Arsip Tag: Gubernur dan Wagub

Pemprov Jateng Terapkan SOTK Baru, Sejumlah Dinas Digabung untuk Percepat Program Pembangunan

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memberlakukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang ditandai dengan penggabungan sejumlah dinas strategis, termasuk urusan pertanian dan peternakan, untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, penataan organisasi tersebut bertujuan untuk mendukung akselerasi program prioritas daerah yang sejalan dengan visi dan misi nasional.

“Ini untuk akselerasi dan menyesuaikan nomenklatur pemerintah pusat. Contohnya, urusan pertanian digabung dengan peternakan. Jadi kita sesuaikan dengan visi misi pusat,” ujar Ahmad Luthfi usai melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 1.049 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng, di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (15/1/2026).

Pelantikan tersebut mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, serta Pejabat Pengawas. Dari total pejabat yang dilantik, 46 orang merupakan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, yang terdiri atas 37 pejabat yang dikukuhkan kembali dan sembilan pejabat hasil rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Selain itu, 380 pejabat dilantik sebagai Pejabat Administrator dan 623 sebagai Pejabat Pengawas.

Penataan SOTK meliputi penggabungan sejumlah urusan strategis, pembentukan dinas baru, serta penguatan fungsi perangkat daerah, khususnya di sektor infrastruktur.

Salah satu perubahan utama adalah pembentukan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) yang mengintegrasikan tiga urusan dalam satu perangkat daerah. Dinas tersebut dipimpin Hanung Triyono.

Pemprov Jateng juga menggabungkan urusan pertanian dan peternakan dalam Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), termasuk sektor perkebunan. Dinas ini dipimpin oleh Defransisco Dasilva Tavares.

Sementara itu, penguatan sektor infrastruktur dilakukan melalui konsolidasi fungsi pekerjaan umum dan penataan ruang dalam Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dipimpin Henggar Budi Anggoro.

Penataan organisasi juga berdampak pada sejumlah dinas strategis lainnya, seperti Dinas Pendidikan yang dipimpin Sadimin dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga di bawah kepemimpinan Muhamad Masrofi.

Ahmad Luthfi menegaskan, penyesuaian struktur organisasi turut diikuti dengan pengaturan kebutuhan kantor dinas. “Kantor dinas sudah kita bagi,” katanya.

Ia berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat segera beradaptasi dengan struktur baru serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami berharap pejabat yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi dengan integritas dan profesionalisme, terutama dalam melayani masyarakat, baik secara administratif maupun operasional,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku jabatan guna menciptakan birokrasi yang solid dan efektif.

“Siapapun pejabat baru harus bisa berkolaborasi dengan pejabat lainnya, sehingga tercipta birokrasi yang berbasis kerja tim,” katanya. (*)

Lindungi Lumbung Pangan, Pemprov Jateng Siapkan Program Petani Muda Gajian

Lingkar.co – Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya melindungi lumbung pangan dengan memberikan perlindungan terhadap lahan pertanian dan regenerasi petani.

Ia mengakui, generasi muda lebih banyak yang memilih bekerja sebagai buruh pabrik daripada menjadi petani. Menurut dia, hal itu lantaran tidak ada kepastian masa depan jika menjadi petani.

“Salah satu program Gubernur itu ada Kartu Zilenial yang membuat beberapa klaster pemuda. Nah di situ ada salah satu program yang namanya Petani Muda Milenial Gajian,” katanya saat jumpa pers usai kegiatan Outlook 2026: Refleksi, Capaian, dan Tantangan Pembangunan Jawa Tengah di Chanadia Cipta Rasa, Jl. Erlangga, Kota Semarang, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, konsep tersebut dimulai dari akses permodalan kredit yang ringan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Dinas Pertanian mendampingi dalam mengolah lahan, dan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) berperan dalam asuransi serta memberikan jaminan kepastian pasar. Dengan demikian, petani tidak merasa dirugikan

“Karena kan yang dikhawatirkan kita-kita yang generasi muda itu kan tidak adanya kepastian. Nah, pertanian ini harus dipastikan dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Ia mengakui hal itu sebagaimana paparan Guru Besar Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Firmansyah yang menyampaikan pada umumnya petani memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. Sehingga, mereka hanya mengandalkan bantuan pupuk, alsintan dan sebagainya. Petani juga kerap dirugikan dengan rendahnya harga panen, meskipun harga pasaran sedang melambung tinggi.

Sebelumnya, Zulkifli dalam kegiatan tersebut memaparkan, pada tahun pertama kepemimpinan Ahmad Luthfi, berbagai capaian strategis telah diraih. Selain layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga masuk 10 besar nasional.

“Pertumbuhan ekonomi ini sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RKPD Perubahan 2025,” ujarnya.

Ia juga menyebut, realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan III 2025 mencatatkan serapan tenaga kerja tertinggi dibanding provinsi lain di Pulau Jawa.

Menanggapi tantangan ke depan, Zulkifli menegaskan pentingnya menyiapkan industri berkelas tinggi (high class industry) dengan tenaga kerja yang memiliki kualitas dan keterampilan mumpuni.

“Ke depan, penurunan kemiskinan tidak hanya soal orang bekerja, tetapi juga kualitas pekerjaan dan pengetahuan tenaga kerjanya. Ini menjadi PR besar Jawa Tengah,” tandasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Gelar Anugerah Insan Pertanian 2025, Jateng Pamer Potensi Pertanian dan Gandeng Generasi Muda

Lingkar.co – Untuk mengangkat sektor pertanian agar lebih bergengsi dan berdaya ekonomi tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menggelar Anugerah Insan Pertanian 2025.

Ajang itu juga menjadi momentum menunjukkan kemampuan pertanian Jateng, dalam memasok kebutuhan pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, ajang tersebut bertujuan menggugah minat generasi muda untuk melirik sektor pertanian. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi beragam komoditas unggulan.

“Ini karena kami ingin membangun semangat anak-anak muda, bahwa pertanian merupakan peluang besar untuk mendapatkan pendapatan yang lebih,” ujarnya, di Balairung Hotel Novotel Semarang, Kamis (27/11/2025) malam.

Frans, sapaannya, menjelaskan, pertanian modern menghadapi tantangan penyempitan lahan. Namun, perkembangan teknologi mampu meningkatkan hasil pertanian.

Hal itu terlihat dari prognosa produksi padi di Jateng pada 2025, yang diperkirakan naik. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik, produksi Gabah Kering Panen (GKP) hingga Desember 2025, diprediksi mencapai 11.362.870 ton atau setara 9.384.982 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Sementara prognosa produksi jagung Jawa Tengah pada periode Januari–Desember 2025 mencapai 3.869.168 ton, meningkat dari 3.282.384 ton pada 2024.

“Kita mengalami peningkatan 493.684 ton dibanding periode yang sama pada 2024, yang mencapai 8.891.297 ton GKG. Kami yakin dengan potensi ini, Jateng bisa menjadi andalan menjaga stabilitas ketersediaan beras, makanan pokok masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Berbagai strategi diterapkan untuk menggenjot produksi padi 2025, antara lain penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, bantuan irigasi, serta adopsi teknologi pertanian.

“Anak-anak muda menguasai teknologi, sehingga sistem pertanian dengan mekanisasi dan teknologi lebih cepat mereka kuasai dan terapkan. Sekarang banyak yang sudah menggunakan drone dan teknologi lainnya,” tutur Fransisco.

Pada ajang itu dibagi menjadi beberapa kategori, seperti petani milenial, pendamping petani, kelompok tani perkebunan petani, produsen benih terbaik, dan daerah, dengan kenaikan indeks pertanian pertanaman padi tertinggi.

Petani Milenial asal Bedono, Maresti Mei Yuniasih, mengaku bangga meraih Juara 1 Komoditas Kopi. Dunia yang ia geluti sejak 2019 itu, kini kian menjanjikan dari sisi ekonomi.

Ia berharap dengan prestasinya, dapat memunculkan lebih banyak petani milenial lain.

“Sekarang banyak anak muda gemar kopi. Dulu harga green bean hanya Rp17.000 dijual ke tengkulak. Tahun ini bisa Rp75.000 untuk biji kopi biasa, sedangkan kopi petik merah sudah mencapai Rp100.000,” ungkap pemilik Kelir Javanese Coffee itu. (*)

Dukung Kecamatan Berdaya, Ning Nawal Bentuk Relawan Perunggu

Lingkar.co – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah menggelar Pelatihan Paralegal selama dua hari, 22–23 November 2025, sebagai upaya memperkuat pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak di Jawa Tengah.

Delegasi 50 peserta dari 38 organisasi anggota BKOW nantinya akan dibentuk relawan Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (Relawan Perunggu).

Ketua Umum BKOW Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) mengatakan, pelatihan itu menjadi salah satu program strategis, untuk menjawab tingginya angka kekerasan di Jawa Tengah. Menurutnya, keberadaan paralegal sangat dibutuhkan untuk mendampingi korban di tingkat komunitas.

“Pelatihan ini menjadi jawaban atas isu strategis, terutama tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami melatih paralegal dari 38 organisasi anggota BKOW, karena ini potensi besar,” ujar Ning Nawal, saat Pembukaan Pelatihan Paralegal untuk membentuk relawan Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (Relawan Perunggu), di Hotel Siliwangi, Sabtu (22/11/2025).

Dia menjelaskan, para lulusan pelatihan diharapkan dapat memberikan pendampingan dasar, mulai dari informasi hukum, rujukan layanan, hingga dukungan sosial bagi korban di lingkungan masing-masing. Pendampingan tersebut, lanjut Nawal, tidak boleh berhenti pada pelatihan, tetapi harus didukung ekosistem pemulihan yang berkelanjutan.

Istri Wakil Gubernur Jateng ini juga menyoroti pentingnya penguatan budaya yang lebih sadar terhadap isu kekerasan, pembentukan Pos Bantuan Hukum yang sudah diresmikan Kemenkumham di Jawa Tengah, serta pemahaman psikologi dan ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya menyeluruh.

“Ekosistem penanganan harus lengkap, mulai dari layanan hukum, pemulihan psikologis, sampai penguatan keluarga. Semua itu dibutuhkan, agar korban mendapatkan keadilan dan pemulihan yang layak,” tegasnya.

Sebagai informasi, pelatihan paralegal BKOW Jateng diikuti organisasi yang belum pernah menyelenggarakan kursus paralegal, belum pernah mengikuti pelatihan sejenis, serta organisasi dari sektor eks-karesidenan Semarang.

Keberadaan kader paralegal juga untuk mendukung peran Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) dalam program Kecamatan Berdaya, yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Pemprov Jateng Gandeng Pendidikan Vokasi Wujudkan Provinsi Penumpu Pangan dan Industri

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak peran dunia pendidikan vokasi untuk berkontribusi nyata dalam mewujudkan Jateng sebagai penumpu pangan dan industri. Inovasi teknologi terapan, hingga keterampilan tenaga kerja yang selaras dibutuhkan saat ini.

”Ini sesuai yang diinginkan Pak Gubernur Ahmad Luthfi, untuk kita kolaborasi bersama-sama dalam menangani problem di Jawa Tengah. Pak Gubernur juga sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah, pun dengan dunia pendidikan vokasi,” kata Sekda Sumarno, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), dalam pembukaan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025, di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Kamis (6/11/2025)..

Kata Sekda, menjadikan Jateng sebagai penumpu pangan dan industri menjadi tantangan tersendiri. Hal itu dikarenakan dua tujuan tersebut tampak seperti bertolakbelakang. Akan tetapi bila keduanya bisa berjalan beriringan, akan menjadi potensi tersendiri bagi Jateng.

