Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang bergerak cepat menangani keluhan warga terkait air bersih yang berubah warna menjadi kecoklatan dan keruh di sejumlah wilayah Kota Semarang. PDAM memastikan gangguan tersebut dipicu faktor alam akibat memburuknya kualitas air baku di hulu Saluran Klambu-Kudu.
Kepala Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Mayang Charisma, menjelaskan lonjakan tingkat kekeruhan lumpur terjadi jauh di atas kondisi normal sehingga memengaruhi proses distribusi air bersih kepada pelanggan.
Menurutnya, kondisi tersebut bersifat sementara dan bukan disebabkan kerusakan sistem instalasi pengolahan air milik PDAM.
"Sistem instalasi PDAM tetap beroperasi optimal. Tim teknis kami bersiaga 24 jam melakukan penyesuaian ekstra pada dosis pengikat lumpur, pencucian filter (backwash), dan pengurasan pipa di lapangan agar air segera jernih kembali. Hingga siang ini kami pantau tingkat kekeruhan sudah kembali normal di beberapa wilayah, namun tetap kami pantau secara intensif," ujar Mayang dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Sejumlah Wilayah Terdampak Air Keruh
PDAM mencatat laporan air keruh berasal dari sejumlah kawasan, antara lain BKJ, Singa, Panda, Rowosari, Gajah, Wolter Monginsidi, Pedurungan, Sendangguwo, dan Kedungmundu.
Sementara itu, wilayah layanan selatan yang terdampak meliputi Wahidin, Tanah Putih, dan Cinde. Adapun wilayah layanan utara yang terdampak antara lain Peyerongan, Rambutan, Nangka, Tentara Pelajar, Cilosari, dan Kebonharjo.
PDAM mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggunakan air keruh untuk dikonsumsi sampai kondisi benar-benar jernih kembali.
PDAM Siaga 24 Jam Selama Musim Kemarau
Mayang menegaskan PDAM Tirta Moedal terus melakukan pemantauan kualitas air secara berkala di seluruh wilayah layanan untuk memastikan distribusi kembali normal.
Selain itu, menghadapi musim kemarau 2026, PDAM juga menyiagakan layanan bantuan air bersih melalui armada tangki selama 24 jam bagi warga yang membutuhkan pasokan air.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Semarang. Selama musim kemarau ini, layanan tangki air bersih tetap siaga 24 jam untuk membantu warga apabila terjadi gangguan pasokan," pungkasnya. ***