Arsip Tag: Berita Kudus Hari Ini

Bos Djarum Meninggal, Ahmad Luthfi : Kita Kehilangan Tokoh Nasional

Lingkar.co – Suasana duka menyelimuti GOR Djarum Jati, Kudus, Selasa (24/3/2026). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan tampak silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pengusaha nasional Bambang Hartono.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang turut melayat menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi bangsa.

“Kita sangat kehilangan tokoh nasional, pengusaha nasional dari wilayah kita. Ini menjadi duka yang mendalam,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan masyarakat, khususnya Kudus, dirinya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah bersama seluruh masyarakat, khususnya wilayah Kudus, mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah beliau diterima,” katanya.

Jenazah Bambang Hartono sebelumnya tiba di Kudus pada Minggu (22/3) malam setelah sempat disemayamkan di Jakarta. Setibanya di GOR Djarum, peti jenazah disambut keluarga, kerabat, serta ratusan karyawan dalam suasana khidmat.

Persemayaman di Kudus berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Maret 2026. Masyarakat umum diberi kesempatan untuk melayat sebelum prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung di Rembang pada Rabu (25/3/2026).

Ahmad Luthfi mengenang almarhum sebagai pribadi yang konsisten berkontribusi sejak lama, bahkan sejak dirinya masih bertugas sebagai Kapolres. Menurutnya, kontribusi Bambang Hartono tidak hanya berhenti di sektor bisnis, tetapi juga menjangkau berbagai bidang sosial.

“Hari ini sejak saya menjadi Gubernur, melalui Pak Bupati, program mudik gratis juga didukung Djarum. Termasuk pengembangan green economy, Djarum menjadi salah satu yang mendunia,” ujarnya.

Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura dalam usia 86 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Djarum serta dunia usaha nasional.

Semasa hidupnya, Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia membesarkan Grup Djarum menjadi perusahaan besar yang merambah berbagai sektor, mulai dari industri rokok hingga perbankan.

Tak hanya di dunia bisnis, Bambang juga dikenal sebagai filantropis dan pecinta olahraga. Melalui PB Djarum dan Djarum Foundation, ia berperan besar dalam melahirkan atlet bulu tangkis berprestasi serta menjalankan berbagai program sosial di bidang pendidikan dan lingkungan.

Kepergian Bambang Hartono menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat yang merasakan manfaat dari kiprah dan dedikasinya selama ini. (*)

Sekolah Vokasi Jawab Persoalan Pengangguran, 90 Persen Lulusan SMK di Jateng Terserap Industri

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut sekitar 90 persen lulusan sekolah vokasi di Jawa Tengah langsung terserap dunia kerja. Tingginya serapan tersebut menunjukkan pendidikan vokasi di daerah itu semakin relevan dengan kebutuhan industri dan menjadi tulang punggung penyiapan tenaga kerja siap pakai.

Hal itu disampaikan Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso ke sejumlah sekolah vokasi di Kudus, Kamis (12/3/2026).

“Dari 1.529 sekolah vokasi di Jawa Tengah, sekitar 90 persen lulusannya sudah terserap di industri. Dari 10 persen yang belum, sebagian besar karena belum cukup umur untuk bekerja,” kata Luthfi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi SMK Raden Umar Said Kudus, SMK Nau Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus.

Rombongan juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin.

Di SMK Raden Umar Said, Luthfi dan rombongan melihat langsung berbagai karya animasi yang dibuat siswa. Sementara di SMK NU Banat Kudus, mereka menyaksikan karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk kreatif.

Adapun di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau pembelajaran vokasi di bidang pelayaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor maritim.

Menurut Ahmad Luthfi, keragaman kompetensi di sekolah vokasi menunjukkan kesiapan generasi muda Jawa Tengah untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda di sekolah vokasi Jawa Tengah siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi terus mendorong penguatan pendidikan vokasi dengan memperluas investasi padat karya serta menambah Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai kabupaten/kota.

Salah satu siswa SMK Raden Umar Said, Haidar, mengaku kemampuannya di bidang animasi berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut, meski saat ini baru duduk di kelas XI.

