Arsip Tag: Hari Raya Idul Fitri

Nyepi Berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri, Pemkab Jombang Beri Perhatian Serius

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan perhatian serius terhadap hari raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri 1447 Hijriyah.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada penguatan toleransi dan harmoni antarumat beragama mengingat irisan waktu pada dua hari raya tersebut

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah. Mengingat Idul Fitri 1447 H berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sebagaimana arahan Bapak Bupati menekankan pentingnya menjaga harmoni dan toleransi,” kata Gus Salman mewakili Bupati Warsubi memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda, Forkopimcam dan tokoh masyarakat lintas agamadi Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Kamis (12/3/2026) pagi.

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan strategi cipta kondisi guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kerukunan masyarakat

“Kita harus memastikan seluruh umat beragama di Jombang dapat beribadah dengan khusyuk dan saling menghormati,” sambungnya.

Dalam hal pengamanan, Gus Salman meminta adanya sinergi yang kuat antara Dishub, Satpol PP, TNI-Polri, hingga relawan seperti Banser dan Senkom. Fokus pengamanan akan ditempatkan pada titik rawan macet seperti Mojoagung dan Bandarkedungmulyo.

“Pos Pelayanan (Posyan) tidak hanya untuk pengaturan lalu lintas, tapi juga menyediakan layanan kesehatan gratis, bengkel darurat, dan informasi jalur alternatif bagi pemudik,” jelasnya

Sementara itu, untuk malam takbiran, Bupati Jombang, melalui Gus Salman mengimbau masyarakat untuk merayakannya secara khidmat.

“Takbiran dipusatkan di masjid atau mushalla. Kami melarang penggunaan sound horeg di kendaraan serta takbir keliling menggunakan motor di jalur protokol demi menjaga ketertiban umum”, tuturnya.

Selain itu, dirinya juga menginstruksikan Satgas Pangan dan TPID untuk melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional seperti Pasar Pon dan Citra Niaga, serta gudang BULOG. .

Fokus utama adalah memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) seperti beras SPHP, Minyakita, dan gula dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Terkait ketersediaan Bapokting dan BBM, lanjutnya, Pemerintah telah memastikan aman. Untuk itu Salmanudin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi borong berlebihan yang dapat memicu ketidakstabilan harga.

“Sebagaimana disampaikan Kepala Bulog bahwa stok pangan di Jombang, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga pasca-Lebaran,” urainya.

“Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan termasuk BBM. Belanjalah sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan harga di pasar tetap stabil,” tegasnya.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Jombang menegaskan kewajiban perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh paling lambat H-7 lebaran.

Hal ini sesuai dengan SE Menaker No. M/3/HK.04.00/III/2026, di mana Disnaker Jombang telah menyiagakan Posko Satgas Ketenagakerjaan untuk melayani konsultasi dan pengaduan pekerja.

“Sesuai regulasi, THR wajib dibayar penuh dan paling lambat H-7. Melalui Disnaker telah menyiagakan Posko Satgas Ketenagakerjaan untuk memastikan hak-hak pekerja di Jombang terpenuhi tanpa kendala,” pungkasnya. (*)

Mudik Lebih Aman, Polisi Siapkan Layanan Valet n’ Ride untuk Angkut Pemudik dan Motor Sekaligus

Lingkar.co, Arus mudik Lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu jutaan masyarakat untuk kembali ke kampung halaman. Namun bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, perjalanan jarak jauh sering kali menjadi tantangan tersendiri karena harus menempuh ratusan kilometer dengan kondisi fisik yang terbatas. Risiko kelelahan hingga kecelakaan lalu lintas pun menjadi ancaman yang kerap terjadi setiap musim mudik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian di wilayah Jawa Tengah menyiapkan layanan khusus bagi pemudik sepeda motor melalui program Valet n’ Ride. Program ini memberikan fasilitas mudik gratis bagi pengendara motor yang melakukan perjalanan jauh menuju Semarang dengan sistem pengangkutan pemudik dan kendaraan secara terpisah.

Melalui layanan ini, pemudik yang merasa lelah dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang nyaman dan dilengkapi pendingin udara. Sementara itu, sepeda motor mereka akan diangkut menggunakan kendaraan towing atau truk pengangkut motor menuju kota tujuan yang sama.

Dengan sistem tersebut, pemudik tidak perlu khawatir meninggalkan kendaraannya. Bus yang membawa penumpang dan kendaraan pengangkut motor akan berangkat dalam waktu yang sama sehingga pemudik dan sepeda motornya dapat tiba bersamaan di tujuan.

Titik keberangkatan program ini berada di kawasan NasmoCo Brebes, sementara lokasi kedatangan berada di Polrestabes Semarang. Rute tersebut dipilih karena jalur Brebes menjadi salah satu pintu masuk utama pemudik dari arah barat menuju wilayah Jawa Tengah, terutama melalui jalur pantai utara.

Kapolres Tegal, Bayu Prasatyo, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya kepolisian untuk memberikan pelayanan sekaligus perlindungan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.

Menurutnya, banyak pemudik yang tetap memaksakan diri berkendara meskipun kondisi tubuh sudah kelelahan. Hal inilah yang sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalur mudik, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Program Valet n’ Ride ini kami siapkan untuk membantu para pemudik sepeda motor yang menempuh perjalanan jauh agar dapat beristirahat dengan aman. Pemudik dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus, sementara sepeda motor mereka kami angkut hingga ke kota tujuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa layanan tersebut juga menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus menjaga kelancaran arus mudik di jalur utama.

Dengan adanya fasilitas ini, pemudik diharapkan tidak lagi memaksakan diri mengendarai sepeda motor dalam kondisi lelah. Selain meningkatkan keselamatan perjalanan, program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan roda dua di jalur mudik.

Program Valet n’ Ride sendiri merupakan bagian dari rangkaian pengamanan mudik yang digelar kepolisian melalui Operasi Ketupat 2026. Operasi tahunan tersebut mengedepankan pendekatan pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan berbagai fasilitas yang bertujuan menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman.

Dengan inovasi layanan ini, kepolisian berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Tidak hanya untuk mempermudah perjalanan, tetapi juga untuk memastikan para pemudik dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya. (*)

Penuli: Husni Bojes

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Boyolali Waspadai Lonjakan Harga Pasar Tradisional, Cabai Rawit Masih Rp90 Ribu Per Kilogram

Lingkar.co- Bupati Boyolali Agus Irawan beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali dan OPD terkait, kembali melakukan monitoring harga bahan pokok di beberapa pasar, Selasa (10/3/2026) pagi. Salah satunya meninjau di Pasar Ampel.

Saat meninjau, Bupati mengatakan bahwa stok bahan pokok dipastikan aman hingga lebaran nanti. Sedangkan untuk harga, mayoritas bahan pokok masih stabil dan terjangkau masyarakat, hanya komoditas cabai rawit merah dan minyak goreng yang saat ini mengalami kenaikan.

Pihaknya memastikan, akan terus mengawal beberapa bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan. Agus juga terus berupaya mengendalikan harga beberapa komoditas yang masih tinggi. Ia membeberkan, kenaikan harga cabai rawit merah dikarenakan oleh faktor cuaca yang menyebabkan beberapa petani gagal panen.

Sedangkan untuk minyak goreng merk ‘Minyak kita’ yang juga mengalami kenaikan dan kelangkaan barang, Bupati Agus akan mengerahkan tim untuk melakukan investigasi terkait penyebab hal tersebut.

“Untuk daya beli masyarakat sudah mulai membaik, semoga nanti di hari H lebaran ataupun setelah H lebaran semuanya bisa berjalan dengan baik, tertib dan juga tentunya kenyamanan warga Kabupaten Boyolali bisa terjamin semuanya.” kata Agus.

