Arsip Tag: Menteri Perdagangan

Sekolah Vokasi Jawab Persoalan Pengangguran, 90 Persen Lulusan SMK di Jateng Terserap Industri

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut sekitar 90 persen lulusan sekolah vokasi di Jawa Tengah langsung terserap dunia kerja. Tingginya serapan tersebut menunjukkan pendidikan vokasi di daerah itu semakin relevan dengan kebutuhan industri dan menjadi tulang punggung penyiapan tenaga kerja siap pakai.

Hal itu disampaikan Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso ke sejumlah sekolah vokasi di Kudus, Kamis (12/3/2026).

“Dari 1.529 sekolah vokasi di Jawa Tengah, sekitar 90 persen lulusannya sudah terserap di industri. Dari 10 persen yang belum, sebagian besar karena belum cukup umur untuk bekerja,” kata Luthfi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi SMK Raden Umar Said Kudus, SMK Nau Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus.

Rombongan juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin.

Di SMK Raden Umar Said, Luthfi dan rombongan melihat langsung berbagai karya animasi yang dibuat siswa. Sementara di SMK NU Banat Kudus, mereka menyaksikan karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk kreatif.

Adapun di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau pembelajaran vokasi di bidang pelayaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor maritim.

Menurut Ahmad Luthfi, keragaman kompetensi di sekolah vokasi menunjukkan kesiapan generasi muda Jawa Tengah untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda di sekolah vokasi Jawa Tengah siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi terus mendorong penguatan pendidikan vokasi dengan memperluas investasi padat karya serta menambah Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai kabupaten/kota.

Salah satu siswa SMK Raden Umar Said, Haidar, mengaku kemampuannya di bidang animasi berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut, meski saat ini baru duduk di kelas XI.

Ia berharap suatu saat dapat menjadi animator profesional dan berkarya di industri animasi.

Para siswa di sekolah tersebut, kata Haidar, sudah terbiasa mengerjakan proyek dari industri sehingga memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, sebagian karya animasi siswa sudah dipasarkan hingga Amerika Serikat dan Jepang.

Hal serupa disampaikan siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri. Ia mengatakan para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Sementara itu, Mendag Budi Santoso menyatakan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar global bagi produk kreatif yang dihasilkan pelajar vokasi, termasuk jasa animasi.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang dapat membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar internasional.

“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pasar sekaligus memperkuat daya saing produk kreatif generasi muda Indonesia di kancah global. (*)

Mendag Tegaskan Perdagangan Internasional Harus Adil dan Tanpa Diskriminasi

Lingkar.co – Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan dalam keterangan tertulisnya mengabarkan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso menegaskan, perdagangan internasional harus berjalan secara adil tanpa diskriminasi demi mewujudkan sistem perdagangan global yang inklusif dan berkelanjutan, Senin (19/5/2025)

Menurut Biro Humas Kemendag, pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendag RI di sela penutupan Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) atau APC Ministers Responsible for Trade (APEC MRT) 2025 yang berlangsung selama dua hari di Jeju, Korea Selatan.

Selama dua hari pelaksanaan, para menteri perdagangan dari 21 Ekonomi APEC menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kerja sama kawasan dan menjawab tantangan perdagangan global yang kian kompleks.

Para Menteri Perdagangan APEC menyatakan dukungan penuh atas hasil konkret pada Konferensi Tingkat Menteri ke-14 WTO (MC14) yang direncanakan pada Maret 2026 di Kamerun. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen APEC dalam menjaga relevansi sistem perdagangan multilateral berbasis aturan.

Para Menteri Perdagangan APEC juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan digital sebagai katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan inovatif. Kolaborasi ini mencakup upaya mengembangkan ekosistem digital yang mendorong partisipasi seluruh pelaku usaha, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah.

Dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat, para Menteri Perdagangan APEC juga berkomitmen untuk terus memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan, sebagai bagian dari pilar pembangunan inklusif.

Selain itu, para Menteri Perdagangan APEC menegaskan pentingnya peningkatan konektivitas kawasan dan penguatan rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan, sebagai respons terhadap disrupsi global dan tantangan logistik pascapandemi.

“Dalam pertemuan ini, Indonesia menekankan pentingnya menjaga sistem perdagangan global yang bebas dari praktik diskriminatif dan proteksionisme. Perdagangan dunia harus dilakukan secara terbuka serta dapat diakses oleh semua negara secara adil,” tegas Budi.

Di luar pertemuan utama APEC, Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan mitra dagang strategis guna memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral. Beberapa negara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Indonesia, antara lain, Selandia Baru, Korea Selatan, Singapura, Chile, dan Jepang.

Selain itu, Mendag Busan juga bertemu Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala guna membahas perkembangan terbaru dalam sistem perdagangan multilateral, termasuk langkah menuju MC14 di Kamerun.

“Dalam situasi perdagangan internasional yang semakin kompleks, memperkuat hubungan bilateral dengan negara mitra menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pasar dan akses perdagangan Indonesia di tingkat global,” ujar Mendag.

Menurut Mendag, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kerja sama regional dan multilateral, sembari menjaga kepentingan nasional melalui kerja sama perdagangan yang seimbang dan strategis. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Mendag Sebut Harga Bahan Pokok Relatif Stabil Jelang Hari Raya

Lingkar.co Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dengan kementerian dan lembaga, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis, (20/3/2-25) di Semarang, Jawa Tengah.

Mendag Busan dalam Rakor tersebut menyampaikan, harga-harga bahan pokok secara nasional relatif aman. Menurutnya, harga-harga relatif stabil, terutama untuk momen menjelang Lebaran seperti saat ini.

“Harga-harga saat ini terjangkau, merespons harga bawang merah di Kabupaten Grobongan Rp37.000/kg, (termasuk) murah karena harga acuan Rp41.500/kg. Walaupun sekarang ada kecenderungan agak naik karena kebutuhan meningkat, tapi relatif lebihstabil,” ujar Mendag Busan.

Dalam Rakor, pihaknya juga memaparkan beberapa program sinergi pemerintah dengan pelaku usaha dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Lebaran 2025.

Baca Juga: Tekan Inflasi Jelang Hari Raya, Pemkab Rembang Gelar Pasar Murah

Untuk meningkatan konsumsi nasional, program-program ini mencakup pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan.

Program pertama, yaitu Friday Mubarak berupa kolaborasi dengan ritel modern dalam memberikan diskon belanja untuk barang kebutuhan sehari-hari.

Beberapa komoditas yang diikutsertakan, antara lain, minyak goreng, gula pasir, dan bahan pokok lainnya tergantung ketersediaan masing-masing ritel. Program ini dilaksanakan pada 28 Februari—28 Maret 2025. Diskon pada Jumat, Sabtu, dan Minggu dapat mencapai 40 persen.

Program kedua, yaitu Belanja Online Produk Lokal pada 25 Februari—3 April 2025. Program ini berkolaborasi dengan platform niaga elektronik (e-commerce) untuk menyelaraskan program diskon dan kampanye produk lokal selama Ramadan hingga Idulfitri.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Rembang, Paket Sembako Rp 83 Ribu Dijual Rp 60 Ribu

Program ketiga, yaitu Bina Lebaran pada 14—30 Maret 2025 yang berkolaborasi dengan pusat perbelanjaan dan department store.

Program ini memberikan diskon belanja multiproduk seperti makanan, minuman, fesyen, dan elektronik hingga 70 persen kepada konsumen.

“Program-program ini sebenarnya bertujuan untuk meringankan bebanmasyarakat dan mendorong minat untuk belanja, baik itu bahan pangan maupun nonpangan,” kata Mendag Busan.

Turut hadir dalam Rakor ini, yaitu Wakil Gubernur Provinsi Jateng Taj Yasin, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Mendag Temukan SPBE Kurangi Isi Gas Melon, Dindagkop UKM Tak Ingin Terjadi di Kendal

Lingkar.co – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop) Kabupaten Kendal, Abdul Aziz tak ingin temuan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas) terjadi di Kendal.

Oleh karena itu, pihaknya akan segera melaksanakan pengecekan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang ada di Kabupaten Kendal.

“Minggu ini, kami akan melakukan pengecekan di SPPBE yang ada di Kendal, guna mengetahui apakah ada indikasi pengurangan apa tidak,” Kata Aziz saat dikonfirmasi pada Senin (27/5/2024).

Ia melanjutkan, jika nantinya dalam pelaksanaan pengecekan ada indikasi pengurangan volume isi gas LPG 3 kilogram, maka pihaknya akan segera menyampaikan temuan tersebut kepada pihak Pertamina.

“Kalau itu memang ada indikasi kecurangan kita sampaikan ke Pertamina,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Zuljas mengungkapkan adanya praktik pengurangan volume gas dalam LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Jakarta, Tangerang dan beberapa kota lainnya.

Padahal harusnya masyarakat atau konsumen menerima dan membeli dengan isi gas 3kg, setelah dicek rata-rata isinya kurang 200-700 gram. Atau rata-rata 2.800-2.300 gram. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Mendag Pantau Bapok Jelang Lebaran, Jateng Harga dan Stok Aman

SEMARANG – Mentri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan mengatakan, harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) secara Nasional terpantau turun.

Zulhas mengatakan, dalam pemantauan bahan pokok yang ada di Kota Semarang jelang Lebaran 2023 turun dan stok aman.

“Harga bahan pokok yang ada di Kota Semarang turun dan di Jawa Tengah bagus dan stabil. Saat ini kita pantau, bahwa mendekati lebaran, harga-harga turun. Kita harapkan bersama, hingga lebaran nanti stoknya cukup dan harga stabil,” pungkas Zulhas usai pemantauan harga di Pasar Peterongan, Minggu (9/4/2023).

Berdasarkan pantauan pada Minggu, komoditas yang turun antara lain cabai rawit merah menjadi Rp30.000/kilogram dan telur ayam ras Rp28.000/kilogram.

Di sisi lain, komoditas yang terpantau stabil antara lain beras medium Rp10.000-12.000/kilogram, beras Bulog Rp9.450/kilogram dan beras premium Rp13.000/kilogram.

Gula pasir Rp13.000-13.500/kg, minyak curah Rp13.500/liter, minyak goreng premium Rp17.500-20.000/liter, MinyaKita Rp14.000/liter, daging sapi Rp130.000/kilogram, bawang putih Rp30.000-35.000/kilogram, bawang merah Rp32.000-35.000/kilogram, cabai merah keriting Rp30.000/kilogram, dan cabai merah besar Rp30.000/kilogram.

Usai meninjau pasar peterongan, Zulhas hadir dalam pelaksanaan pasar murah yang ada dibeberapa titik di Kota Semarang, yaitu Kecamatan Semarang Selatan, Kecamatan Semarang Tengah dan Kecamatan Semarang Barat.

Pasar Murah tersebut digelar dalam bentuk sinergi Kementrian Perdagangan dengan Kementrian Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Dengan adanya Pasar Murah, Zulhas berharap dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kami hadirkan pasar murah hari ini di tengah permukiman agar masyarakat bisa mendapatkan bapok dengan harga grosir. Kami harap masyarakat terbantu dalam mempersiapkan Lebaran nanti,” kata Zulkifli.

Pada pasar murah tersebut, dijual berbagai barang kebutuhan pokok, di antaranya beras Bulog Rp45.000 per lima kilogram, MinyaKita dengan harga Rp13.500/liter, gula pasir Rp12.500/kilogram, dan telur ayam ras Rp25.000/kilogram.

Selain itu, terdapat juga ritel modern dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat yang menjual sejumlah barang kebutuhan pangan lainnya dan produk makanan kering untuk persiapan menyambut Lebaran.

Penulis : Alan Henry

Editor : Kharen Puja Risma

MenKopUKM dan Mendag Perbolehkan Pedagang Pasar Senen Jualan Pakaian Bekas Impor Hingga Stok Habis

Lingkar.co – Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM), Teten Masduki, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memperbolehkan para pedagang pakaian Pasar Senen berjualan bekas impor sampai stok habis.

“Salah satu hasil kesepakatan sementara dan jangka pendek adalah para pedagang pakaian bekas impor masih diperbolehkan berdagang sampai stok barangnya habis,” kata MenkopUKM Teten Masduki.

Ia menyampaikan hal itu usai melakukan dialog dengan para pedagang Pasar Senen, di Pasar Senen Blok III, Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Dialog tersebut digelar bersama pedangan untuk mencari titik temu terkait pelarangan perdagangan pakaian bekas impor. Ikut hadir dalam kesempatan itu, anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu.

Kendati demikian, Menteri Teten menegaskan, ke depan akan diadakan pertemuan lanjutan untuk menentukan langkah berikutnya.

“Setelah stok barang pakaian bekas impor habis, KemenkopUKM akan memberi pendampingan dan mengarahkan agar para pedagang, khususnya di Pasar Senen, untuk berjualan pakaian produk lokal,” ucap MenkopUKM.

Sebab, menurut Teten, pemerintah juga memiliki kewajiban untuk melindungi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau produsen pakaian lokal yang terdampak dari maraknya perdagangan pakaian bekas impor, “Kami berkewajiban melindungi produk pakaian lokal,” ujarnya.

MenkopUKM lantas menegaskan, produk pakaian lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Oleh karena itu butuh langkah-langkah koordinasi lebih lanjut.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Pasar Jaya untuk mengarahkan pedagang beralih usaha. Misalnya, ada yang ingin jadi konveksi, atau berdagang lain, akan kami siapkan,” kata Menteri Teten.

Sementara, Mendag Zulkifli menegaskan, pelarang berdagang pakaian bekas impor adalah amanat Undang-undang (UU).

“Yang melarang itu bukan kami, melainkan UU. Jadi, harap memaklumi juga hal itu,” kata Zulkifli.

Mendag menjelaskan, UU yang berlaku, melarang impor barang bekas, kecuali untuk produk yang sudah diatur. “Bekas saja tidak boleh, apalagi barang selundupan. Itu yang akan diberantas aparat penegak hukum,” ujar Mendag.

Khusus terkait pakaian impor bekas, lanjutnya, pemerintah akan terus mengejar dan memberantas para penyelundupnya. Meskipun demikian, ia mengakui dalam pasal UU tersebut, para pedagang dan pemakai juga terkena pasal.

“Saya bersama Pak Teten dan Pak Adian menjamin para pedagang tetap boleh berdagang sampai stok habis,” kata Mendag.

Oleh karena itu, Mendag berharap aparat penegak hukum di seluruh Indonesia untuk mengejar pelaku penyelundupannya.

“Nanti setelah stok barang habis, kita bertemu lagi untuk menentukan langkah berikutnya. Saya berharap nanti dagangannya lebih bagus lagi dan lancar,” kata Zulkifli.

Sementara, Adian Napitupulu mengapresiasi kehadiran kedua menteri tersebut dalam acara dialog bersama ribuan pedagang thrifting Pasar Senen.

“Dibutuhkan nyali yang besar untuk bisa hadir dalam pertemuan seperti ini. Jadi pembicaraan kita sudah baik hal-hal lain nanti menyusul, yang penting sekarang para pedagang bisa dagang,” ujar Adian. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Sidak di Pasar Sukorejo Kendal, Zulkifli Hasan Borong Dagangan dan Bagikan Ke Warga

KENDAL, LINGKAR.CO – Jelang tahun baru 2023, Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar tradisional Sukorejo Kendal, Jawa Tengah, Kamis (29/12/2022).

Zulkifli melakukan pengecekan harga dengan cara membeli beberapa jenis kebutuhan pokok (Sembako) seperti beras, tempe, daging ayam, minyak goreng kemasan maupun curah, telur ayam serta kebutuhan pokok lain. Ia lantas membagikannya secara cuma-cuma kepada warga yang ada di pasar.

Sontak saja warga berebut aneka kebutuhan pokok tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang rela berdesakan demi mendapatkan pembagian tersebut. Nampak pula beberapa orang yang terjatuh karena berdesakan.

“Yang jelas kedatangan saya (ke pasar Sukorejo) untuk memastikan harga sembako jelang tahun baru naik atau tidak,” kata Zulkifli kepada awak media Lingkar.co.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mendampingi Zulkifli Hasan. Dari sidak tersebut, Zulkifli menyatakan banyak harga sembako di pasar Sukorejo masih stabil atau relatif tidak naik. Ia sebut antara lain beras, telur, minyak goreng, dan sebagainya.

“Bahkan (harga) cabe dan bawang merah lebih murah, termasuk telur. Standarnya Rp.28 ribu ternyata (di pasar Sukorejo) harganya cuma Rp.26 ribu per kilo,” ujarnya.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki di tengah kerumunan warga yang beeebut sembako saat mendampingi sidak Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan di pasar Sukorejo, Kendal. (Wahyudi/LINGKAR.CO)

Harga Stabil dan Stok 1 Bulan Aman

Senada, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mengatakan harga sembako di lasar Sukorejo masih stabil jelang tahun baru 2023. Bahkan ia berani memastikan stok pangan di Kendal aman untuk satu bulan kedepan.

“Harga jelang tahun baru di kendal tidak ada kenaikan. Bahkan harga semakin turun. Untuk stok beras sebulan kedepan, Kendal masih aman,” ujarnya.

Pantaun di lokasi, kerumunan warga mengikuti Mendag Zulkifli Hasan berkeliling. Setibanya di depan pintu pasar, Zulkifli memborong minyak goreng curah dan beras lalu membagikan langsung ke warga.

Mendapati hal itu, warga langsung berdesakan berebut mendapatkan minyak dan beras gratis. Bahkan ada yang sampai terjatuh dan terinjak. Beruntung aksi insidental tersebut tidak sampai memakan korban.

Penjual sembako di kios pasar Sukorejo, Yanti yang mendapat borongan dadakan tersebut sampai geleng kepala. Beras sak-sakan dan minyak goreng ludes semua diangkat warga.

Sekalipun senang, namun ia mengeluhkan dagangan lain yang rusak lantaran terinjak warga yang berdesakan.

“Sebenarnya senang mendadak ada yang borong. Namun siapa yang akan bayar semua pak, sementara dagangan saya banyak yang rusak. Siapa yang akan mengganti rugi?,” ucap Yanti.

Lebih jauh Yanti akan melakukan stok ulang berdasar jumlah beras yang terjual. Nantinya tim Wakil Bupati dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Kendal akan bertanggung jawab. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Menteri Perdagangan M Luthfi Resmikan Pasar Purworejo

PURWOREJO, Lingkar.co – Menteri Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Luthfi secara langsung meresmikan Pasar Purworejo, Selasa (22/02/2022). Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir, Pejabat Eselon 1 Kementerian Perdagangan, Direktur Utama Bank BRI.

Selain itu Bupati Purworejo, Bupati Kebumen, Ketua DPRD Purworejo, dan unsur terkait lainya juga turut hadir dalam peresmian tersebut.

Baca Juga :
Hipmi Perguruan Tinggi UMP Menggelar Pelantikan Pengurus dan Seminar Nasional

Dalam sambutannya, Bupati Agus Bastian mengatakan, Pasar tersebut berukuran 12.792 m2 dan dibangun di atas tanah seluas 21.638 m2.  Tercatat ada 81 kios dan 1.368 los yang di tempati oleh 1.800 pedagang.

“Pembangunan konstruksi terlaksana dengan APBD Tahun 2020 dengan nilai kontrak Rp. 33.236.142.000, sedangkan pembangunan landscape dengan APBD Tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp 4.601.768.000,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Purworejo menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pasar daerah, mengingat arti penting dan strategisnya sebagai urat nadi perekonomian rakyat.

Hal itu terbukti, dari 31 pasar daerah yang ada di Kabupaten Purworejo, 90 % di antaranya dalam kondisi yang baik.

Meski demikian, pihaknya tetap mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat untuk lebih mengoptimalkan potensi yang di miliki Kabupaten Purworejo.

” Pasar Purworejo ini berawal dari semakin mahalnya harga sewa Pasar Suronegaran yang tanahnya merupakan milik PT KAI. Daripada untuk membayar sewa hingga hampir Rp 1 milliar tiap tahunnya, maka Pemerintah Kabupaten Purworejo berinisiatif untuk membangun Pasar Purworejo. Dan merelokasi pedagang dari Pasar Suronegaran,” terangnya.

Muhammad Luthfi: Keberadaan Pasar Induk Banyak Fungsinya

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi menjelaskan, keberadaan pasar induk semacam ini sangatlah penting fungsinya.

Sehingga pihaknya akan terus berkomitmen mendorong upaya untuk modernisasi dan digitalisasi pasar-pasar daerah.

“Makanya hari ini Pak Erick Thohir mengajak Dirut BRI, Karena BRI ini telah mempunyai kurang lebih 6000 pasar yang siap bersinergi untuk di lakukan digitalisasi,” ungkapnya.

Dia juga berpesan agar Pasar Purworejo ini dapat dijaga dan dirawat, sehingga terjadi kenyamanan saat jual beli.

Apabila daganganya laku, secara otomatis akan juga meningkatkan kesejahteraan para petani yang memasok hasil buminya ke Pasar Purworejo.

“Mengenai minyak goreng, saya setiap hari terus mengupayakan agar minyak goreng ini harganya terjangkau, dan barangnya mesti ada,” pungkasnya.

Penulis : Achmad Rohadi

Editor : Muhammad Nurseha