Ia berharap suatu saat dapat menjadi animator profesional dan berkarya di industri animasi.

Para siswa di sekolah tersebut, kata Haidar, sudah terbiasa mengerjakan proyek dari industri sehingga memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, sebagian karya animasi siswa sudah dipasarkan hingga Amerika Serikat dan Jepang.

Hal serupa disampaikan siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri. Ia mengatakan para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Sementara itu, Mendag Budi Santoso menyatakan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar global bagi produk kreatif yang dihasilkan pelajar vokasi, termasuk jasa animasi.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang dapat membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar internasional.

“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pasar sekaligus memperkuat daya saing produk kreatif generasi muda Indonesia di kancah global. (*)

Gus Yasin: Penanganan Banjir Kudus, Pati, dan Jepara Perlu Rekayasa Cuaca

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan perlunya dilakukan rekayasa cuaca dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara. Mengingat, intensitas hujan sangat tinggi di tiga wilayah ini selama empat hari berturut-turut.

“Jadi selama empat hari tidak ada matahari, jadi hasil koordinasi dengan BBWS memang perlu ada rekayasa cuaca,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat mengunjungi Posko Bencana Banjir Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, untuk meminta spot-spot yang perlu dibantu dengan pompa. Namun demikian, sungai yang ada saat ini juga masih terkendala adanya air yang melimpah.

Sementara itu, posko banjir yang didirikan di komplek sekolah Hidayatus Shibyan itu, ditempati sebanyak 105 jiwa. Posko tersebut sudah dilengkapi dengan layanan kesehatan dan dapur umum, serta fasilitas MCK.

Gus Yasin juga menemukan ada warga yang anggota keluarganya masih berada di rumah yang terkena banjir, dikarenakan stroke. Menanggapi hal itu, Gus Yasin meminta kepada tenaga kesehatan untuk segera dievakuasi ke Puskesmas dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin menyalurkan bantuan dari Pemprov Jateng senilai Rp 188 juta berupa makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, dan selimut.

Kepala Dusun Karangmalang Sumijan, mengatakan, warga yang berada di posko sudah memperoleh fasilitas memadai dengan dapur umum dan layanan kesehatan.

Kebutuhan yang mendesak bagi warga adalah sembako, selimut, popok bayi dan lansia.

“Kalau untuk fasilitas kesehatan alhamdulillah terpenuhi, dan semoga semua sehat sampai banjir berakhir,” ujarnya.

Diketahui, hujan intensitas tinggi terjadi di wilayah Kudus terjadi sejak tanggal 9 Januari 2026. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen.

Sedangkan banjir di Desa Golantepus akibat luapan Sungai Dawe dan Sungai Mrisen, diperparah dengan adanya tanggul yang jebol. Adapun banjir Desa Kesambi diakibatkan meluapnya Sungai Piji yang tidak mampu menampung debit air dari hulu Gunung Muria.

Selama kejadian banjir, tercatat ada 2.082 rumah terendam, dan 2.487 KK/8.043 jiwa terdampak. Ketinggian air 5-55 cm, dan 106,4 Ha sawah terendam banjir.

Sementara itu, penanganan yang dilakukan Pemkab Kudus antara lain menetapkan status tanggap darurat bencana. Berlaku dari 12 hingga 19 Januari 2026. Selain itu, dengan mengaktifkan Posko Induk Penanggulangan Bencana di Kantor BPBD Kudus sebagai pusat komando koordinasi antara TNI, Polri, relawan, dan OPD terkait.

Pemerintah setempat juga melakukan penambalan tanggul jebol di Desa Golantepus, dinas terkait (Pusdataru dan BBWS) bersama warga dan relawan melakukan penutupan darurat tanggul yang jebol menggunakan sandbag (karung pasir) dan cerucuk bambu untuk menahan air.

Selain itu, dilakukan pembersihan sumbatan sampah dan eceng gondok di bawah sejumlah jembatan desa (terutama di Sungai Piji, Desa Kesambi) yang menjadi penyebab air meluap ke jalan. (*)

Pastikan Penanganan Banjir dan Longsor di Jateng Masih Terkendali, Pemprov Jateng Belum Tetapkan Status Tanggap Darurat

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menetapkan status darurat bencana meskipun hujan berintensitas tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, hingga saat ini penanganan di lapangan masih berjalan cepat dan terkendali.

“Belum ada penetapan darurat bencana. Status itu ditetapkan apabila kondisi sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat secara luas dan fluktuatif. Namun demikian, kami tetap siaga apabila terjadi perkembangan yang lebih berat,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Pati Sudewo, Wakil Bupati Ardhi Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur TNI dan Polri.

Berdasarkan data penanganan bencana di Kabupaten Pati, banjir tercatat melanda 59 desa di 15 kecamatan. Dampaknya meliputi 55 rumah terdampak, 1 rumah rusak berat, dan 5 rumah rusak sedang.

Selain itu, terdapat 15 titik kerusakan talud dan akses jalan, serta 1 fasilitas umum berupa musala yang terdampak. Sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi di Balai Desa Doropayung.

Sementara itu, bencana longsor terjadi di 10 desa pada 3 kecamatan dengan total sekitar 121 titik longsor. Peristiwa tersebut mengakibatkan 20 rumah terdampak, sekitar 80 kepala keluarga atau 264 jiwa terdampak langsung, serta satu orang meninggal dunia.

Dalam peninjauan lapangan, Luthfi memastikan penyaluran bantuan dan penanganan korban di Pati berjalan tanpa hambatan. Pemerintah, kata dia, berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berlangsung.

“Kami memastikan masyarakat tertangani dengan baik. Kebutuhan pokok sudah disalurkan. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak sekolah, terhambat aktivitasnya, termasuk dalam pemenuhan bahan pokok,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan logistik, layanan kesehatan, bahan baku, serta persiapan obat-obatan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), dan pemerintah kabupaten agar bantuan lebih cepat dan merata.

Menurut Gubernur, kondisi penanganan di Pati menjadi salah satu pertimbangan pemerintah provinsi untuk belum menetapkan status darurat bencana secara menyeluruh. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, OPD, TNI, dan Polri dinilai masih berjalan efektif.

Kendati demikian, ia mengakui sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah membutuhkan perhatian khusus. Di Kabupaten Jepara, longsor terjadi di banyak titik, termasuk di Desa Tempur yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Selain itu, banjir juga melanda Kabupaten Kudus dengan dampak yang cukup luas.

“Seluruh kabupaten dan kota sebenarnya telah menyiapkan sarana dan prasarana penanganan bencana, baik oleh bupati, OPD, maupun bersama TNI dan Polri,” kata Luthfi.

Terkait opsi rekayasa cuaca, Luthfi menyatakan langkah tersebut belum dilakukan karena memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Rekayasa cuaca harus dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem saat ini juga terjadi di daerah lain,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan agar dampak banjir dan longsor dapat ditekan, serta kehadiran negara tetap dirasakan oleh masyarakat terdampak. (*)

Bupati Kudus Resmikan Pamdes Berbasis Energi Hijau

Lingkar.co – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meresmikan Program Air Minum Desa (Pamdes) berbasis energi hijau hasil kolaborasi CSR KSB Indonesia dan pengabdian masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“Hari ini kita meresmikan dua Pamdes bantuan dari ITB dan KSB Indonesia. Air bersih adalah kebutuhan dasar, Karena air bersih menjadi kunci utama terwujudnya masyarakat yang sehat. Terima kasih kepada ITB dan KSB Indonesia atas kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Inovasi dengan teknologi panel surya ini adalah energi hijau yang terus kita galakkan di Kabupaten Kudus,” ujar Bupati dalam keterangan persnya, Kamis (25/12/2025).

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pengelolaan Pamdes akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah Desa Tumpangkrasak berkewajiban melakukan pemeliharaan serta menjalankan operasional secara berkelanjutan.

“Pamdes ini nantinya dikelola oleh BUMDes atau Kopdes Merah Putih. Pemerintah desa dan masyarakat berkewajiban memelihara dan menjalankan operasionalnya. Semoga semuanya berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” imbuhnya.

Perwakilan KSB Indonesia, Arman Reyes Furqon, menjelaskan bahwa sistem pompa air yang dipadukan dengan panel surya ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Produk pompa yang dikombinasikan dengan panel surya ini adalah yang pertama di Indonesia dan Desa Tumpangkrasak menjadi pionirnya. Kami berharap teknologi ini dapat segera diterapkan di daerah lain. Ke depan, kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama ITB,” ungkapnya.

Pemilihan lokasi di Kabupaten Kudus (desa Tumpangkrasak) didasarkan pada kondisi kualitas air tanah yang mengalami penurunan akibat jarak sumur dan septic tank yang relatif dekat. Oleh karena itu, pengambilan air dilakukan pada kedalaman 50 hingga 80 meter sehingga kualitas air lebih baik dan tidak memengaruhi sumur dangkal milik warga. Setiap pompa memiliki debit 1,2 meter kubik per jam dan dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan air bersih, termasuk pada musim kemarau.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Prof. Zulfiadi Zulhan, menegaskan bahwa program ini menjadi terobosan penting dalam pemanfaatan energi terbarukan.

“Ini merupakan pionir dalam penggunaan energi hijau melalui solar cell yang dikombinasikan dengan pompa air. Ini sangat baik untuk masa depan dan menjadi contoh pengembangan teknologi berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui program Pamdes berbasis energi terbarukan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap akses air bersih masyarakat semakin merata, berkelanjutan, serta mampu mendukung kualitas hidup dan kesehatan warga desa secara jangka panjang. (*)

Pelaksanaan RTLH di Jateng Bagus, Menteri PKP Apresiasi Ahmad Luthfi

Lingkar.co – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, atas sinergi dan komunikasi efektif dalam mendukung percepatan pembangunan rumah layak huni di daerah.

Hal itu disampaikan Maruarar saat meninjau salah satu rumah yang dibantu program CSR PT Djarum di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis, (6/11/2025).

“Saya senang sekali. Komunikasi antara Pak Gubernur dan jajaran di bawahnya dengan Kementerian Perumahan sangat baik. Tiktok-nya jalan, koordinasinya cepat,” ujar Maruarar.

Menteri yang akrab disapa Ara itu menjelaskan, Gubernur Luthfi memberikan kemudahan bagi dunia usaha yang ingin berkontribusi membangun negeri. Yakni dengan mempercepat proses perizinan.

“Kita support data dari BPS, perizinan dibantu pemda. Reputasi ini dijaga,” ucapnya

Ia menegaskan, peranan dunia usaha menjadi kunci untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Inilah peranan dunia usaha, non-APBN. Tidak cukup kalau hanya mengandalkan pemerintah. Djarum, Astra, dan banyak pihak lain sudah membuktikan bahwa gotong royong bisa berjalan nyata,” ujarnya.

Menurut Menteri PKP, capaian ini merupakan contoh nyata bagaimana komunikasi lintas sektor yang baik dapat mempercepat realisasi program perumahan nasional.

“Gotong royong seperti ini harus dijaga. Jawa Tengah sudah membuktikan bahwa dengan komunikasi yang baik, kerja nyata bisa dilakukan bersama-sama,” pungkas Maruarar.

Program CSR PT Djarum di Jawa Tengah pada 2025 mencakup 2.550 unit bantuan rumah dan sanitasi, terdiri dari 814 unit dalam proses dan 1.572 unit selesai, dengan target rampung Desember 2025.

Di Kabupaten Kudus, 1.500 unit merupakan program Sanitasi Terpadu dan telah selesai sejumlah 869 unit. Sementara 300 unit lainnya adalah program Renovasi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) telah selesai 222 unit. Serta 200 unit renovasi ringan.

Di tempat yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan perumahan merupakan bagian dari layanan dasar yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan adalah layanan dasar yang wajib kita penuhi. Rumah layak huni menjadi pondasi kesejahteraan keluarga, dan ini harus kita kejar bersama,” tegasnya.

Ahmad Luthfi memaparkan hingga 2025, Pemprov Jateng telah merealisasikan sekitar 150 ribu unit rumah layak huni, dengan dukungan APBD provinsi, kabupaten/kota, CSR, dan APBN.

“Kami jalankan secara kolaboratif. Kabupaten/kota, provinsi, dan kementerian bekerja bersama, setiap triwulan kami evaluasi. Hasilnya, kemiskinan ekstrem turun dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen, dan pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,28 persen menjadi 5,37 persen di atas rerata nasional,” ungkapnya. (*)

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Terjunkan Spesialis Keliling ke 5.479 Pesantren

Lingkar.co – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mulai menerjunkan dokter spesialis keliling (Speling) ke 5.479 pesantren di Jawa Tengah. Speling menyasar pesantren untuk memastikan layanan kesehatan bagi santri, khususnya untuk penyakit dengan potensi penularan tinggi.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, peringatan HSN 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Kudus. Diawali dengan beberapa kegiatan pameran dan Jateng Bersholawat pada tanggal 21 Oktober, kemudian dilanjutkan hari puncak dengan apel peringatan HSN di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, Rabu, (22/10/2025).

“Pemprov Jateng tidak hanya upacara tetapi ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, termasuk hari ini dokter Speling kita hadir. Ini kita lakukan pemeriksaan di basis santri, yaitu pesantren di Jawa Tengah. Ada 5.479 pesantren,” kata Ahmad Luthfi usai menjadi inspektur upacara Peringatan HSN 2025 dan mengecek program Speling untuk santri.

Ia menjelaskan, Speling di ribuan pesantren tersebut akan diakselerasi. Selain untuk memberikan layanan kesehatan dari dokter spesialis, Speling di pesantren juga menjadi bagian untuk tracing sejumlah penyakit seperti tuberkulosis (TBC), penyakit kulit, dan indikasi penyakit lain yang diderita pada santri.

“TBC ini menjadi prioritas pemerintah maka harus dilakukan tracing dan pengobatan sampai tuntas. Kalau ada satu santri yang kena, pesantren itu harus dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Menurut Ahmad Luthfi, kesehatan santri juga harus diperhatikan karena santri merupakan bagian dari masyarakat produktif dan masa depan bangsa.

“Kalau santri kita sehat, ke depannya akan menjadi anak-anak yang mempunyai daya kreativitas tinggi dan berdaya saing,” ujarnya.

Selain Speling, Pemprov Jateng juga memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan santri dan pesantren. Salah satunya adalah Pesantren Obah. Terbaru melalui pesantren obah tersebut, Pemprov Jateng juga meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren.

“Tadi malam sudah kita launching. Santri dan pengasuh pesantren yang mempunyai kualifikasi akan mendapatkan beasiswa sekolah di dalam negeri dan luar negeri seperti Mesir, Yaman, dan lainnya,” katanya.

Sementara apel peringatan HSN 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus dihadiri ribuan santri. Ahmad Luthfi sebelum membacakan amanat Menteri Agama sempat menyampaikan pesan kepada para santri tentang pentingnya Hari Santri.

“Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan santri-santri dan para kiai. Mengingat tanggal 22 Oktober 1945 (santri) yang membela tanah air dengan dasar hubbul waton minal iman. Ini sejarah yang perlu kita ingat. Selamat hari santri. Hidup Santri!” kata Ahmad Luthfi. (*)

Gubernur Jateng Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025) malam

“Malam ini, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi,” kata Ahmad Luthfi didampingi Taj Yasin.

Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren merupakan komitmen Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yakni lembaga yang anggotanya para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren.

LFSP berperan penting dalam memfasilitasi berbagai program Pemprov Jateng yang, berkaitan dengan dunia pesantren, termasuk seleksi dan pendampingan penerima beasiswa.

Jenis program beasiswa yang diberikan antara lain beasiswa S1 dalam negeri berupa biaya UKT semester 1-8 di universitas yang di Jawa Tengah. Meliputi bidang Kedokteran, Pertanian, Sains, Teknologi, Teknik, Matematika, dan Keislaman.

Berikutnya beasiswa pendidikan vokasi dan S1 Luar Negeri bidang saintek. Negara tujuannya antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China. Fasilitas yang diberikan berupa biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket PP.

Selain itu juga ada beasiswa S1 Luar Negeri untuk double degree bidang sains dan teknologi dan S1 Luar Negeri bidang Keislaman. Kemudian beasiswa S2 Dalam Negeri untuk bidang Keislaman, Humaniora, dan Saintek.

“Beasiswa tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal di dalam negeri tetapi termasuk di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi terutama oleh Gus Yasin,” katanya.

Selain itu, program beasiswa tersebut merupakan realisasi salah satu program prioritas Pemprov Jateng periode 2025–2030 yakni Pesantren Obah untuk mendukung pesantren yang dinamis, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Program Pesantren Obah menjadikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan akhlak dan spiritual tetapi juga pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat.

“Pesantren Obah yang kita lakukan di Provinsi Jawa Tengah akan memberikan berkah kepada para santri karena pesantren tidak hanya mendidik tetapi juga tempat untuk berdakwah. Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri yang bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan,” ujar Ahmad Luthfi.

Jateng Bersholawat merupakan agenda rutin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Khusus malam ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam).

Menurut Ahmad Luthfi, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan atas kontribusi santri, yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat,” katanya.

Dalam Jateng Bersholawat tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 kita kepada khafilah musabaqoh tilawatil qutub Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.

Adapun Jateng Bersholawat tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, Forkopimda Jateng, dan seluruh kepala OPD Pemprov Jateng. Hadir juga sejumlah bupati antara lain Bupati dan Wakil Bupati Kudus selaku tuan rumah, Bupati Pati, Bupati Jepara, Bupati Blora, Bupati Kendal, Bupati Sukoharjo, dan perwakilan bupati daerah lainnya. (*)

Ada Jasa Fotografer Keliling di Pasar Dandangan, Tarifnya Ramah di Kantong

Lingkar.co – Tradisi Dandangan selalu dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Tradisi yang digelar Pemerintah Kabupaten (Kudus) untuk menyambut bulan Ramadan ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Tak hanya dari Kudus, banyak di antara mereka yang datang dari luar daerah.

Maka tidak heran setiap hari Pasar Malam Dandangan selalu penuh sesak oleh pengunjung. Apalagi banyak wahana permainan khas pasar malam yang disediakan, mulai bianglala, komedi putar, hingga ombak banyu. Juga dimeriahkan berbagai pentas budaya di setiap malamnya.

Momen ini tak dilewatkan oleh salah satu fotografer dari Kudus untuk mendulang rezeki. Ia adalah Ihza Fajar, yang membuka jasanya di sekitar lampu merah Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

“Ini juga bagian dari menyalurkan hobi saya, mengabadikan setiap momen melalui gambar,” ujarnya, Kamis malam (7/3/2024).

Ia mengaku merasa senang hasil karyanya bisa dinikmati para pengunjung Pasar Malam Dandangan.

“Melalui sebuah gambar yang diambil selalu memiliki filosofi karena di dalamnya ada sesuatu yang indah, bermaka dan bercerita,” ujarnya.

Untuk dapat mendapatkan jasanya, Ihza tidak mematok tarif yang mahal. Cukup dengan Rp 15.000 para pengunjung sudah bisa mengabadikan beberapa momennya di Pasar Dandanga. Soal kualitas tidak perlu dipertanyakan.

“Dengan Rp 15.000 mereka sudah dapat beberapa foto sesuai kreasi mereka dan sudah diedit agar menjadi sebuah foto yang berkesan untuk diabadikan sebagai sebuah cerita bersama,” paparnya.

Berbekal kamera Mirrorless, lensa fix dan kit, flash external, tripod dan monitor besar melalui tabnya, Ihza menjajakan foto yang dapat dipilih langsung oleh pengunjung dilayar dan dikirim ke gawai mereka. Bagi yang ingin fotonya dicetak, kata Ihza, akan dikirimkan di keesokan harinya.

“Untuk foto langsung cetak, mereka hanya cukup menambahkan Rp 5 ribu saja sudah dapat 1 foto dengan dicetak dengan foto yang mereka pilih sendiri. Sementara untuk foto lainnya tetap dikirimkan melalui Whatsapp,” jelasnya.

Ihza mengaku lapaknya tersebut dibuka mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB, dengan rata-rata melayani 15 sampai 20 pengunjung setiap malamnya.

Dalam hal ini, ia juga dibantu oleh partnernya, yang juga merupakan istrinya.

“Alhamdhulillah, untuk hasil yang kami peroleh, kami tabung dan akan dipergunakan untuk mensupport tabungan pernikahan kami nantinya. Rencana ke depan mau terus mengembangkan usaha ini di setiap ada acara,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Azahra Sabila mengaku senang dengan adanya fotografer keliling yang ada di  Pasar Dandangan ini. Ia juga merada cukup puas dengan hasil jepretan yang didapatkan.

“Seneng banget, kebetulan sama temen lihat-lihat dandangan, mumpung momennya pas, ada yang motoin. Untuk harganya sendiri terbilang ramah dikantong,” tandasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

214 Pelajar Kudus Bersaing dalam Popda Karate

Lingkar.co – Sebanyak 214 pelajar Kudus ikut bersaing dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) cabang karate tahun 2024 yang digelar di GOR Lapangan Indoor Wergu Wetan Kudus, Kamis (7/3/2024). Para pemenang akan mewakili Kudus di Popda tingkat Jawa Tengah.

Ketua Panitia Popda Karate Kudus 2024, Hendro Ariwibowo mengatakan antusias peserta tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini peminat dari peserta bertambah, apalagi untuk yang kelas SD dan SMP yang awalnya tahun kemarin hanya sampai tingkat kabupaten, insya Allah untuk tahun ini kita langsung ke tingkat Jawa Tengah pada bulan November,” ujarnya di GOR Lapangan Indoor Wergu Wetan Kudus, Kamis (7/3/2024).

Menurutnya, Popda kali ini dipersiapkan lebih matang. Ada beberapa kelas yang dipertandingkan.

“Dalam pertandingan kali ini dibagi per berat badan. Untuk yang SD itu meliputi kelas min 30, min 35 dan min 40. Untuk SMP juga sama dibagi berbagai macam kelas,” katanya.

Ia mengatakan, untuk tingkat SMA nantinya memiliki langkah yang berbeda. Sebelum melangkah ks tingkat provinsi, peserta harus berjuang terlebih dahulu di tingkat Karesidenan Pati.

Meski begitu, pihaknya sangat optimis bakal meraih hasil maksimal di level selanjutnya, karena para peserta yang ikut bertanding memiliki potensi yang lebih bagus dibanding sebelumnya.

“Dengan melihat potensi mereka kali ini, misalnya yang kemarin kita hanya bisa juara 3, juara 2, insya Allah nanti kita juga akan mendapat hasil yang maksimal ketika nanti di event-event selanjutnya,” ujarnya.

Ia pun berharap prestasi cabang olahraga karate Kabupaten Kudus semakin meningkat ke depannya. Hal ini seiring dengan makin meningkatnya minat karate di Kudus.

“Semoga ke depan lebih banyak diikuti sekolah-sekolah lagi, baik melalui sosialisasi, melalui prestasi yang telah diraih kakak tingkatnya yang membuat pelajar lainnya semakin termotivasi,” tandasnya.

Salah satu peserta, Hasbalah Muhammad Azam yang saat ini masih menduduki kelas 10 dari SMAN 1 Kudus mengaku sangat antusias mengikuti perlombaan karate kali ini.

“Tadi habis mengikuti di babak penyisihan. Ini pengalaman pertama baru ikut karate. Rasanya menegangkan, karena baru pertama kali. Jadi ikut merasakan atmosfernya pertandingan karate,” katanya.

Menurutnya, melalui olahraga karate dirinya dia dapat meningkatkan mental dan membuat tubuhnya menjadi lebih sehat.

“Seru, dapat pengalaman besar, bisa nambah mental. Kalau gak mental pasti tadi sudah kebantai karena lawannya adalah unggulan. Ini menjadi motivasi untuk terus berusaha menjadi lebih baik,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam