Iklan

Louis Philippe Tinggal di Semarang, Agustina Dorong Penulis Muda Berkolaborasi

Inti berita

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut kedatangan penulis asal Prancis, Louis Philippe Dalambert, di Balai Kota Semarang, Jumat (11/9/2026)…

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut kedatangan penulis asal Prancis, Louis Philippe Dalambert, di Balai Kota Semarang. (dok Istimewa)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut kedatangan penulis asal Prancis, Louis Philippe Dalambert, di Balai Kota Semarang, Jumat (11/9/2026) petang.

Penulis kelahiran Kepulauan Haiti tersebut rencananya akan tinggal di Semarang selama tiga bulan untuk menulis buku sekaligus menggali berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat.

Agustina berharap keberadaan Louis Philippe di Kota Semarang tidak hanya menjadi kesempatan untuk menghasilkan karya sastra, tetapi juga membuka ruang pertemuan dengan para penulis muda.

Menurutnya, interaksi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi penulis muda Semarang untuk menambah pengalaman dan kemampuan dalam menghasilkan karya.

"Tiga bulan akan tinggal di Semarang, saya minta ada agenda wajib untuk bertemu dan berdiskusi dengan penulis muda, kita buka ruang ini buat mereka," katanya.

Agustina Dorong Pertukaran Pengalaman Lewat Sastra

Agustina menyebut Louis Philippe memiliki kemampuan menulis menggunakan banyak bahasa. Ia berharap selama berada di Semarang, Louis Philippe juga dapat mempelajari bahasa Indonesia.

Menurut Agustina, proses tersebut dapat menjadi bagian dari pertukaran pengalaman sekaligus membuka peluang lahirnya cerita baru yang mempertemukan pengalaman Prancis dan Semarang melalui dunia sastra.

"Dulu seorang penyair datang ke Semarang, 150 tahun lalu bernama Arthur Rimbaud. Nah saat ini ada Louis Philippe. Jejaknya membawa kita pada sebuah perjalanan baru yang membuka pintu persahabatan antara Prancis dengan Kota Semarang melalui dunia sastra," tambah dia.

Agustina juga menggambarkan Semarang sebagai kota dengan keberagaman etnis. Jawa, Melayu, Arab, Cina hingga Eropa hidup dalam kawasan yang saling melengkapi melalui berbagai tradisi.

Menurutnya, Semarang selama ini terbuka terhadap cerita dari luar dan mampu mengharmoniskannya menjadi bagian dari tradisi baru. Perbedaan tersebut kemudian menjadi bagian dari narasi perkembangan Kota Semarang.

"Temui orang-orangnya. Dengarkan percakapan di kampung-kampung. Berbincanglah dengan para penulis, komunitas, kegiatan, mahasiswa, pelajar, anak-anak," jelasnya.

Louis Philippe Siap Menjadi Bagian dari Warga Semarang

Agustina juga meminta Louis Philippe menggali cerita-cerita kecil yang belum tercatat dalam buku sejarah, tetapi masih hidup dalam keseharian masyarakat.

Menurutnya, Semarang memiliki cerita yang jauh lebih panjang dibandingkan apa yang terlihat dari permukaan. Karena itu, tiga bulan keberadaan Louis Philippe diharapkan dapat menjadi perjalanan kreatif untuk menemukan berbagai keunikan Kota Semarang.

"Ada sejarah keberagaman, ada dinamika kota, ada kehidupan kampung, kreativitas anak muda hingga kisah-kisah keseharian yang pastilah sangat menarik untuk menjadi sebuah tulisan di tangan Anda," pungkasnya.

Sementara itu, Louis Philippe menilai pesan yang disampaikan Agustina sangat luar biasa dan penting. Terutama, terkait rencana untuk berbagi pengalaman dengan para penulis muda di Semarang.

Ia mengatakan selama berada di Semarang, dirinya akan berusaha menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ia juga berencana berkeliling untuk menemukan berbagai tempat unik yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan karya.

"Saya pastikan saya akan menjadi warga Semarang selama disini, pergi ketempat yang unik untuk menghasilkan sebuah karya," pungkasnya.

Kehadiran Louis Philippe selama tiga bulan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman antara penulis dari Prancis dan ekosistem sastra di Kota Semarang. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu