Arsip Tag: Kamtibmas

Cegah Balap Liar dan Bubarkan Pesta Miras di Pesisir Pantai, Petugas Amankan Pasangan Muda-Mudi

Lingkar.co – Polres Jepara | Suasana sunyi di pesisir Pantai Bandengan, Jepara, terusik oleh aktivitas negatif sekelompok pemuda pada Minggu (19/4/2026) dini hari.

Tim Patroli Presisi Siraju Polres Jepara yang tengah menyisir wilayah rawan mendapati sejumlah pasangan muda-mudi tengah asyik berpesta minuman keras (miras) di kawasan wisata tersebut.

​Patroli yang dimulai sejak Sabtu malam ini merupakan komitmen Polres Jepara dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui Patroli Presisi Siraju.

Dipimpin langsung oleh Ipda Hariyono, tim gabungan dari Sat Lantas, Sat Samapta, Sat Reskrim, hingga Sat Intelkam bergerak menyisir titik-titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

​Sekitar pukul 01.30 WIB, petugas yang masuk ke area Pantai Bandengan dikagetkan dengan kerumunan pasangan muda-mudi. Bukannya menikmati angin malam dengan positif, mereka justru kedapatan mengonsumsi minuman keras.

​Alih-alih langsung melakukan tindakan represif, Tim Siraju mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Para pemuda tersebut diberikan pemahaman mengenai bahaya miras serta risiko tindak kriminalitas yang kerap bermula dari pengaruh alkohol.

​”Kami berikan edukasi bahwa tindakan mereka tidak hanya merusak diri sendiri, tapi juga berpotensi memicu keributan. Setelah didata dan diberi imbauan kamtibmas, mereka kami perintahkan untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kepala Tim Patroli Siraju Ipda Hariyono.

​Tak hanya di Pantai Bandengan, sebelumnya pada pukul 00.00 WIB, tim juga membubarkan aksi serupa di Pantai Kartini dan memberikan arahan kepada sejumlah klub motor agar tetap tertib di jalanan.

​Bergerak menuju dini hari, Tim Siraju juga menyambangi kawasan Kali Tekuk untuk mengantisipasi aksi balap liar. Di sana, petugas kembali membubarkan kerumunan pemuda yang disinyalir hendak melakukan adu kecepatan ilegal yang meresahkan warga.

​”Kegiatan ini rutin kami lakukan untuk memastikan masyarakat merasa aman, terutama pada jam-jam rawan di akhir pekan. Kami meminta para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak keluyuran hingga larut malam, apalagi sampai terjerumus ke hal negatif seperti miras,” tutup Ipda Hariyono.

(*)

Tambah Penerangan, Dukung Keamanan di Kawasan Taman Lalu Lintas Kota Bandung

Lingkar.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung merespons arahan Wali Kota dengan bergerak cepat menindaklanjuti untuk meningkatkan penerangan di kawasan Taman Lalu Lintas.

Langkah ini dilakukan guna mendukung kenyamanan dan keamanan masyarakat, khususnya saat beraktivitas di malam hari.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi menjelaskan, pengerjaan dilakukan segera setelah arahan diberikan dalam rapat pada Rabu lalu.

“Ini menindaklanjuti rapat dengan Bapak Wali Kota. Kami langsung bergerak ke lapangan sejak Kamis untuk melakukan pemasangan penerangan di kawasan Taman Lalu Lintas,” ujar Panji di Taman Lalu Lintas, Kota Bandung, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menjelaskan, pada sisi Jalan Kalimantan, pihaknya tidak membangun tiang baru, melainkan memanfaatkan tiang mandiri yang sudah ada dengan menambahkan setang lampu untuk memperluas jangkauan pencahayaan, khususnya ke area pedestrian.

“Tiangnya sudah tersedia, jadi kami tambahkan setang untuk menerangi jalur pejalan kaki agar lebih aman dan nyaman,” jelasnya.

Sedangkan untuk sisi Jalan Belitung, kondisi penerangan dinilai sudah memadai karena terbantu oleh lampu penerangan dari kawasan sekitar.

Namun, peningkatan signifikan dilakukan di sisi Jalan Sumatra dan Jalan Aceh melalui pembangunan titik-titik lampu penerangan jalan umum (PJU) baru.

“Total ada 30 titik PJU baru yang dibangun, terdiri dari 20 titik di Jalan Sumatra dan 10 titik di Jalan Aceh. Sedangkan di Jalan Kalimantan ada 8 titik yang kita optimalkan dengan penambahan setang,” ungkap Panji.

Meski secara umum pekerjaan telah rampung, Panji mengakui masih terdapat tahap perapian, khususnya di sisi Jalan Kalimantan.

Hal ini disebabkan kendala cuaca hujan yang sempat menghambat proses pengerjaan selama dua hari.

Selain pemasangan lampu, Dishub juga memperbaiki fasilitas pendukung seperti handhole yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan akibat vandalisme dan pencurian.

“Kami temukan banyak tutup handhole yang hilang atau rusak. Sekarang sudah kami ganti dan bahkan kami las untuk mengantisipasi aksi pencurian kembali,” katanya.

Panji pun mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah.

Ia berharap keberadaan penerangan ini dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga. Ini fasilitas bersama yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas seperti olahraga atau sekadar berjalan santai di malam hari,” tuturnya.

Salah seorang warga, Suherman (asal Naripan) mengaku senang dengan adanya peningkatan fasilitas di kawasan tersebut. Ia menilai perbaikan penerangan dan infrastruktur jalan memberikan dampak positif bagi kenyamanan masyarakat.

“Saya senang ada perhatian dari Pemkot Bandung. Kalau tidak diperbaiki, mungkin akan terlihat kumuh. Sekarang jadi lebih bersih dan terang, jadi makin semangat olahraga,” ujarnya.

Dengan adanya penataan dan peningkatan penerangan ini, kawasan Taman Lintas diharapkan menjadi ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan menarik bagi warga Kota Bandung. (*)

Komitmen Wujudkan Batur Zero Miras, Tokoh Masyarakat Banjarnegara Gelar Deklarasi

Lingkar.co – Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan, mendeklarasikan komitmen mewujudkan wilayah ‘Batur Zero Miras’ (Nol Persen Minuman Keras).

Deklarasi tersebut dilakukan seusai forum musyawarah yang digelar di Aula Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Kamis (9/4/2026).

Camat Batur, Agung Hermawan, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan aspirasi murni dari bawah. Dukungan mengalir dari berbagai pihak, termasuk MWCNU, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, unsur pendidikan, hingga organisasi perempuan.

“Ini adalah bukti masyarakat yang bermartabat. Ketika otak saja tidak cukup, hati dipakai. Kami ingin memastikan generasi muda Batur unggul, berakhlak, dan tidak terkontaminasi miras, langkah ini telah kami laporkan kepada Ibu Bupati dan mendapatkan dukungan penuh,” Kata Agung Hermawan.

Enam Tuntutan Utama

Dalam deklarasi tersebut, koordinator aksi Muhammad Hadi Purwanto, membacakan enam poin tuntutan aksi yang menjadi landasan gerakan. Tuntutan ini bertujuan menciptakan payung hukum yang kuat dan efek jera bagi para pelanggar.

Adapun poin-poin utama tuntutan tersebut meliputi Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) di seluruh wilayah Kecamatan Batur terkait larangan peredaran miras dan obat terlarang, Komitmen Kolektif antara Forkopimcam, ormas, dan tokoh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dari miras. Serta Pembinaan Tegas terhadap pihak yang diduga terlibat penjualan miras melalui pernyataan berhenti secara terbuka dan tertulis.

Tuntutan lainnya yaitu Integritas Aparat melalui pernyataan resmi untuk tidak terlibat dalam peredaran miras dan Mekanisme Pengawasan yang menjamin perlindungan bagi pelapor serta adanya hak partisipasi masyarakat dalam penertiban yang terkoordinasi dengan aparat berwenang.

Hadi juga mengingatkan bahwa pengedar miras bekerja secara terorganisir, sehingga masyarakat harus lebih kompak.

“Jika kita pecah sementara mereka bekerja sama, tentu kita akan kalah,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat terhadap potensi tindak kriminalitas yang dipicu oleh miras, seperti kekerasan dan pencurian.

“Minuman keras adalah biang kejahatan. Kami ingin memperbaiki personal yang terlibat agar bisa berubah menjadi baik dan tidak mengulangi perbuatannya,” tutur Hadi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kasatpol PP Banjarnegara, Fajar Nidaul Syarifah, memberikan apresiasi tinggi. Ia berharap Kecamatan Batur dapat menjadi role model bagi wilayah lain di Banjarnegara dalam hal ketertiban umum.

“Satpol PP berkomitmen melakukan patroli rutin dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Saat ini, kami juga tengah mengkaji revisi Perda agar selaras dengan KUHP Baru (UU No. 1/2023), untuk memastikan penegakan hukum di lapangan memiliki dasar yang lebih kuat,” kata Fajar.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan naskah rumusan tuntutan kepada pihak Kecamatan. Masyarakat berharap, deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal baru bagi Batur yang lebih religius, aman, dan bersih dari pengaruh negatif alkohol.

Deklarasi Kecamatan Batur bebas Miras juga dihadiri Anggota DPRD Banjarnegara Ibrahim, Perwakilan Kesbangpolinmas Banjarnegara, Satpol PP Banjarnegara, Forkompimca Kecamatan Batur, Kepala Desa se Kecamatan Batur,Tokoh Masyarakat, tokoh agama , Pemuda dan organisasi wanita Kecamatan Batur. (*)

Kring Pagi Satpol PP Kabupaten Jombang Tertibkan Parkir Siswa Sekolah

Lingkar.co – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang menggelar aksi simpatik melalui program “Kring Pagi” yang menyasar area-area vital di pusat kota, Selasa (31/3/2026) pagi.

Fokus utama dalam kegiatan kali ini adalah penataan parkir siswa yang ada di seputaran Alun-alun Jombang, khususnya bagi pelajar SMKN 2, SMAN 1, dan SMPN 2.

Langkah tersebut diambil guna mengembalikan fungsi Alun-alun sebagai ruang publik yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum tanpa terkendala kepadatan kendaraan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jombang, Samsudi, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Miftahul Ulum, selaku pengelola Aset Alun-alun Jombang menjelaskan, penertiban ini telah didahului dengan koordinasi yang intensif antara petugas dan pihak sekolah.

Ia menyatakan memahami bahwa pada hari-hari tertentu, seperti hari Senin, kebutuhan lahan parkir sekolah meningkat drastis.

“Kami sudah turun langsung memberikan imbauan ke sekolah-sekolah di kawasan Alun-alun. Seperti di SMKN 2, kami memaklumi jika hari Senin halaman sekolah digunakan untuk upacara atau apel, sehingga kapasitas parkir tidak mencukupi,” terang Samsudi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak sekadar melarang, namun telah duduk bersama pihak sekolah untuk mencari jalan keluar.

“Sosialisasi dan rapat koordinasi sudah kami laksanakan. Saat ini tinggal aplikasi di lapangan dan akan terus kami lakukan evaluasi bersama agar kebijakan ini berjalan baik bagi semua pihak,” jelasnya.

Samsudi, juga menegaskan bagi sekolah yang memiliki keterbatasan lahan parkir, pemerintah telah menginisiasi kerja sama dengan pihak eksternal.

“Kami ingin para pelajar merasa aman saat menuntut ilmu. Oleh karena itu, bagi sekolah yang lahan parkirnya terbatas, kami arahkan untuk bekerja sama dengan Takmir Masjid Baitul Mukminin, untuk dapat parkir di Islamic Center. Di sana parkir lebih terjamin keamanannya, tertata, dan yang terpenting motor siswa tidak kehujanan,” ujarnya.

Selain penataan parkir, langkah ini juga bertujuan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi perilaku bolos sekolah, sehingga memastikan para pelajar tetap berada di lingkungan pendidikan selama jam pelajaran berlangsung.

Patroli kemudian dilanjutkan ke beberapa titik simpul kemacetan dan gangguan ketertiban. Di pertigaan PG Jombang Baru, petugas memberikan sosialisasi kepada para pengamen agar aktivitas mereka tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Veronica, Perempuan Pertama Jabat Kapolres Batang

Lingkar.co – Mantan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kota Salatiga, AKBP Veronica resmi menjabat Kapolres Batang sekaligus mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan secara resmi melepas AKBP Edi Rahmat Mulyana yang akan mengemban tugas baru sebagai Wadirreskrimsus Polda Jawa Barat.

Veronica mengaku tidak fasih berbahasa Jawa. Selain itu, ia juga memiliki kepribadian yang terbuka dan memiliki nada bicara yang lantang.

“Saya asli Palembang, jadi mohon dimaklumi apabila dialek saya tidak sehalus bahasa Jawa. Saya memang dikenal dengan gaya bicara yang tegas dan terkadang meledak-ledak,” ungkapnya dalam kegiatan pisah sambut yang digelar di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026) malam.

Meski memiliki latar belakang budaya yang berbeda, ia menegaskan rasa bangga bisa bertugas di ‘Bumi Alas Roban’ Batang. Ia berkomitmen untuk menjaga warisan stabilitas yang telah ditinggalkan pendahulunya.

“Ke depan, kami akan meneruskan apa yang sudah baik dilakukan oleh Pak AKBP Edi Rahmat Mulyana. Program yang sudah berjalan dengan baik akan kita tingkatkan, sedangkan yang belum sempat dilaksanakan akan kita perbaiki dan sempurnakan bersama-sama,” tegasnya.

Nampaknya, Veronica cukup akrab dengan pendahulunya di Polres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana yang ia panggil ‘Kang Eday’ dalam sambutan yang mengapresiasi kinerja Edi Mulyana.

“Saya yakin Kang Eday, AKBP Edi Rahmat Mulyana, sebentar lagi akan pecah bintang menjadi Kombes dengan promosi sebagai Wadir Krimsus Polda Jawa Barat. Semoga nanti saya bisa menyusul,” harapnya.

Sementara, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menyambut baik pergantian kepemimpinan di institusi kepolisian Batang. Ia juga mengapresiasi pengabdian AKBP Edi yang menurutnya bukan sekadar menjaga angka kriminalitas. Lebih dari itu juga membangun pondasi sosial yang kuat.

Faiz menilai, Edi mampu menjaga wilayah strategis seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tetap kondusif di tengah dinamika pembangunan yang masif.

“Sinergitas yang Bapak bangun bersama Forkopimda telah tumbuh menjadi ikatan kekeluargaan yang erat, mengimplementasikan semangat ‘Guyub Rukun’ di Batang,” katanya.

Acara ini dihadiri lengkap oleh unsur Forkopimda, mulai dari pimpinan DPRD hingga Dandim 0736 Batang ini, ditutup dengan jabat tangan erat sebuah simbol bahwa meski pemimpin berganti, sinergi untuk menjaga keamanan Batang tetap menjadi prioritas utama. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Berbagi Kasih Dengan Difabel, Irjen Pol Ahmad Pastikan Investasi Rasa Aman

Lingkar.co – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, dirinya ingin kepolisian melakukan investasi rasa aman kepada masyarakat. Oleh karena itu saat melakukan Safari Kamtibmas di Pemalang, ia juga berbagi kasih dengan penyandang disabilitas atau difabel.

“Pada kesempatan ini, saya datang untuk memastikan wilayah Pemalang dan daerah lainnya mampu membuat investasi yaitu rasa aman di tengah masyarakat,” ungkap Kapolda Jateng dalam kegiatan yang digelar di Regina Hotel, Kabupaten Pemalang pada Rabu (12/6/2024) pagi.

“Ini kewajiban kita semua yang ada di ruangan, tidak hanya TNI Polri dan Muspida. Namun juga tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya

Menurut Kapolda Jateng, rasa aman merupakan bentuk investasi yang berdampak baik bagi perekonomian masyarakat. Salah satunya dapat memancing investor dan menunjang kemajuan daerah. Oleh karena itu rasa aman tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI Polri, namun juga elemen masyarakat

“Pembangunan di suatu daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD, perlu dukungan investor, baik nasional maupun daerah. Dengan adanya jaminan keamanan yang kita berikan, akan mendorong para investor untuk ikut menanamkan modal dalam rangka pembangunan daerah tersebut,” terangnya.

Dengan demikian, katanya, akan membuat masyarakat Jawa Tengah mampu melakukan explorasi dan menggali potensi besar yang dimiliki. Ia lantas mennyontohkan sinergitas yang dilakukan segenap elemen masyarakat pada saat penanggulangan Covid-19.

“Tanpa keterpaduan, krisis kesehatan yang dialami masyarakat akan berimplikasi pada krisis ekonomi. Krisis ekonomi akan menimbulkan krisis keamanan yang akhirnya mengganggu stabilitas harkamtibmas,” paparnya.

Oleh karena itu, gerak sinergi TNI Polri, Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat mampu menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah. Sejalan dengan hal itu kondisi perekonomian masyarakat juga berangsur pulih pasca Covid-19. “Keterpaduan dan kolaborasi ini juga dibutuhkan guna menyukseskan Pilkada yang akan datang,” ujarnya.

Kapolda menyebut bahwa pemilu adalah arena konflik yang sah untuk mendapatkan kekuasaan yang dilindungi undang undang. “Pemilu kemarin kita telah laksanakan Operasi Mantap Brata yang berjalan sukses dan lancar. Pemilu di Jawa Tengah berlangsung aman karena kita memiliki asas yang namanya gotong royong, oleh karena itu dengan gotong royong pula kita akan mensukseskan Pilkada ke depan ” pungkasnya

Pada kesempatan itu, Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada para diafa dan bantuan kursi roda untuk penderita sakit menahun yang membutuhkan alat bantu. Ia berharap bantuan tersebut bermanfaat. Juga memberikan dampak positif agar semakin produktif dan memiliki motivasi tinggi, khususnya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Konsolidasi Tiga Pilar, Mbak Ita Pastikan Pemkot Siap Terlibat Jaga Kamtibmas

Lingkar.co , Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang siap terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Hal itu disampaikan Mbak Ita sapaannya saat Konsolidasi Tiga Pilar di Gedung Serba Guna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Kota Semarang, Rabu (15/5/2024).

Tiga pilar yang dimaksud dalam pertemuan ini yaitu TNI (Babinsa), Polri (Babinkamtibmas), dan Kelurahan (Pemerintah Daerah) yang nantinya menjadi ujung tombak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

Dalam kesempatan itu, hadir juga Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng Brigjen Agus Suryonugroho dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng serta personel TNI-Polri.

Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka pengamanan tahapan-tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Mbak Ita mengaku jika pihaknya akan siap mensupport kebutuhan penanganan-penangan pengamanan.

“Mendampingi bapak Kapolda bersama Forkopimda Kota Semarang bersama-sama bersilaturahmi mengenai tiga pilar Kota Semarang. Kita sama-sama support dan dukungan tiga pilar Kota Semarang termasuk dari sisi pengamanan Pilpres lalu dan nanti ke depan Pilkada serentak,” ujarnya.

Konsolidasi ini juga diharapkan bisa mempererat hubungan agar pelayanan-pelayanan kepada masyarakat selalu prima. Ke depan, Mbak Ita menyebut jika akan selalu siap bekerja sama memajukan Kota Semarang.

“Kami matursuwun kepada bapak Kapolda yang selalu memberikan arahan untuk tiga pilar Kota Semarang,” terangnya.

Sementara Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, jika tiga pilar dikumpulkan dalam rangka persiapan Operasi Mantap Praja pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Kegiatan ini dilakukan terpusat serentak sampai tingkat kota/kabupaten.

Fokus yang dilakukan masing-masing setiap daerah harus mampu menyiapkan skema-skema pengamanan Pemilu Pilkada mendatang. Untuk di Polda Jateng sendiri sudah menyiapkan Sispamkota sampai SispamVVIP.

“Terakhir konsolidasi paling bawah yaitu tiga pilar wujudkan keamanan di wilayah paling kecil. Kalau paling kecil kita amankan, saya yakin untuk wilayah kabupaten kota akan aman. Semua pasukan akan melakukan kegiatan, Kapolres, Dandim dan Bupati/Wali Kota akan mengamankan wilayah termasuk KPU,” imbuhnya. (ADV)

Ada Gangguan Kamtibmas? Ini, Catat Nomor Layanan Hotline Polres Blora dan Polda Jateng

BLORA, Lingkar.co – Kepolisian Resort (Polres) Blora membuka layanan hotline bagi warga yang mengalami gangguan keamanan, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi meminta masyarakat tidak segan untuk memanfaatkan nomor layanan hotline Polres Blora.

“Jadi, kami ingin masyarakat tak segan-segan memanfaatkan layanan pengaduan Polri, baik call center maupun melalui WA, dan pasti semua laporan, saran maupun permasalahan akan ditindaklanjuti oleh Polri,” kata Fahrurozi kepada Lingkar.co, Rabu (8/2/2023).

Lebih lanjut, Fahrurozi menuturkan, pihaknya membuka layanan hotline sebagai usaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tentunya dalam pelaporan nanti sesuai data dan fakta.

“Perlu dipedomani bahwa laporan yang disampaikan harus benar dan juga disertai dengan identitas lengkap pelapor,” tuturnya.

“Sebab, ini sebagai wujud pertanggungjawaban moral dari pelapor. Hal ini guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan di kemudian hari,” lanjutnya.

ia berharap masyarakat Kabupaten Blora bisa ikut berpartisipasi untuk menginformasikan kepada polisi, daerah mana saja yang rawan kejahatan.
Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi. Foto: istimewa

Selain itu, Fahrurozi menerangkan, tujuan membuka layanan pengaduan masyarakat tersebut juga agar informasi dapat tersampaikan atau diterima lebih cepat.

Dengan demikian, memudahkan masyarakat dalam memberikan masukan dan saran. Juga memudahkan kepolisian dan menerima informasi yang cepat dan akurat.

“Tak hanya itu, layanan ini juga sekaligus bermaksud supaya masyarakat mendapatkan edukasi sebagai wujud pelayanan Polri, khususnya di kabupaten Blora,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat Kabupaten Blora bisa ikut berpartisipasi untuk menginformasikan kepada polisi, daerah mana saja yang rawan kejahatan.

Dengan begitu, lanjutnya, polisi bisa langsung menyelidiki dan menindaklanjuti laporan tersebut.

Ia contohkan, apabila masyarakat menemukan aksi premanisme, pungli, ataupun tindak kriminal lain, bisa langsung menghubungi layanan hotline pengaduan Call Center polri di 110.

Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi di nomor layanan pengaduan Kapolda Jateng 08158751157,

Layanan pengaduan Kapolres Blora 081229182739, atau layanan pengaduan polres Blora 082299666110. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat