Sebanyak 850 warga Kota Semarang menerima bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2025. Bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan kualitas hunian agar menjadi lebih layak, sehat, dan aman bagi masyarakat.
Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Graha Sari, Kecamatan Gayamsari, Selasa (4/8), dan dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Pada hari yang sama, Agustina juga meninjau rehabilitasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di MAN 1 Kota Semarang bersama Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano Widyatama, Anggota DPRD Jawa Tengah Krisseptiana Hendar Prihadi, serta jajaran Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina menegaskan bahwa kualitas sebuah kota ditentukan oleh dua aspek penting, yakni tersedianya ruang belajar dan ruang tinggal yang layak bagi masyarakat.
"Saya percaya dua hal yang dibawa Mas Herviano pada kunjungan kali ini adalah dua hal paling penting yang dibutuhkan generasi penerus kita, namanya ruang belajar dan ruang keluarga," ujarnya.
Pemkot Semarang Targetkan 2.500 RTLH Tertangani pada 2026
Agustina mengatakan percepatan penanganan rumah tidak layak huni tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah provinsi, hingga dunia usaha menjadi faktor penting agar program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui kolaborasi pendanaan dari APBD, Program BSPS Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Pemerintah Kota Semarang menargetkan sekitar 2.500 rumah tidak layak huni dapat ditangani pada 2026.
Dari alokasi APBD Kota Semarang, pemerintah menargetkan rehabilitasi terhadap 1.000 rumah, terdiri atas 956 unit peningkatan kualitas rumah dan 44 unit pembangunan rumah baru.
Program Sekolah Gratis Ikut Diperluas
Selain sektor perumahan, Agustina juga menyoroti perluasan Program Sekolah Swasta Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemerataan akses pendidikan di Kota Semarang.
Pada 2025, program tersebut menjangkau 129 sekolah dengan dukungan anggaran sekitar Rp25,79 miliar. Sementara pada tahun ini, cakupannya meningkat menjadi 133 sekolah yang menampung sekitar 6.000 siswa melalui Sistem Penerimaan Murid Baru.
Di akhir kegiatan, Agustina menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano Widyatama yang dinilai telah menjembatani aspirasi masyarakat hingga program BSPS dapat direalisasikan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BP3KP Jawa III.
"Saya berpesan kepada warga penerima BSPS untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya, sebab rumah yang layak merupakan warisan terbaik yang dapat disiapkan bagi anak-anak," pungkas Agustina. ***