”Inilah tantangan kita untuk menjadikannya seimbang, supaya bisa menjadi potensi yang luar biasa di Jawa Tengah,” ucap Sumarno dalam kegiatan yang mengambil tajuk ’Panggung Inovasi Tepat Guna dan Sinergi Multipihak untuk Masa Depan Berkelanjutan’ tersebut.

Dirinya juga menyampaikan rasa terimakasih karena dunia pendidikan vokasi di Jateng baik dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Perguruan Tinggi Vokasi menampilkan karya-karya teknologi terapan. Di antaranya alat pembuat pelet pakan ikan, mesin yang memantau pengembangan tanaman salak, mesin pengolahan ikan, hingga purwarupa alat-alat untuk kebutuhan industri.

”Kami juga minta bantuan dari dunia pendidikan vokasi untuk bisa menyiapkan tenaga kerja yang kompettensinya sesuai dengan industri yang akan masuk di Jawa Tengah,” kata Sumarno.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Saintek), Fauzan, yang hadir mengatakan, keberadaan perguruan tinggi sebagai tempat belajar dan memberikan kontribusi nyata kebutuhan di masyarakat. Di Jawa Tengah, kata dia perguruan tinggi vokasi yang ada telah membentuk untuk menunaikan tugasnya.

”Saya kira ini satu pola kerja sama yang ideal. Kehadiran perguruan tinggi terutama vokasi diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada di Jawa Tengah. Tentu bidang teknologi dan inovasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia mencontohkan, mesin pembuatan pakan ikan (pelet) lele yang dibuat dengan cara kerja sederhana. Akan tetapi memiliki produktivitas, dan kualitas pelet yang bagus. Seperti daya apung pelet yang lebih lama, sehingga meminimalkannya dari terbuang sia-sia.

Dikatakan Fauzan, kementerian terus mendorong upaya-upaya inovasi yang dilakukan oleh dunia pendidikan vokasi. Khususnya yang berkonsentrasi pada inovasi teknologi terapan. Pada arah yang sama, permasalahan sosial di tengah masyarakat juga masih banyak.

”Mulai pengangguran, kemiskinan, kesehatan, stunting, dan lain sebagainya. Ini terus menjadi perhatian bagi perguruan tinggi,” katanya. (*)

Hindari Pinjol Ilegal dan Rentenir, Pemprov Jateng Dorong Serapan KUR untuk UMKM

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) untuk mendorong penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. KUR merupakan dukungan dari pemerintah bagi UMKM melalui pinjaman berbunga rendah dan akses yang lebih mudah.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, dalam puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Jateng 2025 dengan tema Jawara (Jangkau Warga Optimalkan Akses Keuangan), Minggu (2/11/2025) di Halaman Kantor Gubernur Jateng.

Dia mengatakan, tantangan terbesar dalam literasi keuangan bagi UMKM adalah daya tarik rentenir dan pinjaman online ilegal, yang memudahkan konsumen mendapatkan pinjaman. Padahal, di balik kemudahan tersebut terdapat risiko jeratan bunga yang memberatkan.

“Kami di pemerintah provinsi Jawa Tengah tidak akan bisa berjalan sendiri dalam melakukan inklusi keuangan. Melalui kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk industri jasa keuangan dan OJK, untuk tata kelola dan inklusi keuangan yang lebih masif,” kata Sumarno.

Lebih lanjut, Sumarno memberikan apresiasi atas rencana Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, yang tahun depan akan fokus kepada inklusi keuangan untuk kampung nelayan.

“Pemprov Jawa Tengah berterima kasih atas dorongan OJK ke depan menggarap nelayan, literasi dan inklusi kepada nelayan, lebih luasnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Friderica mengatakan, inklusi keuangan di Jawa Tengah di masa yang akan datang akan difokuskan untuk kampung nelayan. Menurutnya, nelayan kesulitan mendapatkan income saat cuaca ekstrem.

“Inklusi keuangan untuk nelayan didorong agar tetap dapat memberikan nafkah pada keluarga saat tidak bisa melaut,” ujar Kiki, sapaan akrabnya.