Senada, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali Purnawan Raharjo mengungkapkan, sebagian besar bahan pokok terpantau aman dan stabil di seluruh pasar. Hanya cabai rawit merah dan minyak goreng yang mengalami kenaikan signifikan.

Di pasar Ampel, beras medium berkisar diharga Rp 15 ribu per kilo dan beras premium Rp16 ribu per kilo. Untuk harga telur ayam, sedikit mengalami kenaikan hingga Rp29 ribu per kilo. Gula pasir DN (KW medium) berada diharga Rp17.500 per kilo dan gula pasir LN Rp20 ribu per kilo.

Harga cabai rawit merah masih tinggi mencapai Rp 90 ribu per kilo, namun harga ini sudah mengalami penurunan dibandingkan dengan harga cabai rawit merah di pasar lain yang masih bertahan diharga Rp 95 ribu per kilo.

Sedangkan minyak goreng merk ‘Minyak Kita’ di pasar Ampel naik drastis menyentuh harga Rp 20 ribu per liter, padahal harga di pasar lain hanya Rp17-18 ribu per liter. Kemudian untuk minyak goreng curah lebih tinggi lagi diharga Rp22 ribu per liter.

“Nanti kita koordinasikan bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan, untuk koordinasi dengan BULOG terkait dengan minyak.” ujar Purnawan. (*)

Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Pemkab Boyolali Kebutuhan Perbaikan Jalan

Lingkar.co – Menjelang arus mudik lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Boyolali mulai mengebut perbaikan ruas jalan yang rusak.

Kepala DPUPR Kabupaten Boyolali Yulius Bagus Triyanto mengatakan, untuk saat ini perbaikan diutamakan pada sembilan ruas jalan yang nanti dijadikan jalur mudik.

Dia menyebut, sembilan ruas jalan tersebut antara lain; ruas jalan Karanggede-Boyoromo sepanjang 850 meter, kemudian ruas jalan Bangak-Sambi-Simo sepanjang 11,945 kilometer, dan ruas jalan Simo-Tanjung-Klego sepanjang 11,585 kilometer.

Selanjutnya ruas jalan Mojosongo-Pasekan sepanjang 5,610 kilometer, ruas jalan Ampel-Jetis sepanjang 4,15 kilometer, dan ruas jalan Simo-Nogosari-Kaliyoso 15,165 kilometer. Kemudian Jalan Diponegoro sepanjang 1,65 kilometer, ruas jalan Ngangkruk-Dukuhan-Sanggung sepanjang 10 kilometer, ruas jalan Simo-Papringan 5,190 kilometer dan ruas jalan Mangu-Nogosari.

Yulius mengungkapkan, hingga saat ini progres pengerjaan perbaikan jalan rata-rata sudah mencapai 30-40 persen. Proyek ini akan dikebut dan ditargetkan akan selesai pada H-10 lebaran.

“Target selesai ini kan kita menyesuaikan dengan Operasi Ketupat Candi dari Polda, jadi kita H-10 lebaran harus sudah selesai.” ujar Yulius, Jum’at (6/3/2026)

Meninjau langsung proyek perbaikan jalan tersebut, Bupati Boyolali, Agus Irawan juga menyisir di beberapa lokasi. Pihaknya mengungkapkan, perbaikan jalan ini bertujuan agar warga dapat melaksanakan mudik dengan lancar dan nyaman.

“Harapannya untuk kenyamanan lalu lintas, kenyamanan warga, nanti untuk lebaran tahun ini bisa berjalan dengan baik.” ungkap Bupati saat meninjau di ruas jalan Cabean-Penggung.

Menanggapi hal tersebut, Joko, salah satu warga Candi Kidul yang membuka toko di sepanjang ruas jalan itu sangat berterimakasih kepada Pemkab Boyolali atas perbaikan jalan di daerahnya. Banyaknya jalan berlubang di wilayah tersebut sudah cukup parah dan berbahaya bagi pengendara yang melintas.

“Saya sebagai warga mengucapkan banyak-banyak terimakasih, dari dulu ya cuma kaya gini aja, sekarang ada perbaikan, ya terimakasih sekali.” kata Joko. (*)

Jelang Hari Raya, Pemkot Malang Pantau Harga Bahan Pokok

Lingkar.co – Pemerintah Kota Malang terus memantau tingkat stabilitas harga dan ketersediaan komoditas strategis, khususnya cabai, telur, dan daging pada momen menjelang momen peringatan hari besar keagamaan yakni Hari Raya Nyepi dan juga Hari Raya Idulfitri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menjelaskan produksi cabai di Kota Malang sangat bergantung pada siklus masa tanam dan panen di masing-masing lahan.

Saat ini, katanya, luas lahan cabai di Kota Malang mencapai sekitar 65 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah. Menurutnya, setiap lahan memiliki fase produksi yang berbeda sehingga tidak dapat dihitung secara serentak.

“Setiap lahan memiliki masa tanam dan masa panen berbeda. Ada yang sudah memasuki panen kedua, ada yang belum panen, bahkan ada yang bisa sampai 30 kali panen. Jadi tidak bisa langsung ditotal dalam satu waktu,” terangnya usai mengikuti High Level Meeting (HLM) TPID Kota Malang serta peninjauan lahan cabai dan peternakan ayam di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026),

Sebagai gambaran, pada lahan seluas 4.000 meter persegi dengan sekitar 4.500 pohon cabai, hasil panen pada puncaknya yakni sekitar panen ke-12 hingga ke-14, dapat mencapai tiga kuintal dalam sekali panen. Namun pada panen awal, hasilnya relatif lebih rendah, sekitar 80 kilogram.

Dalam satu siklus tanam penuh, dari panen pertama hingga panen ke-30, potensi produksi disebut dapat mencapai 3.000 hingga 4.000 ton. Meski demikian, kebutuhan masyarakat bersifat fluktuatif, terutama saat aktivitas mahasiswa kembali normal dan menjelang hari besar keagamaan.

Ia mengakui, produksi cabai dari dalam kota belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga pasokan dari luar daerah masih diperlukan. Pergerakan harga pun sangat dipengaruhi mekanisme pasar.

“Ketika harga cabai di Kota Malang naik dan dinilai menguntungkan, pasokan dari luar daerah akan masuk. Saat pasokan melimpah, harga biasanya ikut turun. Itu mekanisme pasar yang terjadi,” jelasnya.

Pada komoditas telur, harga telur ayam kampung di pasar saat ini berkisar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam ras sekitar Rp29 ribu per kilogram.

Produksi telur di Kota Malang berasal dari peternakan di wilayah Wonokoyo dengan sekitar sembilan kandang, masing-masing berkapasitas 2.500 hingga 9.000 ekor. Namun demikian, produksi telur dalam kota juga belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan, sehingga tetap ditopang pasokan dari luar daerah.

Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil di kisaran Rp122 ribu per kilogram. Pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang oleh sekitar 25 jagal, dengan jumlah pemotongan 30 hingga 40 ekor per hari, tergantung ukuran sapi.

Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat pada momen tertentu seperti Ramadan dan saat aktivitas mahasiswa kembali aktif. Karena itu, pengendalian pasokan dan distribusi terus menjadi perhatian pemerintah.

“Kami terus melakukan pemantauan agar ketersediaan tetap aman dan harga terkendali, terutama menjelang momen keagamaan dan peningkatan aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (*)

Aplikasi Sapawarga Pemprov Jabar Permudah Warga Cek Lalulintas Hingga Pesan Tiket Mudik Gratis

Lingkar.co – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Adi Komar mengatakan, pihaknya telah mengembangkan aplikasi Super Aps Sapawarga untuk memberikan informasi mudik Idulfitri 2026.

Ia menyebut, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jawa Barat hingga jalur mudik yang aman cukup dengan memanfaatkan aplikasi Sapawarga.

“Kami fokus menyampaikan informasi yang lebih akurat khususnya jalur mudik yang aman dan lancar, kemudian program mudik gratis hingga terintegrasi dengan pantauan lalulintas melalui CCTV,” jelasnya, Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, Sapawarga juga menjadi aplikasi pemesanan tiket mudik gratis yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Jawa Barat. Menurut Adi, pemesanan tiket mudik gratis sudah dapat dilakukan mulai 11 Februari hingga 12 Maret 2026.

Saat mendaftar, pemudik hanya perlu memasukan data diri seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK), alamat, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir dan rute keberangkatan. Pemilihan tanggal keberangkatan dilakukan saat aktivasi tiket pada 1 – 12 Maret 2026.

Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar juga akan memaksimalkan Comand Centre sebagai pusat pengelolaan informasi jalur mudik yang memanfaatkan CCTV di sepanjang jalur mudik dan jalur wisata di Jawa Barat. Dengan memanfaatkan CCTV, informasi terakurat dapat segera diketahui saat itu juga.

“Comand Centre nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petugas lapangan untuk monitoring sekaligus mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi perjalanan mudik 1447 Hijriah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan, Program Mudik Gratis 2026 akan diberangkatkan pada 13, 14 dan 15 Maret 2026 dengan titik keberangkatan dari beberapa lokasi, seperti Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi.

Pemprov Jabar bersama dengan Jasa Raharja mempersiapkan kuota mudik gratis sebanyak 3.040 tiket dengan menggandeng beberapa PO bus, seperti PO. Sugeng Rahayu, PO. Damri, PO. Sinar Jaya, PO. Primajasa, PO. MGI. Total bus yang disediakan sebanyak 74 unit.

Melalui Program Mudik Gratis Tahun 2026, Pemprov Jabar menyediakan rute dalam maupun luar Provinsi Jawa Barat. Program mudik gratis terbuka untuk semua warga asal dan tinggal di Jawa Barat yang ingin mudik ke kampung halaman.

Armada bus yang akan digunakan juga telah memenuhi standar keselamatan yang disiapkan melalui pemeriksaan teknis (ramp check) sebelum keberangkatan. Pengemudi dan kru juga dipastikan dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang selama perjalanan.

Selain dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dishub Jawa Barat juga berkoordinasi dengan dinas lainnya untuk memastikan keandalan jalur mudik, terutama mengantisipasi kemungkinan gangguan alam seperti longsor.

Ia memperkirakan, sekitar 70 persen pemudik akan menggunakan kendaraan pribadi. Banyak di antara mereka melintasi Jabar menggunakan jalan tol sehingga Dishub Jabar akan memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tol. (*)

Gubernur Jawa Tengah Salat Id di Simpang Lima Semarang

Lingkar co Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin, 31 Maret 2025. Ahmad Luthfi berbaur dengan ribuan masyarakat yang melaksanakan salat.

Ahmad Luthfi tiba di lokasi sekira pukul 06.10 bersama putra bungsunya, Mohammad Alif Daffa. Mantan Kapolda Jateng itu berjalan menuju lokasi sembari mendorong kursi roda Alif. Ia langsung mengambil tempat di shaf paling depan berdampingan dengan putranya.

Salat Id dimulai sekira pukul 06.30. Bertindak sebagai imam adalah KH Zaenuri Ahmad. Beliau adalah imam Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus pengasuh Ponpes Nurul Qur’ani. Sementara Ketua Baznas RI Noor Achmad sebagai khatib.

Setelah salat Id dan khotbah selesai, Ahmad Luthfi menyapa masyarakat. Ia juga melayani masyarakat yang meminta berjabat tangan dan berfoto.

“Salat Id ini pertama saat saya menjabai sebagai gubernur,” katanya.

Luthfi mengatakan, Idulfitri merupakan momen untuk refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri. Sebagaimana hikmah Idulfitri yaitu kembali ke fitrah. Artinya, mari bersama-sama dengan seluruh anak bangsa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, untuk membangun diri untuk pembangunan Jawa Tengah. Terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita membangun daerah tidak bisa sendiri, tentu harus melibatkan beberapa komponen partisipatif, di antaranya akademisi, komponen masyarakat, wirausaha, dan yang paling pokok adalah bagaimana kita menciptakan jaminan kepercayaan investor di wilayah Jawa Tengah sehingga tumbuh-kembangnya ini bisa bersama-sama,” tuturnya.

Seorang jemaah, Rindham Dimitri, mengaku senang dapat salat berjemaah dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Apalagi ia dapat bertemu dan menyapa langsung.

“Sebagai warga Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, tentu sangat senang dapat salat Id bersama Pak Luthfi pada tahun pertamanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Pak Luthfi itu orangnya sederhana, merakyat, dan sumeh,” ujarnya. (*)

Basarnas Siapkan Langkah Strategis Selama Periode Mudik Lebaran 2025

Lingkar.co – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menggelar Siaga Khusus Lebaran 2025 guna memastikan keselamatan masyarakat selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri.

Pembukaan siaga khusus ini dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, yang digelar di Basarnas Command Center, Jumat (21/3/2025).

Mohammad Syafii menegaskan, Basarnas telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi potensi kejadian darurat selama periode mudik, terutama di tempat rawan kecelakaan, lokasi – lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, dan daerah rawan bencana.

“Kami telah menyiapkan personel, peralatan, serta koordinasi dengan berbagai pihak
guna memastikan respons cepat dan efektif dalam setiap situasi darurat yang terjadi
selama arus mudik dan balik Lebaran 2025,” ujar Mohammad Syafii.

Basarnas telah menempatkan tim siaga di lebih dari 472 posko yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Posko-posko ini berlokasi di jalur-jalur utama mudik, pelabuhan, bandara, serta titik-titik wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.

Baca Juga : Pemkot Semarang Intruksikan Lurah Waspadai Longsor di Masa Libur Lebaran

Beberapa langkah yang telah disiapkan dalam Siaga Khusus Lebaran 2025 antara lain, menyiagakan personel dan armada SAR di berbagai tempat rawan kecelakaan, lokasi lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi dan daerah rawan bencana.

Meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait lainnya dalam operasi penyelamatan.

Menyiapkan helikopter, kapal SAR, dan kendaraan darat yang di lengkapi peralatan SAR untuk mendukung evakuasi cepat jika terjadi kecelakaan.

Dan juga meningkatkan layanan komunikasi dan sistem informasi untuk memantau pergerakan arus mudik dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Lanjutnya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan mudik, mengikuti aturan lalu lintas, dan bila membutuhkan pertolongan evakuasi dapat menghubungi call center Basarnas 115 (gratis.red) yang siap melayani 24 jam.

Dengan pelaksanaan Siaga Khusus Lebaran 2025 ini, diharapkan mudik tahun ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar tanpa kendala berarti. *

Mendag Sebut Harga Bahan Pokok Relatif Stabil Jelang Hari Raya

Lingkar.co Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dengan kementerian dan lembaga, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis, (20/3/2-25) di Semarang, Jawa Tengah.

Mendag Busan dalam Rakor tersebut menyampaikan, harga-harga bahan pokok secara nasional relatif aman. Menurutnya, harga-harga relatif stabil, terutama untuk momen menjelang Lebaran seperti saat ini.

“Harga-harga saat ini terjangkau, merespons harga bawang merah di Kabupaten Grobongan Rp37.000/kg, (termasuk) murah karena harga acuan Rp41.500/kg. Walaupun sekarang ada kecenderungan agak naik karena kebutuhan meningkat, tapi relatif lebihstabil,” ujar Mendag Busan.

Dalam Rakor, pihaknya juga memaparkan beberapa program sinergi pemerintah dengan pelaku usaha dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Lebaran 2025.

Baca Juga: Tekan Inflasi Jelang Hari Raya, Pemkab Rembang Gelar Pasar Murah

Untuk meningkatan konsumsi nasional, program-program ini mencakup pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan.

Program pertama, yaitu Friday Mubarak berupa kolaborasi dengan ritel modern dalam memberikan diskon belanja untuk barang kebutuhan sehari-hari.

Beberapa komoditas yang diikutsertakan, antara lain, minyak goreng, gula pasir, dan bahan pokok lainnya tergantung ketersediaan masing-masing ritel. Program ini dilaksanakan pada 28 Februari—28 Maret 2025. Diskon pada Jumat, Sabtu, dan Minggu dapat mencapai 40 persen.

Program kedua, yaitu Belanja Online Produk Lokal pada 25 Februari—3 April 2025. Program ini berkolaborasi dengan platform niaga elektronik (e-commerce) untuk menyelaraskan program diskon dan kampanye produk lokal selama Ramadan hingga Idulfitri.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Rembang, Paket Sembako Rp 83 Ribu Dijual Rp 60 Ribu

Program ketiga, yaitu Bina Lebaran pada 14—30 Maret 2025 yang berkolaborasi dengan pusat perbelanjaan dan department store.

Program ini memberikan diskon belanja multiproduk seperti makanan, minuman, fesyen, dan elektronik hingga 70 persen kepada konsumen.

“Program-program ini sebenarnya bertujuan untuk meringankan bebanmasyarakat dan mendorong minat untuk belanja, baik itu bahan pangan maupun nonpangan,” kata Mendag Busan.

Turut hadir dalam Rakor ini, yaitu Wakil Gubernur Provinsi Jateng Taj Yasin, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Konsumsi Naik Usai Lebaran, Disdagperin Pati Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman

Lingkar.co – Konsumsi gas LPG 3 Kg selama dan pasca Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Pati mengalami peningkatan. Meski begitu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memastikan stoknya masih aman.

“Konsumsi gas LPG 3 kg menjelang dan sesudah lebaran meningkat. Namun stok aman karena ada penambahan fakultatif yang sudah diperhitungkan sesuai peningkatan kebutuhan,” ujar Kepala Disperindag Pati, Hadi Santoso, kemarin.

Menurut Hadi, sampai saat ini stok gas LPG 3 Kg di Pati masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini tak terlepas dari penambahan stok yang dilakukan sebelum lebaran.

Ia mengatakan, sebelum memasuki libur lebaran, total fakultatif Pati yang disetujui adalah sebanyak 53.760 tambahan tabung LPG 3 kilogram.

Diakatakan, pengajuan dimulai pada tanggal 3-5 April sebanyak 11.000 tabung, tanggal 8-9 April sebanyak 21.280 tabung, tanggal 12 -13 April sebanyak 10.080, dan tanggal 15-17 April sebanyak 11.200 tabung.

“Pengajuan dari Pemerintah Kabupaten Pati ini sudah disetujui oleh Pertamina. Sehingga memastikan stok LPG 3 kg aman pada momen pra dan pasca lebaran ini,” ungkapnya.

Sebelumnya memasuki momen Hari Raya Idul Fitri, katanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mengusulkan total tambahan fakultatif persiapan Idul Fitri tahun 2024 sebanyak 53.760 tabung LPG 3 kg.

Tambahan kuota tabung gas tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan LPG 3 kilogram sebelum lebaran hingga pasca lebaran, dimana kebutuhan masyarakat meningkat disebabkan berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Hadi pun berharap masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas LPG 3 kg pasca lebaran ini.

“Harapannya masyarakat mudah mendapatkan gas LPG 3 Kg di pangkalan, yang harganya sesuai dengan HET,” harapnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam