Arsip Tag: Sumpah Pemuda

Diguyur Hujan Deras, Upacara Sumpah Pemuda Pindah Pendopo

Lingkar.co – Hujan deras mengguyur Kendal sejak dini hari, akhirnya pelaksanaan dialihkan upacara Hari Sumpah Pemuda ke Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kendal, .Senin (28/10/202

Meski tak jadi melaksanakan upacara di alun-alun, namun upacara tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari hadir sebagai inspektur upacara. Sedangkan peserta upacara terdiri dari unsur pemerintah, organisasi kepemudaan, hingga pelajar.

Dalam amanatnya, Bupati mengajak para pemuda untuk memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif.

“Teknologi terus berkembang, manfaatkan untuk kegiatan yang membawa kebaikan,” pesannya.

Semangat Sumpah Pemuda juga disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal, Ali Nurudin.

Ia mengingatkan, peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya seremonial, tapi momentum memperbarui tekad untuk berdaya.

“Pemuda hari ini tak cukup hanya gagah di barisan, tapi juga harus tangguh di lapangan ekonomi,” tegasnya.

Ali menegaskan, Ansor Kendal siap menjadi pelopor gerakan ekonomi pemuda yang kreatif dan produktif.

Ia juga menegaskan komitmen Ansor untuk bersinergi dengan pemerintah daerah mengawal pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kendal Nattaya Kenenza mengajak generasi muda memajukan Kendal dengan cara baru.

“Anak-anak Kendal harus aktif mempromosikan potensi daerah. Kendal punya banyak potensi, tapi kurang dikenal,” ujarnya.

Ia menilai, era digital menjadi peluang besar bagi pemuda untuk berkontribusi lewat kreativitas dan promosi positif tentang daerahnya.

Hujan deras pagi itu akhirnya reda, namun semangat para pemuda Kendal tetap menyala hingga akhir upacara. (*)

Penulis: Yoedhi W

Peringati Sumpah Pemuda, Mbak Ita Tak Sekedar Upacara dan Pulang

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 tidak sekedar menyelenggarakan upacara. Namun terdapat rangkaian kegiatan inspiratif di Halaman Balai Kota Semarang, pada Senin (28/10).

“Jadi hari ini kita buat spesial untuk hari Sumpah Pemuda agar ada maknanya. Jadi tidak hanya sekedar upacara pulang dan selesai. Maka dari itu kami meminta OPD terkait, Sekda dan para asisten untuk menampilkan semua karya pemuda,” ujar Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Salah satu kegiatan inovatif dalam momen Sumpah Pemuda kali ini adalah peluncuran Buku Resep Ajaib Kocil (Koki Cilik), yang berisi kumpulan resep makanan sehat kreasi anak-anak muda.

Buku ini diharapkan menjadi referensi program makan siang bergizi pada tahun 2025 mendatang.

Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita menyampaikan harapannya agar resep dari anak-anak ini tidak hanya menjadi referensi makanan bergizi, tetapi juga didokumentasikan secara menyeluruh oleh tim arsip.

“Kami ingin anak-anak kita tumbuh sebagai generasi unggul yang siap menyongsong Generasi Emas 2045. Maka, sangat penting untuk menjaga dokumentasi resep-resep ini demi menginspirasi inovasi di masa depan,” tuturnya.

Dirinya berharap resep makanan dari anak-anak untuk anak-anak dan oleh anak-anak ini akan disukai oleh anak-anak karena resepnya kekinian.

“Kita harapkan nantinya Dinas Arsip akan memberikan literasi berkelanjutan untuk anak-anak terkait buku resep ajaib Kocil ini. Mudah-mudahan anak-anak besok menjadi orang yang hebat yang akan mengharumkan nama Kota Semarang,” ucapnya.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengunjungi salah satu stand pameran Green Building dan Smart Farming di halaman Balaikota Semarang. Foto: dokumentasi
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengunjungi salah satu stand pameran Green Building dan Smart Farming di halaman Balaikota Semarang. Foto: dokumentasi

Selain peluncuran Buku Resep Kocil, juga diramaikan dengan pameran yang menampilkan Green Building dan Smart Farming.

Pameran ini, menurut wali kota, merupakan langkah strategis Pemkot Semarang dalam memperkenalkan pentingnya ketahanan pangan dan respons terhadap perubahan iklim.

Green Building merupakan salah satu kegiatan yang harus kita support karena banyaknya perubahan iklim,” jelasnya.

Gerak Jalan Cepat 28K Jadi Agenda Tahunan di Blora

Lingkar.co – Bupati Blora H. Arief Rohman mengapresiasi lomba gerak jalan cepat 28 kilometer (km) yang digelar oleh Polres Blora. Ia ingin lomba tersebut bisa menjadi agenda tahunan berkelanjutan.

“Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara ini. Saya merasa senang dan bangga setelah sekian tahun acara seperti ini bisa terlaksana lagi,” ucapnya disela kegiatan, Sabtu (28/10/2023) pagi.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2023. Bahkan, bupati berharap tahun depan lomba dibuat meriah lagi.

Gerak jalan mengambil start dari SMP N 1 Sambong, Kecamatan Sambong, dan Finish di Mapolres Blora, Jepon. Seluruh peserta Gerak Jalan, diberangkatkan langsung oleh Bupati Arief Rohman bersama jajaran Forkompimda sekira pukul 06.00 WIB.

Sementara, Kapolres Blora, AKBP Agus Puryadi menyampaikan, gerak jalan diikuti 28 tim SMA /Sederajat se-kabupaten Blora. Peserta menempuh jarak sejauh 10 km.

“Start dimulai dari Sambong hingga Mapolres Blora dengan estimasi perjalanan 3.20 menit,” jelasnya.

Setibanya di Polres Blora sekitar pukul 9 pagi, para peserta Gerak Jalan Cepat 28K disambut langsung oleh Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, ST, MM, bersama Forkopimda.

Di Mapolres, para peserta yang telah tiba langsung beristirahat dan menikmati sajian kuliner yang disediakan dengan diselingi hiburan musik.

Para petugas kesehatan juga telah bersiap dan juga responsif dalam menangani para peserta yang kelelahan atau mengalami keluhan kesehatan. Setelah itu, dilanjutkan dengan seremoni dan pengumuman juara-juara.

Melihat para peserta tiba di Garis Finish, Kapolres Blora menyampaikan apresiasinya atas semangat dan antusiasme yang tinggi dari para pelajar Blora dalam mengikuti Gerak Jalan Cepat 28K.

Pihaknya juga berharap agar kegiatan Gerak Jalan Cepat ini bisa berlanjut di tahun selanjutnya dengan melibatkan lebih banyak peserta.

“Kami Polres Blora mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang luar biasa dari adik-adik ini. Hanya semangat yang bisa membuat adik-adik sampai di Polres Blora ini,” ucap Kapolres Agus.

Bersamaan dengan momentum Sumpah Pemuda, Kapolres mengingatkan bahwa kedepannya para generasi muda akan memiliki peran dan tanggung jawab dalam memajukan Blora di masa mendatang.

“Semangat adik-adik ini kami hargai, dan di pundak adik-adik semua inilah cita cita utama kemajuan Kabupaten Blora ini dititipkan,” tandasnya.

Setelah melalui penilaian dari Juri, Juara 1 diraih SMKN 1 Blora dengan nilai 650, lalu Juara 2 yakni SMA N 1 Cepu dengan total nilai 641, dan Juara 3 SMKN 1 Kunduran dengan total nilai 608. Para juara tersebut memperoleh Piala serta piagam yang diserahkan langsung oleh Forkopimda.

Selain itu, Kapolres juga mengapresiasi seluruh tim peserta Gerak Jalan lainnya. Peserta lain pun juga menerima piagam kepesertaan dan kenang-kenangan dari Polres Blora. (Adv)

Songsong Hari Sumpah Pemuda, Ferry: Pemuda Masa Kini Harus Melek Digital

SEMARANG, Lingkar.co – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono mendorong para pemuda masa kini untuk melek digital. Menurutnya, era informasi dan teknologi sekarang sangat cepat, sehingga menuntut para pemuda untuk dapat siap dan memanfaatkannya dengan baik.

“Kecepatan informasi dan teknologi hari ini sudah secepat air bah, masyarakat terutama generasi muda harus siap menghadapi. Terutama dalam pemanfaatan ruang-ruang teknologi digital yang dapat meningkatkan kualitas masyarakat,” ungkap Ferry kepada Lingkar.co, Selasa (27/9/2022).

Sedikit kita kenang kebelakang, lanjutnya, content creator bukan merupakan pekerjaan pada masa 10 tahun yang lalu. Belum lagi media digital, masyarakat harus membeli Koran dan Majalah untuk mendapatkan informasi, tidak seterbuka dan semudah sekarang.

“Pemuda masa kini harus melek digital, kenapa? Banyak hal dalam ruang-ruang digital untuk dapat dimanfaatkan. Sekarang kan orang kerja ngga harus selalu ngantor, sambil ngafe, nongkrong, atau traveling. Ini efek dari sangat cepatnya teknologi hadir, kita harus siap,” kata Ketua Ormas MKGR Jateng ini di Gedung DPRD Jateng.

Ferry juga berpesan kepada para pemuda untuk dapat menyaring segala bentuk informasi yang mereka dapatkan. Setidaknya, untuk dapat mencari informasi-informasi dari berbagai sumber agar tidak terjadi disinformasi.

“Selain harus melek digital, pemuda juga harus kritis dalam menerima informasi. Sekarang, berita-berita itu sangat mudah kita dapatkan dari genggaman. Harus saring sebelum sharing, jangan menerima suatu informasi mentah-mentah. Bila perlu cari dari banyak sumber, supaya lengkap,” pungkasnya.

Kreatifitas menjadi Kunci

Sementara itu, salah satu content creator asal Kota Semarang, Rody Suwarto mengatakan bahwa kreatifitas menjadi kunci dalam produksi kontennya. Menurutnya, tidak selalu harus dengan dukungan peralatan yang mahal dan bagus untuk membuat satu konten yang bagus.

“Kuncinya ada di kreatifitas dari SDM masing-masing. Banyak kawan-kawan hari ini sering mutung (putus asa, red) karena hal-hal yang sebenarnya tidak terkait dengan produksi konten. Tak selamanya peralatan yang bagus akan menelurkan konten bagus. Banyak itu yang cuman pake gawai tapi sering menang lomba,” ungkap pemuda yang bernaung di IWD Photograph itu.

Selain itu, lanjutnya, memang perlu adanya upgrading kemampuan bagi para pelaku ruang digital agar dapat konsisten. Rody pun meminta kepada pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk dapat memberikan seminar atau pendidikan gratis kepada para pelaku ekonomi digital.

Ilmu kui larang mas (Ilmu itu mahal mas, red). Secara potensi, temen-temen disini semua punya keinginan yang kuat. Kita kalo ngumpul ya saling upgrade ilmu dengan para anggota komunitas. Untuk itu, political will menjadi penting, pemerintah harus hadir,” pungkas Rody.(adv)