Arsip Tag: Lebaran 2025

Wali Kota Semarang Pantau Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti lakukan pemantauan harga kebutuhan pokok jelang Lebaran 2025

Pada kesempatan tersebut, Agustina beserta stakeholder terkait lakukan sidak di Swalayan Superindo dan Pasar Jatingaleh, pada Selasa (25/3/2025).

Pihaknya menyampaikan, diketemukan sejumlah komoditi tertentu melambung tinggi dan terdapat kenaikan harga di pasar tradisional.

“Ya seharusnya di pasar tradisional jauh lebih murah daripada di pasar pasar modern. Tapi tadi saya temukan harga telur di sini (pasar-red) lebih mahal. Di pasar tradisional harga telur 28.000 per kg. Sementara, di modern hanya 25.000 per kg,” katanya.

Ia menyebut, harga 28.000 ini tergolong tinggi. Ia mengaku sudah berbincang dengan pedagang soal mahalnya harga telur. Menurut penuturan pedagang, kata dia, ada hari tertentu harga mahal dan murah.

“Nah di sini tadi ceritanya kan ada hari Jumat ya bisa 25.000, bagi para pembeli untuk mencari mau yang murah ada di mana saja gitu. Hari tertentu jadi mahal, fluktuaktif,” ucapnya.

Atas mahalnya harga ini, dia memastikan jajarannya akan aktif memantau. Bila semakin mahal, maka pihaknya akan melakukan intervensi.

“Pemantauan harus dilakukan kembali dan intervensi dari pemerintah harus dilakukan untuk menjaga supaya tidak terjadi lonjakan harga yang akan mengganggu kebutuhan masyarakat. Karena ini harganya sudah mahal,” tegas dia. (Adv)

Sidak, Pemkab Temanggung Temukan Produk Pangan Tanpa Label

Lingkar.co – Jelang Lebaran Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko modern.

Kepala Metrologi Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Temanggung, Mangsur Makfud mengatakan, sidak tersebut sebagai kegiatan pengawasan pengamatan dan pemantauan barang dalam keadaan terbungkus, untuk makanan dan minuman.

“Sidak dilaksanakan pada dua toko swalayan, yakni di Parakan dan Ngadirejo,” jelasnya.

Pihaknya menyebut, kegiatan ini rutin dilakukan oleh badan metrologi legal pada setiap Ramadan dan Idul Fitri.

Baca Juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H pada 29 Maret 2025

Hasil pantauan kali ini, petugas menemukan pelabelan produk yang belum sesuai regulasi.

Bersamaan dengan sidak, pihaknya melakukan sosialisasi pada pengelola toko modern, untuk memberi edukasi pada pemasok produk, agar mematuhi regulasi pelabelan.

Ia menambahkan, pada hakikatnya, tidak ada temuan produk yang tidak layak, rata-rata jangka kedaluwarsa produk masih dalam waktu yang panjang.

Pihaknha berharap, masyarakat dapat lebih waspada dan cermat memilih produk, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 H mendatang.

Pemkot Pastikan Jalanan di Semarang Mulus Sebelum Lebaran

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memastikan jalanan di Ibu Kota Jateng mulus sebelum musim mudik, atau saat Lebaran.

Seperti diketahui beberapa ruas jalan di Kota Lunpia mengalami kerusakan karena hujan, misalnya di Jalan Sekaran Raya yang dipenuhi lubang. Selain itu kerusakan yang cukup parah juga terjadi di Jalan Manyaran Gunungpati atau tepatnya didepan Ngrembel Asri.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, bahwa jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Semarang sudah mulai ditambal. Petugas terus melakukan penyisiran untuk memperbaiki jalan yang rusak.

“Menjelang Lebaran kami targetkan selesai. Saya mohon partisipasi masyarakat. Bisa jadi sekarang mulus, tetapi hujan bisa menyebabkan jalan kembali berlubang,” ujarnya, Sabtu (22/3/2025).

Menurutnya beberapa titik jalan berlubang susah dilakukan perbaikan. Saat ini pihaknya sedang melakukan dua perbaikan besar, yakni di Jalan Raya Manyaran Gunungpati tepatnya didepan Ngrembel Ngrembel dan jalan di wilayah Sendangmulyo.

“Disana saluran airnya kecil, ini kita besarkan dengan bus beto agar air tidak menggenangi jalan,” katanya.

Idealnya kata dia, alan tersebut seharusnya dilakukan betonisasi, tetapi waktu tidak mencukupi hingga Lebaran.

“Sementara dilapisi aspal agar jalan tetap aman digunakan untuk mudik,” jelasnya.

DPU juga mempercantik estetika jalan menyambut pemudik, terutama di pusat kota dan segitiga emas. DPU menambahkan berbagai tanaman dan marka jalan serta memastikan lampu estetika menyala di beberapa titik strategis.

“Semarang harus bersih dan cantik. Kolaborasi antar dinas dilakukan untuk menjaga estetika dan kebersihan,” pangkas dia.

Semenara itu, Prasetiyono, warga Kalisegowo Kecamatan Gunungpati, mengeluhkan kerusakan jalan yang ada di Jalan Sekaran Raya. Banyak aspal yang berlubang dan ukurannya cukup besar dianggap sangat membahayakan.

“Kalau hujan lubangnya tidak kelihatan, ini cukup membahayakan. Apalagi kalau tidak hati-hati pasti terperosok masuk ke lubang,” ujarnya. (Adv)

Utamakan Pelayanan Jelang Lebaran, Pemda DIY Tetap Operasional Tanpa WFA

Lingkar.coPemda DIY telah menetapkan tidak akan terapkan work from anywhere (WFA) pada masa jelang libur Lebaran tahun 2025.

Meski awalnya sempat ada rencana mengikuti arahan pusat untuk WFA, namun Pemda DIY memilih untuk tetap mengutamakan pelayanan pada masyarakat, termasuk jutaan orang yang diprediksi mengunjungi DIY saat libur Lebaran.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono saat ditemui di Kompleks Kepatihan belum lama ini.

Beny menuturkan, keputusan tidak menerapkan WFA diambil berdasarkan kesepakatan para sekretaris daerah di semua kabupaten/kota se-DIY.

“Kami sepakat tidak mengambil langkah untuk WFA. Prediksinya, kurang lebih akan ada 6 juta pengunjung yang masuk ke DIY. Karena itu, kami sebagai tuan rumah tidak boleh WFA. Kami tidak menerapkan itu untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Beny mengatakan, libur Lebaran ditambah cuti bersama yang ditetapkan pemerintah pusat, dinilai sudah cukup untuk para pegawai Pemda DIY merayakan Lebaran bersama keluarga, beristirahat ataupun berlibur.

“Libur (Lebaran) itu nanti sudah sangat cukup. Setelahnya juga tidak ada WFA agar masyarakat tetap terlayani,” tuturnya.

Baca Juga: ASN Pemprov Jateng Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Lebaran

Seperti yang diketahui, pemerintah pusat menetapkan kebijakan WFA bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri pada 24-27 Maret 2025 mendatang.

Kebijakan ini diambil guna mendukung efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat.

Terkait efisiensi anggaran, Beny mengungkapkan, justru momen libur Nyepi dan Lebaran yang berurutan di tahun ini menjadi waktu yang baik dalam rangka meningkatkan perekonomian DIY.

Ia berharap, jutaan orang yang diprediksi akan masuk DIY nantinya bisa berbelanja dan tinggal lama di wilayah DIY.

“Harapan kami, tamu yang hadir itu juga sekaligus berbelanja di DIY, nanti ekonominya akan berputar dan berkembang. Ketika kita kedatangan tamu yang begitu besar, tamunya datang dan yang punya rumah masak tetap libur, sehingga kami memutuskan untuk tidak mengambil langkah (WFA) itu,” jelasnya.

Selain itu, Beny juga melarang seluruh OPD menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi selama libur bersama, baik untuk mudik maupun liburan. Jika melanggar, ia memastikan akan memberikan sanksi kepada pelanggar.

“(Aturan) itu sudah jelas, dan tentu ada sanksinya,” imbuhnya

Pemkot Semarang Pastikan Ketersediaan Pangan dan Keamanan Selama Lebaran

Lingkar.co – Kota Semarang siap sambut pemudik yang akan pulang kampung pada perayaan Idul Fitri 1446 H/ 2025. Pemkot Semarang, TNI dan Polri, serta stakeholder terkait sudah melakukan sejumlah persiapan untuk memberi rasa aman, nyaman dan kelancaran aktivitas para pemudik.

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menyampaikan pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025.

“Alhamdulillah, tadi Rakor dengan Forkopimda dan stakeholder terkait, kaitannya dengan ketersediaan pangan, semuanya dalam kondisi aman,” ungkap Iswar mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 di lapangan Mapolrestabes Semarang, Jumat (21/3/2025).

“Bahkan untuk beras, kita masih ada cadangan di Bulog sampai tujuh bulan ke depan. dan lainnya juga sudah siap semua. Saya kira, masyarakat dalam merayakan Idul Fitri nanti akan merasa nyaman, tidak perlu ada kekhawatiran dalam hal ketersediaan bahan pangan,” sambung dia.

Dalam kesempatan tersebut, Iswar mewakili Pemkot Semarang menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada kepolisian, TNI dan mitra Kamtibmas yang sudah menyiapkan segala sesuatu guna menjamin kelancaran, sekaligus mengamankan dan memberi rasa nyaman kepada para pemudik yang akan masuk ke Jateng, khususnya Kota Semarang

“Kita dari Pemkot Semarang pasti akan mendukung program-program dari kepolisian yang dicanangkan untuk Kota Semarang, kita beri apresiasi. Karena mulai dari masuk tol sampai di Semarang, warga yang mudik ke Kota Semarang insya Allah akan aman karena dikawal dari kepolisian dan TNI,” sebut dia.

Terkait dengan kondisi jalan di Kota Semarang, Iswar menyatakan secara umum sudah siap dilalui pemudik. Saat ini perbaikan jalan, khususnya jalur pemudik, terus dikebut dan ditargetkan rampung maksimal pada H-3 Lebaran.

“Kita upayakan perbaikan jalan bisa selesai dalam pekan ini,” imbuhnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi mengatakan Operasi Ketupat Candi 2025 akan mulai digelar mulai 23 Maret hingga 8 April 2025. Sebanyak 1.332 personil gabungan dari TNI, Polri, jajaran Pemkot Semarang dan stakeholder terkait, termasuk mitra Kamtibmas akan dikerahkan di pelaksanaan operasi tersebut.

“Operasi Ketupat Candi merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan langkah-langkah preemtif, preventif, untuk menjamin keamanan, kelancaran dan ketertiban aktivitas kegiatan masyarakat, terutama yang akan melaksanakan mudik agar nyaman. Termasuk saat balik lagi, agar bisa berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” beber dia.

Dalam kegiatan kepolisian di masa Idul Fitri ini, lanjut Syahduddi, pihaknya siap melaksanakan program Valet Ride dari Polda Jateng.

“Para pemudik dari luar Jateng, khususnya dari Jakarta dan Jabar, setibanya di Pejagan, Brebes. kendaraan roda dua akan ditampung dengan truk, sedangkan pengemudinya akan dinaikkan bus Polri. Dikawal di jalur tol dan finish-nya di Polrestabes Semarang, mulai 24-30 Maret,” jelasnya.

Selain itu ada juga program layanan penitipan kendaraan bermotor di tiap-tiap Polsek di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

“Selain kegiatan dalam rangka pengamanan rumah yang ditinggal, kami juga ada program layanan penitipan kendaraan bermotor di polsek-polsek. Sehingga masyarakat bisa tenang dan merasa aman saat pulang kampung. Kami pastikan tidak ada biaya sedikitpun terkait penitipan kendaraan bermotor tersebut,” pungkas dia.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pemusnahan sebanyak 3.500 botol minuman keras hasil dari operasi penertiban yang dilakukan sejak 28 Februari hingga 19 Maret 2025. (Adv)

Stok Elpiji di Karimunjawa Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Lingkar.co – Ketersediaan stok gas elpiji ukuran tiga kilogram di Kecamatan Karimunjawa dipastikan aman. Hal itu disampaikan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Jami Baitul Muttaqin Desa Karimunjawa, Jumat (21/3/2025).

“Alhamdulillah stok elpiji di Karimun tidak ada kekurangan dan stabil menghadapi idul Fitri, dan setelahnya,” ujar pria yang akrab disapa Mas Wiwit tersebut.

Menurutnya harga gas elpiji di Karimunjawa saat ini masih stabil dan wajar, selisih harganya tidak mengalami lonjakan yang signifikan, karena menempuh jalur laut.

Baca Juga: Sekda Jepara Edy Sujatmiko Dicopot, Dimutasi Jadi Kepala Diskarpus

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Jepara, Ferry Yudha Adhidarma menjelaskan, bahwa Pemkab Jepara telah mengalokasikan tambahan 500 tabung gas dalam menyambut idul fitri.

“Setiap hari kita kirim 2000 gas elpiji ke Karimun, namun jelang lebaran kuota pengirimannya kami tambah 500 gas perharinya,” ungkap Ferry.

Hingga saat ini jumlah pangkalan gas elpiji di Kecamatan Karimunjawa berjumlah tujuh pangkalan. Meliputi empat pangkalan di Desa Karimunjawa, satu desa di Nyamuk, satu desa di Kemujan, dan satu desa lagi di daerah Parang.

Semarang Siap Menyambut Mudik Lebaran dengan Jalanan Mulus

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pastikan jalanan di Ibu Kota Jawa Tengah mulus menjelang arus mudik Lebaran 2025.

Hal itu seirama dengan program 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti – Iswar Aminuddin dalam pembangunan insfrastruktur di Ibu Jawa Tengah.

Diketahui, diakibatkan curah hujan yang tinggi, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan atau berlubang, seperti di Jalan Manyaran Gunungpati atau tepatnya di depan Ngrembel Asri.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto mengatakan, jalan yang menjadi kewenangan Pemkot sudah mulai di tambal dan petugas juga terus melakukan penyisiran jalanan rusak.

“H-7 mudik Lebaran kami targetkan selesai. Saya mohon partisipasi masyarakat. Bisa jadi sekarang mulus, tetapi hujan bisa menyebabkan jalan kembali berlubang,” ujarnya di Semarang, Kamis (20/3/2025).

Menurutnya beberapa titik jalan berlubang susah dilakukan perbaikan. Saat ini pihaknya sedang melakukan dua perbaikan besar, yakni di Jalan Raya Manyaran Gunungpati tepatnya didepan Ngrembel Ngrembel dan jalan di wilayah Sendangmulyo.

“Disana saluran airnya kecil, ini kita besarkan dengan bus beto agar air tidak menggenangi jalan,” katanya.

Idealnya kata dia, jalan tersebut seharusnya dilakukan betonisasi, tetapi waktu tidak mencukupi hingga Lebaran.

“Sementara dilapisi aspal agar jalan tetap aman digunakan untuk mudik,” jelasnya.

DPU juga mempercantik estetika jalan menyambut pemudik, terutama di pusat kota dan segitiga emas. DPU menambahkan berbagai tanaman dan marka jalan serta memastikan lampu estetika menyala di beberapa titik strategis.

“Semarang harus bersih dan cantik. Kolaborasi antar dinas dilakukan untuk menjaga estetika dan kebersihan,” pangkas dia.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyapaikan, selain sektor pendidikan, dirinya menegaskan jika pemerataan pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas utama dirinya bersama wakil wali kota, Iswar Aminuddin dalam memimpin kota Semarang lima tahun ke depan.

“Kemarin ada yang bertanya kenapa anggaran infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan turun. Ini karena APBD murni 2025 masih berdasarkan kebijakan sebelumnya, sehingga kami perlu melakukan penyesuaian. Infrastruktur tetap jadi prioritas utama. Saya paham ada yang merasa jalan di lingkungannya penting, tapi begitu juga dengan saudara kita di Ngaliyan, Rowosari, Genuk, dan Tugu. Semua butuh perhatian. Maka kami akan memastikan pembangunan jalan, drainase, dan selokan dilakukan secara merata,” jelasnya saat hadir dalam Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025-2029 di Patra Hotel & Convention, Selasa (18/3/2025) lalu. (Adv)

Dekorasi Tematik Lebaran Hiasi Stasiun di Wilayah Daop 4 Semarang

Lingkar.co – Berikan pengalaman menyenangkan dan berkesan, KAI Daerah Operasi 4 Semarang hiasi stasiun kereta api dengan dekorasi tematik Lebaran pada momen arus mudik dan arus balik.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan layanan selama periode liburan.

“Kami ingin menghadirkan momen libur Lebaran yang tidak hanya nyaman dan aman, tetapi juga berkesan melalui sentuhan dekorasi tematik di stasiun,” ujar Franoto,” Rabu (19/3/2025).

Franoto menjelaskan, adapun stasiun yang dihiasi dengan dekorasi tematik Lebaran meliputi stasiun yang berada di wilayah Daop 4 Semarang.

“Dekorasi ini terdapat disejumlah stasiun diwilayah kami, seperti Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan, dan Stasiun Cepu,” bebernya.

Franoto menjelaskan, sejumlah elemen dekoratif juga turut dipasang, sehinga menambah kesan hangat dan kekeluargaan selama perjalanan mudik.

“Dekorasi yang dipasang di antaranya adalah gate bernuansa emas dan hijau khas Idul Fitri di setiap pintu masuk stasiun, lampu lampion yang memperindah area tunggu dan jalan masuk menuju stasiun, serta berbagai selfie spot, dan ornamen lebaran di area tunggu penumpang,” paparnya.

Pihaknya berharap, dengan kehadiran nuansa tersebut, pengunjung dapat menikmati dekorasi tersebut.

“Dengan adanya dekorasi ini, diharapkan para pelanggan dapat menikmati suasana Lebaran yang lebih semarak sejak di stasiun keberangkatan, hingga perjalanan naik kereta api dan tiba di stasiun tujuan,” imbuhnya.

Sementara itu, KAI Daop 4 Semarnag mencatat, hingga 18 Maret 2025 terdapat sebanaya 203.456 penumpang telah melakukan pemesanan tiket kereta api.

Pihaknya menghimbau, masyarat yang akan menggunakan kereta api menjadi transportasi Lebaran 2025, untuk bisa melakukan pembelian tiket.

“Tiket masih tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, namun kami sarankan untuk segera melakukan pemesanan sebelum kehabisan,” imbuhnya Franoto. ***

Diskon Tarif Tol 20% untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran, Catat Tanggalnya!

Lingkar.co – PT Jasa Marga (Persero) Tbk umumkan diskon tarif tol sebesar 20 persen pada periode arus mudik dan balik Hari Idul Fitri 1446 H/ 2025 yang akan diterapkan untuk jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group, yaitu Integrasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek & Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Batang-Semarang dan Jalan Tol Semarang Seksi ABC.

Potongan tarif tol tersebut, akan diberlakukan selama delapan hari dalam dua periode, empat hari pada arus mudik mulai dari tanggal 24 Maret 2025 pukul 05.00 WIB s.d 28 Maret 2025 pukul 05.00 WIB untuk pengguna jalan dari GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung dan 4 hari pada arus balik untuk pengguna jalan yang melakukan perjalanan dari GT Kalikangkung menuju GT Cikampek Utama.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana mengungkapkan, bahwa program potongan tarif tol 20% merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

“Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung melalui pemberian potongan tarif, tetapi juga berperan strategis dalam mengurangi potensi kepadatan di Jalan Tol Trans Jawa dengan mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perjalanan yang lebih efisien dan aman, serta mendukung kelancaran mobilitas di Jalan Tol Trans Jawa.

Jasa Marga kembali mengimbau pengguna jalan untuk mengatur kembali waktu perjalanan dengan menghindari perjalanan di waktu yang diprediksi menjadi puncak arus mudik dan arus balik serta gunakan pemberlakuan potongan tarif semaksimal mungkin.

“Pengguna jalan juga dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi Travoy untuk melihat tarif serta CCTV real time di ruas tol yang dikelola Jasa Marga,” katanya.

Selain melalui Travoy, informasi terkait kondisi lalu lintas terkini di ruas tol Jasa Marga dapat diakses melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 14080, IG @official.jasamarga, Akun X @PTJASAMARGA. ***

Jawa Tengah Bersiap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2025

Lingkar.co – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Provinsi Jawa Tegah lakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan jutaan orang tersebut, diantaranya memastikan jalan dalam kondisi baik, rekayasa lalu lintas, layanan mudik gratis, hingga menstabilkan harga bahan pangan.

Diperkirakan, arus mudik lebaran akan mulai terasa pada 22 atau 24 Maret 2025. Hal ini seiring dengan diterapkannya kebijakan Work From Anywhere (WFA) mulai 24 Maret 2025. Sementara, puncak arus mudik diprediksi 28-31 Maret 2025.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, telah melakukan sejumlah langkah cepat dalam rangka menyambut kedatangan mudik. Ia memastikan perbaikan perbaikan jalan provinsi, nasional dan kabupaten/kota di wilayahnya.

“Jalan provinsi perbaikannya sudah 99,9 persen, nasional 100 persen, dan kabupaten/kota 79,5 persen. Kira-kira sepekan lagi clear,” kata Luthfi usai memimpin Rakor Forkopimda “Menjaga Kondusivitas Wilayah Jateng Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Mudik Lebaran dan Arus Balik,” di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Senin (17/3/2025).

Langkah berikutnya adalah bekerjasama dengan Polri untuk rekayasa lalu lintas saat arus mudik. Rencananya, jalur one way secara nasional akan diberlakukan mulai dari Cikarang hingga Kalikangkung.

Selanjutnya Jawa Tengah akan memberlakukan one way dari Kalikangkung hingga Bawen. Sebab, diperkirakan akan ada 1,8 juta kendaraan yang akan masuk Jateng.

Oleh karenanya, Ia meminta kepada Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk mengantisipasi titik-titik kemacetan di pintu-pintu tol dan rest area.

“Di masing-masing perempatan (potensi kemacetan) dibikin searah. Perbanyak papan penunjuk arah,” jelasnya.

Kapolda Jateng, Irjen Ribut Hari Wibowo memaparkan, sebanyak 52 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 146 juta diperkirakan akan melakukan mudik lebaran. Dari jumlah itu, sepertiganya akan melintas di Jawa Tengah. Untuk itu, sebanyak 12.322 personel akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

Setali tiga uang, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi mengatakan, akan mengerahkan sebanyak 1.867 personel untuk ikut mengamankan mudik lebaran 2025. ***