OJK, lanjutnya, memiliki target untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 98 % sampai dengan tahun 2045. Pihaknya saat ini memiliki tantangan untuk mengorkestrasi agar target tersebut terpenuhi.

“Saat ini tingkat literasi mencapai 66,46 % dan inklusi 80%. Masih terdapat selisih yang signifikan. Melalui sinergi dan kolaborasi, dan juga melibatkan BPS, harapannya rentang tersebut akan semakin berkurang,” kata Kiki.

Kepala Kantor OJK Jawa Tengah Hidayat Prabowo melalui sambutannya, memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan BIK 2025 di Jawa Tengah. Selama BIK 2025 di Jateng, kata dia, telah dilaksanakan 828 kegiatan dan melibatkan sekitar 164.000 peserta. Adapun capaian inklusi keuangan tercatat sebesar Rp 852,98 miliar.

“Melalui Jawara, antusiasme dari masyarakat serta keterlibatan pemangku kepentingan menunjukkan semangat komitmen bersama dalam mewujudkan Jawa Tengah yang maju perekonomiannya dan sejahtera masyarakatnya, ” katanya. (*)

Gubernur Jateng Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025) malam

“Malam ini, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi,” kata Ahmad Luthfi didampingi Taj Yasin.

Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren merupakan komitmen Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yakni lembaga yang anggotanya para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren.

LFSP berperan penting dalam memfasilitasi berbagai program Pemprov Jateng yang, berkaitan dengan dunia pesantren, termasuk seleksi dan pendampingan penerima beasiswa.

Jenis program beasiswa yang diberikan antara lain beasiswa S1 dalam negeri berupa biaya UKT semester 1-8 di universitas yang di Jawa Tengah. Meliputi bidang Kedokteran, Pertanian, Sains, Teknologi, Teknik, Matematika, dan Keislaman.

Berikutnya beasiswa pendidikan vokasi dan S1 Luar Negeri bidang saintek. Negara tujuannya antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China. Fasilitas yang diberikan berupa biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket PP.

Selain itu juga ada beasiswa S1 Luar Negeri untuk double degree bidang sains dan teknologi dan S1 Luar Negeri bidang Keislaman. Kemudian beasiswa S2 Dalam Negeri untuk bidang Keislaman, Humaniora, dan Saintek.

“Beasiswa tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal di dalam negeri tetapi termasuk di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi terutama oleh Gus Yasin,” katanya.

Selain itu, program beasiswa tersebut merupakan realisasi salah satu program prioritas Pemprov Jateng periode 2025–2030 yakni Pesantren Obah untuk mendukung pesantren yang dinamis, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Program Pesantren Obah menjadikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan akhlak dan spiritual tetapi juga pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat.

“Pesantren Obah yang kita lakukan di Provinsi Jawa Tengah akan memberikan berkah kepada para santri karena pesantren tidak hanya mendidik tetapi juga tempat untuk berdakwah. Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri yang bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan,” ujar Ahmad Luthfi.

Jateng Bersholawat merupakan agenda rutin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Khusus malam ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam).

Menurut Ahmad Luthfi, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan atas kontribusi santri, yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat,” katanya.

Dalam Jateng Bersholawat tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 kita kepada khafilah musabaqoh tilawatil qutub Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.

Adapun Jateng Bersholawat tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, Forkopimda Jateng, dan seluruh kepala OPD Pemprov Jateng. Hadir juga sejumlah bupati antara lain Bupati dan Wakil Bupati Kudus selaku tuan rumah, Bupati Pati, Bupati Jepara, Bupati Blora, Bupati Kendal, Bupati Sukoharjo, dan perwakilan bupati daerah lainnya. (*)

Harapkan Pemprov Jateng Libatkan Petani Untuk Wujudkan Reforma Agraria yang Adil

Lingkar.co – Koordinator Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Jateng-DI Yogyakarta, Purwanto berharap, Pemprov Jateng yang dipimpin oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen melibatkan petani dalam pelaksanaan reforma agraria.

