Arsip Tag: Kecamatan Berdaya

Dukung Kecamatan Berdaya, Ning Nawal Bentuk Relawan Perunggu

Lingkar.co – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah menggelar Pelatihan Paralegal selama dua hari, 22–23 November 2025, sebagai upaya memperkuat pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak di Jawa Tengah.

Delegasi 50 peserta dari 38 organisasi anggota BKOW nantinya akan dibentuk relawan Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (Relawan Perunggu).

Ketua Umum BKOW Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) mengatakan, pelatihan itu menjadi salah satu program strategis, untuk menjawab tingginya angka kekerasan di Jawa Tengah. Menurutnya, keberadaan paralegal sangat dibutuhkan untuk mendampingi korban di tingkat komunitas.

“Pelatihan ini menjadi jawaban atas isu strategis, terutama tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami melatih paralegal dari 38 organisasi anggota BKOW, karena ini potensi besar,” ujar Ning Nawal, saat Pembukaan Pelatihan Paralegal untuk membentuk relawan Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (Relawan Perunggu), di Hotel Siliwangi, Sabtu (22/11/2025).

Dia menjelaskan, para lulusan pelatihan diharapkan dapat memberikan pendampingan dasar, mulai dari informasi hukum, rujukan layanan, hingga dukungan sosial bagi korban di lingkungan masing-masing. Pendampingan tersebut, lanjut Nawal, tidak boleh berhenti pada pelatihan, tetapi harus didukung ekosistem pemulihan yang berkelanjutan.

Istri Wakil Gubernur Jateng ini juga menyoroti pentingnya penguatan budaya yang lebih sadar terhadap isu kekerasan, pembentukan Pos Bantuan Hukum yang sudah diresmikan Kemenkumham di Jawa Tengah, serta pemahaman psikologi dan ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya menyeluruh.

“Ekosistem penanganan harus lengkap, mulai dari layanan hukum, pemulihan psikologis, sampai penguatan keluarga. Semua itu dibutuhkan, agar korban mendapatkan keadilan dan pemulihan yang layak,” tegasnya.

Sebagai informasi, pelatihan paralegal BKOW Jateng diikuti organisasi yang belum pernah menyelenggarakan kursus paralegal, belum pernah mengikuti pelatihan sejenis, serta organisasi dari sektor eks-karesidenan Semarang.

Keberadaan kader paralegal juga untuk mendukung peran Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) dalam program Kecamatan Berdaya, yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Sebut Semarang Masih Marak Gangster dan Kreak, Wagub Jateng Minta Pembinaan Pendidikan Karakter

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menilai fenomena gangster dan geng motor atau yang lebih akrab disebut kreak-kreak masih marak di kota Semarang. Memperhatikan dinamika tersebut, Gus Yasin menyebut perlunya pendekatan pembinaan berbasis karakter untuk menanggulangi persoalan yang kerap kali melibatkan anak di bawah umur..

“Kita anggap kenakalan remaja ini masih timbul-tenggelam, kumatkumatan. Dan yang sekarang muncul ini, banyak anak di bawah usia yang hanya ikut-ikutan,” ungkapnya saat acara Halal Bihalal dan Harlah ke-79 Muslimat NU Kota Semarang, Sabtu, (17/5/2025).

Wagub lantas menawarkan solusi dengan menggagas pendekatan berbasis pendidikan agama. Karena menurut dia, jika pendekatan kreatif tak lagi mempan, anak-anak tersebut bisa difasilitasi untuk belajar di pesantren atau boarding school.

“Di Provinsi Jawa Tengah ini, kita punya program yang namanya Kecamatan Berdaya. Program ini tidak hanya menyasar perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, tapi juga mencakup anak-anak zilenial,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, menurut Yasin program Kecamatan Berdaya bisa menjadi pintu masuk untuk menjangkau mereka, dengan membentuk karakter yang lebih baik melalui kegiatan positif berbasis komunitas.

