pekerja lainnya,” ujarnya.

Sudewo juga menjelaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya terikat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami tidak bisa membuat kebijakan sendiri di tingkat kabupaten, tetapi sepanjang ada ruang dalam peraturan yang ada, saya akan terus berkoordinasi dengan APINDO dan Federasi Serikat Pekerja Indonesia untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan kesejahteraan,” kata Sudewo.

Dengan komitmen ini, Bupati Pati berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Pati melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari kalangan pengusaha maupun serikat pekerja. (*)

Penulis: Miftah

Dorong Wisata Edukasi, Mbarep Abyasa Line Gandeng Semarang Zoo

Lingkar.co – Biro jasa perjalanan PT Mbarep Abyasa Line mendorong industri pariwisata di Semarang dengan menggandeng Semarang Zoo dalam paket wisata edukasi, outbond dan kegiatan outing class bagi pelajar.

“Jadi kita sudah biasa melayani wisata edukasi dan outbound, nah untuk ini kita kembangkan dengan pada pelayanan kegiatan outing class, ini kita dorong ke Semarang Zoo,” kata CEO PT Mbarep Abyasa Line, Solichul Adam di Semarang Zoo, Kamis (1/5/2025).

Ia menilai, kegiatan outbound maupun outing class akan lebih baik jika bisa dimaksimalkan untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

“Paket wisata edukasi dan outbound sudah jalan, yang terbaru kita ada dua kegiatan di luar Semarang. Kami pikir kita juga perlu membantu pariwisata milik Pemkot Semarang yang punya potensi untuk digunakan kegiatan kami,” ujarnya.

Sebab, kata dia, potensi dari kegiatan outbound maupun outing class juga perlu mendukung pendapatan daerah. “Perlengkapan untuk kegiatan kita juga ada, dan masih akan belanja pengadaan yang sesuai dengan Semarang Zoo,” jelasnya.

Baca juga: Angin Segar bagi Mahasiswa dan Pelajar, Naik Trans Semarang Bakal Dikenai Tarif Rp 0

Sementara, Manager Marketing PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo, Swandito Widyotomk mengingatkan pentingnya pembagian segmentasi pasar agar tujuan menarik pengunjung bisa terpenuhi.

“Kita juga sudah ada program paketan dengan sekolah-sekolah. Nah yang perlu dikoordinasikan yaitu segmentasi pasar yang perlu dibagi agar tidak masuk pada area pasar yang sama, tapi memperluas,” paparnya.

Senada, Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo mengatakan pentingnya kreativitas dalam memberikan tawaran terhadap calon pengunjung.

“Pada prinsipnya kita selalu terbuka, kita welcome saja untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, apalagi kalau kegiatan tersebut juga ikut mendongkrak jumlah kunjungan. Karena kita minusnya pada pengunjung,” tuturnya.

“Kegiatan wisata anak non pendidikan bisa diarahkan ke sini, kegiatan pendidikan seperti outing class juga bisa diarahkan ke sini,” harapnya.

Saat ini, kata dia, Semarang Zoo juga sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk fasilitas kegiatan outdoor. Namun demikian ia menegaskan masih ada banyak lahan yang perlu digarap untuk memberikan pelayanan bagi wisatawan. “Masih ada banyak area yang bisa digunakan untuk membuat area kegiatan outbound,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Temui Para Demonstran Buruh Jateng, Aksi dan Program Ahmad Luthfi Tuai Pujian

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menemui para perwakilan buruh yang melakukan aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh (Mau Day) pada Kamis (1/5/2025).

Perwakilan buruh yang melakukan aksi demontrasi di Jalan Pahlawan Kota Semarang itu ditemui Ahmad Luthfi di kantornya.

Luthfi mendengarkan dan menyerap aspirasi para buruh satu per satu.

Pada pertemuan itu, para buruh juga banyak memberikan apresiasi atas aksi dan program yang dikeluarkan oleh Ahmad Luthfi terkait keberpihakannya terhadap buruh.

Setidaknya ada dua terobosan Ahmad Luthfi yang mendapatkan pujian dari perwakilan buruh tersebut. Pertama, koperasi buruh yang telah dibentuk di Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Model koperasi ini diharapkan bisa diduplikasi di wilayah lain, sehingga menyejahterakan buruh.

“Koperasi buruh ini mestinya bukan hanya role model di Jateng saja, tapi skala nasional, karena besar manfaatnya,” kata Koordinator Jaringan Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJat), Aulia Hakim saat beraudiensi di Kantor Gubernur Jateng, Kamis 1 Mei 2025.

Sebab, Koperasi buruh tersebut menyediakan bahan pokok secara murah, karena diambil langsung dari produsen. Koperasi ini dikelola oleh buruh, akta pendirian oleh buruh, dan keuntungan untuk buruh.

Koperasi ini juga mendapatkan acungan jempol dari Koperasi Persatuan Buruh grobogan.

Pujian kedua adalah upaya Ahmad Luthfi menarik investasi di Jawa Tengah. Hal itu dinilainya bagus, karena akan menambah lapangan kerja di Jateng.

Selain apresiasi kinerja, sejumlah perwakilan buruh juga menyampaikan beberapa keinginannya. Total ada sembilan isu yang disampaikan, mulai dari menolak sistem kerja outsourcing, setop PHK sepihak, perlindungan pekerja dengan mengesahkan undang-undang Ketenagakerjaan yang baru, pemberantasan korupsi, dan menolak kriminalisasi aktivis buruh dari pihak perusahaan.

Satu per satu keluhan dari para buruh dijawab Oleh Ahmad Luthfi. Salah satunya meminta Bus Trans Jateng yang diperpanjang trayeknya, tak hanya sampai Godong (Grobogan), tapi sampai menuju Kecamatan Ngaringan.

“Itu masukan, kami tampung. Gini, untuk (memperpanjang rute) itu nanti benturan dengan trayek (kendaraan umum swasta). Maka tak bisa langsung diputuskan, harus ada kajian dulu,” katanya.

Terkait permintaan pembentukan Satgas PHK, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pembentukannya untuk mencegah adanya PHK. Sementara tuntutan soal penghapusan outsourcing hingga pembatasan usia pendaftar kerja merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Sebagai informasi, perwakilan buruh yang ditemui Ahmad Lutfi selain Jaringan Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJat), juga ada Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) dan Koperasi Persatuan Buruh grobogan. ***

Kabar Politik Terkini dan Terpercaya Indonesia

Exit mobile version