Sebab, kata dia, hingga kini masih ditemukan persoalan lahan yang melibatkan sejumlah petani. Olah karenanya, ia berharap Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjadi penyambung suara petani, untuk mewujudkan reforma agraria yang adil.

Ia bersama perwakilan petani dari berbagai wilayah menyampaikan hal itu saat diterima audiensi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno di kompleks Kantor Gubernur Jateng, pada Rabu (24/9/2025).

Lebih jauh ia menjelaskan, para petani ingin Pemerintah Provinsi Jateng bisa menyuarakan permasalahan konflik lahan ke pemerintah pusat dan DPR. Tujuannya agar legislatif mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Reforma Agraria dan membentuk Badan Reforma Agraria yang bertanggung jawab langsung kepada presiden.

Permasalahan lain yang disampaikan petani adalah ingin akses pupuk subsidi dipermudah, serta mengatasi konflik petani dengan satwa. Sebagai contoh, satwa liar monyet ekor panjang di Gunung Merbabu dan Merapi kerap keluar dari hutan untuk memakan tanaman pertanian warga.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Sekda Jateng Sumarno menyerap banyak aspirasi dari para petani pada momentum Hari Tani Nasional 2025 tersebut.

Ia berkata, sejumlah aspirasi petani yang diterima akan diteruskan kepada pihak terkait, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), Perum Perhutani, dan lain-lain.

Ia juga meminta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng untuk bisa mengakomodir langsung aspirasi petani.

Di sisi lain, dia berterimakasih atas peran petani dan para pegiat lingkungan terkhusus dalam menjaga kelestarian Gunung Merbabu dan Merapi. Apalagi, keberadaan gunung-gunung tersebut juga berfungsi sebagai sebagai wilayah serapan air untuk pertanian.

“Nanti masukan-masukannya, tentu saja akan kita laporkan Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Insya Allah akan kita tindak lanjuti sesuai dengan kemampuan dan kewenangan kami. Karena banyak hal memang itu di luar kewenangan dari Pemprov Jateng,” ucapnya. (*)

Gubernur Jateng Pastikan Pelayanan Publik di Jawa Tengah Tidak Terganggu

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjamin pelayanan publik di kabupaten/kota dan provinsi tidak terganggu pascasejumlah aksi yang terjadi beberapa hari terakhir. Akselerasi kinerja juga diharapkan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, melihat situasi saat ini sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, paling utama adalah aktivitas pelayanan masyarakat serta tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penyelenggaraan pemerintahan harus tetap berjalan normal.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab dari kita semua. Penting untuk mereka (aparatur sipil negara) tetap beraktivitas melayani masyarakat, sehingga kalau ada yang membutuhkan pelayanan di kantor itu berjalan normal,” katanya saat ditemui usai Doa Bersama Lintas Agama di Wisma Perdamaian, Minggu (31/8/2025.

Ia menekankan, sejauh ini semua aktivitas di perkantoran berjalan normal. Begitu juga dengan aktivitas akselerasi kinerja yang harus tetap dijalankan oleh seluruh aparatur sipil negara, baik di lingkungan Pemprov Jateng maupun di Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi juga menegaskan, pelayanan publik di Jawa Tengah tidak terganggu. Hal itu juga sudah dikoordinasikan dengan seluruh Bupati dan Wali Kota serta Forkopimda di masing-masing daerah bahwa semua pelayanan publik berjalan normal.

“Ini bentuk kontribusi masyarakat serta aparat keamanan dan pemerintah. Keamanan tidak hanya diciptakan dari unsur pemerintah, tetapi masyarakat lainnya juga harus ikut serta menjamin keamanan itu sendiri, sehingga roda pemerintahan tetap berjalan,” katanya.

Luthfi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Sebab salah satu syarat pembangunan wilayah dapat berjalan dengan baik adalah adanya jaminan keamanan dan ketertiban. Ia yakin masyarakat Jawa Tengah dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan hal itu.

“Saya yakin ini bisa kita wujudkan apabila seluruh lapisan masyarakat bergandengan tangan dalam rangka menurunkan tensi, kemudian memberikan kontribusi, komunikasi dan sebagainya,” katanya.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, peradaban di Nusantara, khususnya di Jawa Tengah, itu dibangun dengan kebersamaan, kedamaian, dan gotong royong. Untuk itu ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah. Di mana saat ini pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sedang bagus, banyak investor yang akan datang, dan banyak peluang usaha dan investasi bermunculan.

“Kita semua berharap ini terwujud dan bisa membuka peluang usaha dan peluang kerja bagi masyarakat kita untuk bersama-sama sejahtera, bersama-sama menikmati hasil maupun anugerah yang diberikan kepada kita berupa bumi yang hijau, makmur dan gemah ripah loh jinawi. Mari kita kawal bersama kemakmuran dan kemajuan bangsa ini, khususnya yang ada di Jawa Tengah sehingga masyarakat kita betul-betul tentram,” katanya. (*)

Tokoh Lintas Agama Jawa Tengah Apresiasi Semangat Kebersamaan Idulfitri

Lingkar.co Sejumlah tokoh lintas agama di Jawa Tengah mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun dalam momentum perayaan Idulfitri. Hal itu disampaikan oleh para tokoh lintas agama saat menghadiri Open House Idulfitri 1446 H yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumarno di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 31 Maret 2025.

Menurut Uskup Agung Semarang, Romo Robertus Rubiyatmoko, Hari Raya Idulfitri yang dirayakan oleh umat muslim menjadi momentum tepat untuk refleksi dan memaknai kebersamaan sebagai bangsa Indonesia, dengan cara membangun kedamaian, persaudaraan, dan kekeluargaan, sehingga tercipta bangsa yang adem ayem.

“Kami sangat berterima kasih karena boleh membangun persahabatan dengan teman-teman dan saudara sekalian, serta bersama-sama membangun bangsa ini dalam kebersamaan. Kita bisa menciptakan bangsa ini yang adem ayem, di mana kita bisa tinggal bersama sebagai saudara,” katanya usai mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan bagi seluruh umat muslim.

Kebersamaan itu, lanjut Romo Rubiyatmoko, telah membuat toleransi antarumat beragama di Jawa Tengah maupun Indonesia sangat luar biasa.

Bahkan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu terkesan dengan masyarakat yang sangat bersaudara dan akrab.

Romo Rubiyatmoko berharap kepada Gubernur Ahmad Luthfi untuk meneruskan suasana baik yang tercipta. Kemudian dikembangkan sehingga masyarakat semakin padu, satu, dan guyub rukun.

Baca Juga: Wagub Jateng Tegaskan Pergub Perda Pesantren Sudah Terbit, Berkah Lailatul Qodar

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono. Ia berterima kasih bisa ikut merayakan Hari Raya Idulfitri bersama umat muslim.

Ia yakin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dapat membawa Jawa Tengah lebih guyub dan lebih maju.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Tri Wahono, menyampaikan Idulfitri tahun ini hampir bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Toleransi dan kebersamaan di Jawa Tengah semoga selalu terjaga dan dirawat dengan baik.

“Kita harus merawat bersama dan menjadikan pimpinan itu tauladan bagi kita semua. Harapan ke depan Jateng menjadi tauladan bagi kita semua,” katanya.

Adapun Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Jawa Tengah Pendeta, Yosua Wardoyo menegaskan, pada momentum perayaan idul Fitri ini menjadi momentum terbaik untuk seluruh umat beragama di Indonesia, dalam mengembangkan sikap persaudaraan, saling menerima, dan menghormati dalam menjalankan kebebasan beragama di Indonesia.

Pernyataan dari para tokoh lintas agama tersebut selaras dengan makna Idulfitri bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Luthfi mengatakan, idul fitri merupakan momen untuk refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri.

“Mari bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk membangun diri untuk pembangunan Jawa Tengah. Terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Menurut Luthfi, membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh partisipasi dari stakeholder, di antaranya akademisi, masyarakat, wirausaha, dan lainnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat