Arsip Tag: featured

Tak Sekedar Kritik, IAW Minta Audit Kominfo dan BRTI serta Provider

Lingkar.co – Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus mengatakan, pihaknya tidak sekedar memberikan kritik terhadap dugaan kejahatan ekonomi digital yang dilakukan oleh provider berlisensi yang merugikan pelanggan secara sistematis.

“IAW bukan baru bicara hari ini. Kritiknya panjang, tersistematik, dan terdokumentasi,” kata Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025).

Ia lantas membeb, pada fase awal 2022 ada diskusi terkait transparansi telekomunikasi mengenai kuota hangus dengan komunitas jurnalis di restoran Muse Makassar, Blok M, Jakarta Selatan.

“IAW telah melayangkan pengaduan masyarakat ke Bareskrim Mabes Polri tanggal 21 September 2022, mengidentifikasi celah pelanggaran PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) tahun 23 dan ungkap ‘Fraud by Omission‘ (pelanggaran negara karena pembiaran). Mendefinisikan kuota hangus sebagai penghilangan informasi material. Menyertakan dokumen teknis analisis sistem billing seluruh operator dan sebut dugaan oligopoli telekomunikasi,” paparnya.

Iskandar juga menyebut anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, secara resmi membahas temuan IAW tentang kerugian kuota hangus yang mencapai Rp63 triliun pada Juni 2025. Angka tersebut dikatakan sebagai data awal yang kini terbukti konservatif.

“IAW secara resmi melayangkan tiga surat kritikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Juli 2025. Surat pertama secara khusus mendesak BEI (Bursa Efek Indonesia);untuk bertindak atas tidak diungkapnya nilai kuota hangus yang mencapai triliunan rupiah per tahun dalam laporan keuangan emiten telekomunikasi,” sebutnya.

Ia melanjutkan, IAW juga mempertanyakan kinerja pengawasan BEI dan menegaskan bahwa praktik ini berpotensi melanggar prinsip materialitas dalam PSAK 23 dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional atau IFRS 15. Surat ini juga mendorong BEI untuk mewajibkan transparansi nilai transaksi kuota hangus serta membuka peluang restitusi publik dan gugatan class action bagi konsumen yang dirugikan. Sayangnya sampai sekarang BEI belum memberi respon yang seharusnya, apalagi buah kinerja mereka.

Ia menegaskan, kritik IAW dapat diverifikasi dengan baik dan memiliki dasar yang kuat, jejak advokasi yang sistematis inilah yang kini memberikan pemahaman bahwa rilis paket anti-hangus oleh provider dapat dilihat sebagai sebuah pengakuan tidak langsung atas kejahatan ekonomi digital.

Fakta bahwa kritik IAW telah mendahului inovasi provider saat ini terkait anti-hangus, itu mengubah inovasi tersebut dari sekadar ‘produk baru’ menjadi sebuah bukti pengakuan (admission by conduct) terhadap kebenaran yang selama ini disebut IAW, “Hal ini memperkuat argumen bahwa hangusnya kuota adalah pilihan bisnis, bukan keterpaksaan teknis,” tandasnya.

“Jika industri mengaku baru menyempurnakan layanan pada 2025, maka IAW tetap menyampaikan isu ini secara konsisten sampai perubahan nyata dilakukan oleh para provider!,” tegasnya.

Kerugian Publik dan Negara 2010-2025

Iskandar Sitorus memaparkan, menggunakan formula konservatif 200 juta pelanggan dengan belanja kuota rata-rata Rp25.000 dan toleransi 10% kuota hangus, maka terhitung pada kisaran tidak berlebih dari Rp613 triliun hilang dalam 15 tahun.

“Kerugian itu meliputi kerugian konsumen, karena nilai hak digital hilang. Kedua, kerugian negara, PPN dihitung atas nilai penuh tetapi manfaat tidak diberikan. Ada potensi misleading revenue recognition,” jelasnya.

Ia bilang, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) spektrum tidak mencerminkan pemanfaatan aktual. Sedangkan potensi penyimpangan pajak korporasi akibat pengakuan pendapatan tidak akurat

“Kerugian tata kelola industri, sebab hilangnya transparansi revenue. Tidak dicatat sebagai liabilitas (utang jasa). Mengarah pada fraud by omission kelas korporasi,” bebernya.