“Sekarang ini banyak kasus gangster yang pelakunya anak-anak muda, generasi zilenial. Kenapa mereka nggak kita arahkan ke kegiatan yang lebih kreatif dan positif saja? Kalau memang sudah sulit ditangani, kita bisa ajak kerja sama dengan Muslimat, Aisyiyah, atau pondok pesantren untuk memberikan edukasi. Kita fasilitasi mereka ke pesantren (atau boarding school), bukan sekadar untuk disiplin, tapi juga agar mereka paham nilai-nilai keagamaan—apapun agamanya,” jelasnya.

Politisi asal Sarang ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam upaya membina generasi muda dan menjaga ketahanan sosial masyarakat. “Kami rangkul semua elemen, termasuk Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Aisyiyah, semua kami beri ruang,” tuturnya.

Sebagai informasi, Nawal Arafah Yasin hadir memberikan pesan-pesan keagamaan atau Mauidhoh Hasanah dalam acara tersebut. Hadir juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Anasom dan perwakilan organisasi NU serta Muhammadiyah. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Jadikan Kecamatan Pusat Ekonomi dan Kreativitas, Gubernur Luncurkan Kecamatan Berdaya,

Lingkar.co – Kecamatan memiliki peran signifikan menjadi pusat kemajuan perekonomian dan kreativitas masyarakat. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meluncurkan program Kecamatan Berdaya di di Taman Cerdas Jebres Surakarta, Rabu, (23/4/2025).

Menurut Gubernur, program ini bakal menjadi epicentrum pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak, kaum disabilitas, hingga anak-anak muda potensial. Singkatnya, kecamatan menjadi kepanjangan tangan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Program ini akan secara langsung menyiapkan ekonomi kreatif, pelatihan tepat sasaran sesuai potensi, mendorong santripreneur, tani milenial, internet desa, konten kreator. Termasuk mendorong sekolah bebas perudungan dan kekerasan.

Kecamatan Berdaya juga dilandasi adanya kesadaran pemerintah yang tidak mampu menjangkau jumlah desa/kelurahan di Jateng yang lebih dari 8.000. Maka program ini diharapkan semakin mengefektifkan pembangunan di daerah.

“Provinsi kalau mau langsung menyentuh desa, tidak mampu. Jumlah desa/kelurahan 8 ribuan, tapi kalau camat, mampu,” ujar Ahmad Luthfi di acara Pencanangan ‘Kecamatan Berdaya’ dan peluncuran Kartu Zilenial dan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak di Taman Cerdas Jebres Surakarta, Rabu, 23 April 2025.

Secara teknis gubernur menjelaskan, dalam pengembangan potensi empat kelompok tadi, maka akan diberikan pelatihan maupun konseling. Masing-masing kelompok harus tumbuh dan nanti bisa mandiri. Lebih jauh, mereka diharapkan memiliki efek domino memajukan masing-masing wilayah.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, KAI Daop 4 Semarang Lakukan Berbagai Upaya Jaga Pelestarian Lingkungan

Selain pelatihan sesuai potensi, meraka juga dipertemukan dengan akademisi hingga wirausaha. Saat ini jumlah kecamatan berdaya sudah ada 4 kecamatan di tiap kabupaten dan kota. “Ini role model. Bupati dan wali kota nantinya bikin SK (Surat Kelutusan) kecamatan mana yang akan ditugaskan,” jelasnya.

“Tak ada lagi kelompok yang tidak diopeni. Anak-anak muda potensial juga diwadahi. Isinya program maupun konseling,” sambungnya.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Koordinasi Kecamatan Berdaya Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, program ini menyatukan komitmen berbagai sumberdaya. Mulai dari pemerintahan, desa, kelurahan, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha untuk memberayakan perempuan, anak, disabilitas dan anak anak muda.

Kecamatan Berdaya juga bertujuan mengintegrasikan kepentingan atau aspirasi serta hak-hak dalam perencanaan pembangunan. Termasuk penguatan dalam pelayanan publik dalam tata ruang wilayah dan wujudkan pembangunan berkeadilan, inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui Program Kecamatan Berdaya, Gubernur dan Wakil Gubernur memperhatikan kelompok rentan, perempuan, anak, disabiliitas, anak muda kreatif tidak ditinggalkan dalam pembangunan Jateng,” kata Nawal.