Ia menuding, provider bahkan tidak pernah mengungkap nilai kuota hangus dalam laporan keuangan, padahal hal itu bersifat material, “PSAK 23 dan IFRS 15 mewajibkan pengungkapan pendapatan diterima di muka yang belum diberikan manfaatnya. Kuota hangus adalah manfaat yang tidak diberikan,” tandasnya.

Maka dari itu menurut dia, provider melanggar pasal 20 UU Perlindungan Konsumen, pasal 1365 KUHPerdata, perbuatan melawam hukum (PMH), pasal 3 UU Tipikor, karena memperkaya korporasi dengan merugikan rakyat.

Ia lanjut menerangkan, pasal 4 UU Konsumen menyebut hak atas manfaat barang/jasa, pasal 1338 KUHPerdata mengatur tentang itikad baik, dan pasal 1457 KUHPerdata mengatur tentang jual beli, “Kuota yang sudah dibayar sama dengan hak milik digital yang wajib diberikan penuh,” tegasnya.

Ia menilai, sejumlah pihak patut dimintai pertanggung jawaban, dari direksi para operator, karena kebijakan kuota hangus adalah keputusan model bisnis. Kemudian komisaris dan Komite Audit, sebab tidak menjalankan fungsi pengawasan liabilitas digital. Juga auditor eksternal karena selama 15 tahun tidak pernah meminta pengungkapan nilai kuota hangus.

Tak hanya itu, Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selaku regulator juga harus diminta pertanggungjawaban dengan alasan membiarkan fenomena yang bertentangan dengan hak ekonomi publik.

“Jika PNBP dan pajak tidak mencerminkan kondisi riil, maka itu sama saja dengan negara dirugikan!,” tukasnya.

Untuk itu, ia meminta audit investigatif BPK terhadap Kominfo dan BRTI serta provider berlisensi negara dari tahun 2010–2024 untuk menghitung liabilitas digital yang tidak pernah dicatat. Kemudian menerbitkan Perppu Perlindungan Konsumen Digital guna memastikan kuota adalah hak milik digital.
Ia juga berharap, perpanjangan masa aktif atau rollover wajib nasional dengan aturan kompensasi otomatis, dan class action nasional oleh publik.

“IAW juag minta dibentuk Satgas Tipikor Digital (KPK–Kejagung) guna menelisik potensi pasal 3 UU Tipikor, dan revisi total Permen Kominfo 5/2021,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Pasar Waru Terendam Air, NU Peduli Jangkau Penjaga WC Umum Kondisi Stroke Terjebak Banjir Tanpa Ada Bantuan Logistik

Lingkar.co – Hujan deras yang mengguyur kota Semarang dalam beberapa hari ini telah mengakibatkan sejumlah titik terendam air, Pasar Waru yang ada di Jl. Kaligawe, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang pun tak luput dari terjangan air selama 9 hari. Walhasil, seorang pria penjaga WC umum yang menderita stroke terjebak tanpa bantuan makanan selama 9 hari

Pria tak beruntung itu bernama Dul Harsono (57). Ia hidup sendiri dengan mengandalkan pendapatan dari menjaga WC umum yang tak jauh dari pembuangan sampah pasar. Meski harus bersusah payah menggunakan tongkat untuk berjalan, ia bersikukuh tak mau dievakuasi. Petugas NU Peduli dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang harus rela mengalah mengirim logistik akan Bugis bertahan hidup.

Sabtu (1/11/225) menjelang adzan dhuhur, seorang anggota tim NU Peduli menyusuri jalan yang terendam banjir dengan sepeda motor matic hingga di depan pasar. Dengan langkah pasti, ia berjalan melewati kios-kios yang terendam air. Nampak beberapa wajah pasrah menunggui sepeda jualan yang terendam banjir. Di ujung jalan yang tak jauh dari penjual sepeda, terdapat sebuah lokasi WC umum.

Kepada tim NU Peduli Kota Semarang dan beberapa wartawan yang mengikuti droping makanan, ia mengaku hidup sendiri di pasar semenjak istrinya meninggal sekitar 10 tahun silam. Namun ia ditemani satu orang yang bernasib serupa sehingga sudah seperti saudara.

“Kalau orang sini saya biasa dipanggil Bugis,” katanya kepada wartawan.

Ia bersyukur ada tim NU Peduli datang mengirimkan beberapa nasi bungkus, air minum dan sebungkus rokok serta sedikit uang, “Alhamdulillah, Ini saya terima kasih, mudah-mudahan gerakan NU Peduli diberikan kemudahan dan barokah untuk masyarakat, Al Fatihah,” ucapnya menerima sambil berdoa.

Bugis pun nampak akrab berbincang ringan dengan petugas NU Peduli. Ia pun menerima bantuan makanan dengan sumringah dan ternyata ia memang kawan lama. Ia berkata akan bertahan sampai pada batas tertentu. Jika sudah tidak mungkin bertahan akan berjalan berdua menuju titik pengungsian atau menghubungi t NU Peduli untuk dievakuasi.

“Ya nanti kalau sudah segini (sambil menunjuk-nunjuk perkiraan kedalaman air, aku tak mrono (aku yang kesana, posko NU,-red) atau nanti takhubungi,” ucapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Berjalan Konsisten, Kemendagri Apresiasi Siskamling di Kota Semarang

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mendapatkan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui Sistem keamanan lingkungan atau Siskamling dan pos ronda dari Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal Zakaria Ali.

Bahkan, menurutnya Siskamling di Kota Semarang diharapkan bisa menjadi contoh siskamling-siskamling daerah lain yang menghilang atau menurun keaktifannya seiring berjalannya waktu.

“Kami mengapresiasi Siskamling di Kota Semarang yang pelaksanaannya telah berjalan konsisten. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang Siskamlingnya mulai menghilang atau sudah menurun keaktifannya,” ungkapnya.

Safrizal mengatakan hal tersebut saat melakukan pemantauan Siskamling bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dan jajarannya di Poskamling/Siskamling RW 12 Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat dan Poskamling/Siskamling RW 07 Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis (11/9) malam.

Safrizal juga memuji langkah Pemkot Semarang yang berhasil mengajak berbagai komponen masyarakat untuk bersama-sama bersinergi melaksanakan Siskamling serta berkomitmen penuh mendukung agar sistem ini terus berjalan sebagai bagian penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Kami melihat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan bersama. Ini langkah baik dalam memperkuat keamanan berbasis lingkungan,” ujarnya.

Safrizal menuturkan Kemendagri melakukan pemantauan kondusifitas Siskamling khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Pemantauan ini menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian terkait peningkatan peran serta anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di desa, kelurahan, hingga RT/RW sekaligus memastikan bahwa di setiap daerah di Jawa Tengah telah melaksanakan Siskamling dengan baik.

“Siskamling ini bukan hal baru. Sistem keamanan lokal ini sudah puluhan tahun hadir sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam menciptakan ketentraman dan ketertiban,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Forkopimda maupun Forkopimcam dan unsur masyarakat telah bersinergi selama ini. “Saya meyakini dengan situasi dan kondisi riuh saat penyampaian aspirasi lalu memantik Siskamling menjadi gemrengseng (semangat) lagi. Mudah-mudahan dengan ini, masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman,” katanya.

Dalam pemantauan tersebut, Safrizal dan Agustina turut menyaksikan kondisi lapangan beberapa Siskamling yang baru saja menyelesaikan program diklat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Setelah bulan lalu ada apel dan pelatihan, hari ini kami turut serta mendampingi beliau (Safrizal ZA-red) untuk melihat bagaimana prosedur dalam Siskamling itu berjalan, terutama proses administrasinya bagaimana, jika ada kejadian pencatatannya bagaimana, laporannya ke mana. Simulasi ini menjadi manifestasi penting dalam pelaksanaan siskamling di Kota Semarang,” ujar Agustina.

Pihaknya optimis dengan partisipasi aktif masyarakat dan komitmen Pemkot Semarang, Siskamling bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memperkuat soliditas warga.

“Mari jadikan sistem keamanan lingkungan ini sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya. (Adv)

Semarang Agro Expo 2025: Bertani untuk Masa Depan, Menjaga Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Lingkar.co – Pemerintah kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pertanian akan menggelar Semarang Agro Expo 2025. Sebuah acara yang bertujuan untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian serta olahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan di Kota Semarang. Menurut rencana acara tersebut akan berlangsung pada 12 – 14 September 2025.

Semarang Agro Expo 2025 mengusung tema “Bertani Untuk Masa Depan, Menjaga Ketahanan Pangan Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian yang bertujuan untuk menjaga pangan berkelanjutan.

Acara ini akan menampilkan berbagai kegiatan seperti pameran produk segar dan olahan pertanian , peternakan, dan perikanan, pelatihan empon – empon, lomba Ndongeng Tani untuk anak SMP Kota Semarang, lomba merangkai bucket empon-empon untuk PKK Kecamatan se-Kota Semarang, lomba Kelompencapir untuk KT dan KWT Kota Semarang, cat fun, talkshow, kontes ternak, kobar tani, serta berbagai hiburan dan sarana edukasi pertanian untuk masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan” kata Shoti’ah, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang.

“Selain produk segar, kami ingin mempromosikan inovasi hasil olahan pertanian, peternakan dan perikanan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian di Kota Semarang,” lanjutnya.

Semarang Agro Expo 2025 diharapkan dapat menjadi wadah bagi petani, pelaku usaha dan masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam bidang pertanian. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara pemerintah, UMKM, pelaku agribisnis, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian di Kota Semarang.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Semarang Agro Expo 2025, masyarakat bisa menghubungi Dinas Pertanian Kota Semarang di Instagram @dispertan_smg. (Adv)

Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng Siap Kembangkan Wisata Pantai Mangunharjo

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan rencananya untuk mendorong pengembangan wisata Pantai Mangunharjo di Kecamatan Tugu. Hal itu ia sampaikan usai melaksanakan kegiatan gowes bersama OPD dan masyarakat di wilayah Mangunharjo, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu pada Minggu (31/8/2025).

Dalam kegiatan gowes yang dimulai dari SMPN 28 Semarang Mangkang dan berakhir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mangunharjo, Agustina didampingi Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat, Pj Sekda Kota Semarang Budi Prakosa, serta sejumlah Kepala OPD. Rombongan gowes sekaligus menikmati panorama indah matahari terbenam di kawasan pesisir barat Semarang tersebut.

“Kenapa gowesnya ke sini? Karena kita ingin membangun Pantai Mangunharjo, yang terletak di wilayah Mangkang Kulon, menjadi wisata pantai murah tapi indah untuk masyarakat umum,” ujar Agustina.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut memiliki potensi besar, mulai dari panorama alam hingga keberadaan UMKM lokal. Untuk itu, dirinya telah meminta Pj Sekda agar melakukan pemetaan dan penataan lingkungan.

“Kalau memungkinkan, kita akan membangun lebih bersih dan lebih rapi, sehingga PKL bisa berjualan dengan sehat, tapi biaya ke sini harus tetap murah,” tegasnya.

Menurut Agustina, sebagian aset di kawasan Pantai Mangunharjo merupakan milik Pemerintah kota Semarang dan sebagian lainnya milik Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jawa Tengah. Adapun aset milik Pemprov yang ada di Pantai Mangunharjo adalah gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pemkot kini tengah mengajukan proses hibah agar aset tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

“Ini sedang proses hibah, nanti ke depan kita maksimalkan supaya bisa dibangun lebih baik lagi,” tambahnya.

Selain soal pengembangan wisata, Agustina Wilujeng juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah situasi keamanan di Indonesia termasuk Kota Semarang yang tengah menghangat. Ia menyebut gowes sembari menyapa warga merupakan salah satu cara untuk mempererat kebersamaan.

“Kita gowes, sembari menyapa masyarakat agar mereka merasa rileks. Kalau buka medsos, saat ini kan bikin perut mules, jadi saya ingin menyapa istilahnya saling menghibur, situasi kondusif ini yang harus kita jaga,” ungkap Agustina.

Pantai Mangunharjo sendiri memiliki daya tarik khas bagi wisata pesisir Kota Semarang, mulai dari konservasi hutan mangrove, spot memancing dan TPI Mangkang, penjual UMKM di pesisir pantai, hingga panorama sunset yang eksotis. Dengan pengembangan lebih lanjut, diharapkan Pantai Mangunharjo menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan inklusif. (Adv)

Hari Jadi Kabupaten Kebumen ke-394, Ferry Wawan Cahyono Dorong Potensi Wisata Kebumen

Lingkar.co – Pada Hari Jadi Kebumen ke-394 Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono dorong potensi wisata Kebumen.

Ferry mengungkapkan momentum hari jadi dapat menjadi tonggak penggalakan potensi daerah.

“Kebumen memang tidak punya tambang emas atau minyak, tapi Kebumen itu punya potensi wisata yang sangat besar. Nah, potensi besar ini yang saya dorong untuk nantinya lebih berkembang,” kata pria yang akrab disapa Mas Ferry itu.

Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan perlunya promosi masif untuk wisata Kebumen.

“Kebumen itu punya wisata air yang indah, seperti Pantai Menganti, Bopong Puring, Karang Bolong, Surumanis hingga Lampon dan lainnya. Belum lagi wisata alam lainnya seperti Goa Jatijajar dan bukit pentulu. Perlu adanya promosi pariwisata yang masif,” ujar Mas Ferry.

Dia menjelaskan potensi pariwisata yang begitu besar di Kebumen dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Wisata dapat memunculkan multiplier effect yang besar dalam roda ekonomi. Dari satu destinasi wisata bisa memunculkan kegiatan ekonomi lain, misal perhotelan, kuliner hingga kriya. Ini yang perlu kita dorong bersama-sama,” jelasnya.

Pemprov Jateng, lanjut Mas Ferry, telah memberikan fasilitas-fasilitas kemudahan permodalan untuk UMKM, silahkan yang dari daerah dapat mengaksesnya.

“Tentu saya sebagai legislatif dan Kebumen merupakan konstituen saya ya nantinya pasti akan kita perjuangkan soal itu,” jelas Ketua MKGR Jateng tersebut.

Selanjutnya, Mas Ferry memberikan satu solusi riil untuk mempermudah promosi wisata Kebumen.

“Di wilayah Kebumen, Banjarnegara banyak pemuda-pemuda kreatif yang aktif di platform digital, youtuber juga. Kemarin di salahsatu episode saya sudah sempat memberikan contoh promosi pariwisata melalui platform digital. Bisa dicontoh nantinya,” pungkas Mas Ferry.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha

Dorong Segera Rampung, Siswanto Sidak Proyek Infrastruktur Jalan Pakis-Kamolan

BLORA, Lingkar.co – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek infrastruktur di Jalan Pakis-Kamolan Kabupaten Blora. Siswanto bermaksud memantau progres paket peningkatan jalan agar segera rampung.

Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Blora menelan anggaran sekurang-kurangnya sebesar Rp 307 Miliar. Oleh karena itu menurut Siswanto, harus ada pengawalan terkait dengan proyek-proyek ini agar dapat segera dapat terselesaikan.

“Proyek infrastruktur ini sebagai pelaksanaan program dari Bupati, pembiayaannya besar, sampai 300-an miliar. Harus kita kawal biar tidak molor, dan dapat segera rampung,” kata Siswanto.

Siswanto melakukan sidak dan memantau progres paket peningkatan Jalan Pakis-Kamolan yang berada di Kecamatan Blora.

“Saya kemarin berada di ruas jalan Pakis Pelem Kecamatan Blora, jadi jalan ini termasuk di dalam kegiatan yang didanai dan bersumber dari pinjaman daerah tahun 2022,” ucap Siswanto saat Lingkar.co konfirmasi, Rabu (09/11/2022).

Paket pembangunan jalan tersebut menggunakan biaya sekitar 15,5 Miliar oleh PT. Sinar Utama Karya dengan konsultan pengawas CV. Athacetta Konsultan.

“Alhamdulillah kami cek jadi ruas ini ya sudah 65 persen dibangun, sehingga tinggal 35 persen,” kata politikus Golkar tersebut.

Meski pembangunan jalannya telah lebih dari 50 persen, Siswanto mengingatkan agar proyek infrastruktur jalan dapat selesai pada pertengahan Desember mendatang.

“Kami dari DPRD menegaskan agar pembangunan-pembangunan khususnya yang ada di pinjaman daerah ini. Agar bisa selesai pada pertengahan Desember tahun 2022. Paling tidak sebulan lagi harus sudah selesai,” terang dia.

Tidak hanya untuk proyek yang Siswanto sidak yang harus selesai tepat waktu. Namun, hal tersebut juga berlaku untuk proyek-proyek yang lainnya juga harus selesai tepat pada waktunya.

“Oleh karena itu, pada semua rekanan khususnya yang dari pinjaman daerah untuk segera menyelesaikan. Supaya pekerjaan hasilnya baik,” ujar dia.

Siswanto juga mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan secara rutin turun ke lapangan mengawasi proyek-proyek tersebut.

“Kemarin siang sudah kami laporkan ke ketua. DPRD berencana turun ke lapangan terutama pada pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan pada pinjaman daerah. Untuk tahun ini anggaran infrastruktur 307 Miliar,” jelas dia.

Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto. Lilik Yuliantoro/LINGKAR.CO
Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto. Lilik Yuliantoro/LINGKAR.CO

Proyek-proyek Infrastruktur di Kabupaten Blora

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akhirnya dapat menggunakan uang pinjaman dari Bank Jateng sebanyak Rp 150 miliar untuk perbaikan jalan.

Berikut adalah jalan yang akan dilakukan peningkatan kualitasnya melalui dana pinjaman daerah, Jalan Kamolan – Klopoduwur – Ngliron, Jalan Ngliron – Kalisari – Wulung, Jalan Doplang – Kunduran.

Kemudian, Jalan Kedungtuban – Galuk, Jalan Ngawen – Karangtalun – Banjarejo, Jalan Jepon – Karang – Bogorejo, Jalan Wulung – Klatak, Jalan Pakis – Pelem – Kamolan, Jalan Peting – Sumber – Balong – Menden.

Selanjutnya, Jalan Blora – Nglangitan, Jalan Cabak – Bleboh, Jalan Singonegoro – Ketringan, Jalan Plumbon – Rowobungkul – Kemiri – Sonokidul, Jalan Goa Terawang – Ngumbul – Pelemsengir, serta Jalan Halmahera.

Penulis: Lilik Yuliantoro

Editor: Muhammad Nurseha

FGD PP GMPI di Semarang, Achmad Baidowi: Manfaatkan Bonus Demografi untuk Kemenangan PPP

SEMARANG, Lingkar.co – Pimpinan Pusat (PP) Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menjaring Suara Generasi Muda pada Pemilu 2024” pada Senin (7/11/2022) di Toko Oen Kota Semarang. Ketua Umum (Ketum) PP GMPI, Achmad Baidowi meminta seluruh kader dapat menjaring suara pemuda dengan memanfaatkan bonus demografi.

“Dari data survey terbaru menunjukkan suara generasi muda pada pemilu 2024 nanti sangat besar. Bonus demografi ini dapat kita manfaatkan untuk kemenangan PPP. Kader GMPI harus bisa manfaatkan momentum ini,” kata Achmad Baidowi saat menyampaikan materinya.

Menurutnya, GMPI sebagai badan otonom (banom) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempunyai tanggung jawab untuk menjaring suara generasi muda. Hal tersebut mengingat, GMPI merupakan banom yang lebih berkonsentrasi kepada generasi muda.

“Pemilih pemula besok di 2024 terdata besar, kita bisa sasar mereka dengan memberikan edukasi terkait pendidikan politik. Selanjutnya, bisa kita rekrut dan mengajak untuk dapat memilih PPP,” jelas Ketum PP GMPI.

Dalam FGD tersebut turut hadir sebagai narasumber Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro. Ia mendorong kader-kader GMPI untuk dapat memanfaatkan media sosial (medsos) untuk mempermudah sosialisasi kepada milenial.

“Pemuda sekarang ini sangat konsumtif dalam menggunakan media sosial. Nah, konten medsos dapat menjadi salah satu daya tarik untuk memberikan sosialisasi terkait pendidikan politik,” katanya.

Nantinya, lanjut Widi sapaan akrabnya, dari partai politik wajib untuk mendaftarkan medsosnya ke KPU saat masa kampanye.

Ketua KPU Jateng tersebut juga mengingatkan terkait disinformasi dan berita paslu (hoax). Ia mengimbau untuk tetap bijak menggunakan media sosial.

“Bijak bermedsos itu harus, harus ada antisipasi adanya hoax dan disinformasi. Harus kita saring dahulu konten-kontennya. Untuk kampanye medsos, nanti dari Bawaslu dan aparat akan ikut mengawasi di masa kampanye nanti,” jelasnya.

Nurul Furqon Berharap untuk Sering Diadakan Kegiatan

Sementara di lokasi yang sama, Ketua PW GMPI Jateng, Nurul Furqon berharap kader GMPI di daerah untuk sering mengadakan kegiatan. Menurutnya, hal tersebut menjadi penting untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang GMPI dan PPP.

“Harapan saya, kegiatan-kegiatan seperti ini bisa lebih sering. Tidak harus FGD, tapi bisa juga kegiatan-kegiatan lain untuk dapat mensosialisasikan GMPI,” kata Anggota DPRD Provinsi Jateng tersebut.

Nurul juga mengajak seluruh anggotanya untuk dapat bergerak hingga ke akar rumput. Ia menyebutkan, hal tersebut terkait dengan penjaringan suara untuk kemenangan PPP.

“Kader GMPI harus bergerak hingga ke akar rumput, ke desa-desa, sampai ke RT-RW bila perlu. Supaya nantinya pada pemilu 2024 PPP meraih kemenangan,” ungkapnya.

Dalam FGD tersebut turut hadir kader GMPI dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Jepara, Kabupaten Semarang, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak.

Penulis: Kharen Puja Risma

Editor: Muhammad Nurseha

Gus Bab Kudus: Warga NU Wajib Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden

KUDUS, Lingkar.co – Pengasuh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus KH M Ulil Albab Arwani (Gus Bab) mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendukung dan menyukseskan langkah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) sebagai Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Cita-cita yang baik Gus Muhaimin sebagai Presiden 2024 ini harus kita dukung dan hukumnya wajib. Mudah-mudahan menjadi pesiden kiai yang kedua. Kalau dulu ada Gus Dur,” ujar Gus Bab di sela peresmian Gedung Asrama Santri Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus oleh Gus Muhaimin, Rabu (9/2/2022).

Gus Bab mengatakan, perjuangan melalui bidang politik sangat penting. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim harus bisa menguasai kepemimpinan nasional yang akan menentukan masa depan bangsa.

“Kita wajib memilih pimpinan yang adil. Ini ajaran dalam kitab kuno yang tidak tergaruh. Wajib kita memilih pemimpin yang adil. Adil itu pasti harus Islam. Mestinya harus ahlussunnahwaljamaah. Harus ada niat untuk perjuangan itu dengan niat untuk memperjuangkan agama. Allah yang akan memberikan pertolongan,” ungkapnya.

Gus Bab berharap kunjungan Gus Muhaimin ke Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus kali ini bukan yang terakhir kalinya.

“Setelah nanti jadi presiden bisa mengunjungi kesini lagi,” harap Gus Bab.

Ia juga berharap rusunawa yang baru di bangun bisa menjadi berkah bagi para santri untuk belajar menghafal sekaligus mengkaji Alquran sebagai bekal mencapai kebahagiaan dunua dan akhirat.

“Kalau kita bisa memenuhi apa yang ada di dalam Alquran pasti bahagia dujia akhirat,” urainya.

Gus Bab juga mengajak seluruh hadirin untuk terus berjuang di jalan Allah baik menggunakan harta dan tenaga. Berjuang bisa di lakukan melalui beberapa bidang, baik pendidikan maupun politik.

Ucapat Terima Kasih Gus Muhaimin

Sementara itu, Gus Muhaimin mengucapkan terima kasih atas doa dari para kiai, khususnya Gus Bab dalam rangkaian perjuangan politik yang sedang ia lakukan.

“Lebih bahagia lagi saya bisa meresmikan rusunawa, ini bagian upaya kita semua meningkatkan fasilitas sarana kebutuhan para santri di berbagai tempat. Insyaallah kita usahakan,” katanya.

Gus Muhaimin juga mengatakan, selain membuat dia terharu, doa dan perintah para kiai agar dia menjadi Presiden 2024 memberikan tambahan motivasi dan semangat.

“Saya merasa terharu dawuh Kiai Ulil bahwa perintah para kiai, dan di semangati oleh beliau dan doa. Karena beratnya perjuangan ini minta ampun. Sawah NU ini luas, subur dan terbentang, tapi kadang kalah cepat matoki dari pada orang lain,” katanya.

Gus Muhaimin mengaku telah melakukan safari politik ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, NTB, NTT, Bali, Maluku dan bulan depan ke Papua.

“Alhamdulillah gairah keluaga besar NU dan masyarakat berhatap NU memimpin Republik ini. Semangat ini bertambah bahwa kuat,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang KH Yusuf Chudlori mengatakan bahwa perjuangan politik yang sedang Gus Muhaimin lakukan ini merupakan bagian dari ikhtiyar panjang.

“Hari ini hanya beliau Gus Muhaimin Iskandar satu-satunya kader NU yang berani maju sebagai calon presiden. Apa yang sedang Gus Muhaimin ikhtiari ini untuk menjaga marwah kehormatan NU,” tuturnya.

Penulis : Kharen Puja Risma | Billy

Editor : Muhammad Nurseha

Pelestari Burung Lesu Akibat Covid-19, PPP Desak Pemerintah Berikan Perhatian

BLITAR, Lingkar.co – Komunitas Pelestari Burung Indonesia terdampak secara nyata akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir ini. Menurut Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi nilai ekonomi dari pelestarian burung dan efek turunannya cukup tinggi.

Akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir ini, komunitas tersebut terdampak langsung. Untuk itu butuh kebijakan afirmatif dari negara agar nilai ekonomi di UKM kreatif mandiri ini dapat kembali tumbuh.

Baca Juga:
Sekjen PPP Minta Fraksi DPRD Proaktif Kawal Perda Pesantren

“Saya kira harus ada kebijakan afirmatif dari negara terhadap teman-teman Pelestari Burung Indonesia (PBI) ini. Sebagai usaha rumahan, burung ini memiliki nilai ekonomi yang besar,” ujar Arwani saat bertemu dengan komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Blitar, di Blitar, Minggu (6/2/2022).

Menurut Sekjen DPP PPP, partainya berkomitmen untuk membantu menyelesaikan persoalan yang muncul di komunitas breeder yang terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir ini.

“Masalah pengiriman mulai pakan, sangkar dan aksesori termasuk hasil tangkaran (breeding) yang terkendali. Karena kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, ini memberi dampak ekonomi secara konkret. Kami lihat sektor ini luput dari perhatian,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini.

Ketua PBI: Surprise! Kami Sangat Senang

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PBI Cabang Blitar Aunurrofiq mengaku surprise atas perhatian PPP terhadap komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI).

Menurut dia, dukungan PPP terhadap komunitas pelestari burung membangkitkan semangat para pelaku breeder.

“Kami sangat senang dengan kepedulian PPP yang memerhatikan masalah di komunitas pelestari burung. Kami harapkan, terdapat langkah konkret untuk membangkitkan ekonomi di komunitas kami,” ujar Rofiq.

Baca Juga:
Lima Desa Wisata Rembang Terima Bantuan Keuangan

Dia berharap dibutuhkan program konkret untuk menggairahkan nilai ekonomi di pelestari burung di Indonesia.

Menurut Rofiq, kegiatan lomba burung tingkat nasional dinilai dapat memulihkan ekonomi komunitas breeder di Indonesia.

“Saya kira kegiatan lomba burung tingkat nasional dapat membangkitkan nilai ekonomi di komunitas ini,” terang Rofiq.

Usaha kreatif mandiri di Burung ini memiiki multiplier effect yang tidak sedikit. Seperti sangkar dan aksesori, pakan, kroto, jangkrik dan penyelenggara kegiatan perlombaan (event organizier).

“Bahkan, di beberapa jenis burung memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti burung Murai. Kabupaten Blitar merupakan daerah pemasok jangkrik terbesar di Indonesia,” Pungkasnya

Penulis: Muhammad Idris

Editor: Muhammad Nurseha