Aplikasi Semarang Dalam Genggaman Saya (SDG’s) yang dikembangkan Pemerintah Kota Semarang mulai menunjukkan peningkatan pemanfaatan oleh masyarakat. Sejak diperkenalkan pada peringatan HUT Kota Semarang Mei 2026 lalu, jumlah pengguna yang mengunduh aplikasi tersebut kini telah mencapai sekitar 5 ribu orang.
Aplikasi SDG’s dirancang sebagai pintu masuk berbagai layanan publik Pemkot Semarang. Masyarakat dapat mengakses sejumlah kebutuhan dalam satu platform, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, pembayaran pajak, transportasi publik hingga pengaduan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengatakan pengembangan aplikasi tersebut menjadi salah satu langkah Pemkot Semarang dalam membangun konsep kota cerdas atau smart city.
Menurut Didik, SDG’s tidak sekadar menjadi aplikasi layanan publik, tetapi juga mengintegrasikan layanan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dalam satu platform digital.
5 Ribu Pengguna Akses Layanan dalam Satu Aplikasi
Didik menjelaskan, SDG’s mengintegrasikan layanan dari lebih dari 22 OPD. Sistem tersebut dibuat agar masyarakat tidak perlu membuka berbagai laman atau aplikasi berbeda untuk mendapatkan layanan pemerintah.
"Sudah ada sekitar 5 ribu pengguna yang sudah mengunduh aplikasi Iki melalui play store," kata Didik dalam seminar bertema Pendayagunaan Single Citizen-App untuk Peningkatan Efektivitas Pemerintahan Digital di Patra Semarang Hotel & Convention, Selasa (29/9/2026).
Pengembangan platform tersebut dilakukan Pemkot Semarang bersama mitra dari Korea. Dari sisi keamanan, aplikasi menggunakan proses Know-Your-Customer (KYC) seluler serta autentikasi berbasis perangkat untuk mendukung verifikasi identitas digital.
"Dalam aplikasi ini, semua layanan bisa di akses. Misalnya layanan kesehatan, pendidikan transportasi umum, dalam satu aplikasi tidak terpisah dalam satu web masing-masing OPD," jelasnya.
Didik menilai integrasi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat karena layanan dapat diakses secara lebih cepat dan sederhana. Karena itu, Pemkot Semarang terus mendorong penggunaan SDG’s melalui sosialisasi kepada pelajar maupun masyarakat secara luas.
"Targetnya terus bertambah, karena adanya berbagai kemudahan layanan dalam satu pintu," bebernya.
Respons Pengaduan dan Keamanan Data Jadi Perhatian
Pengamat Teknologi dari STEI ITB, Prof. Suhadi, mengatakan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pemerintahan digital.
Menurut dia, teknologi AI dapat membantu proses analitik, pengambilan keputusan, hingga penyediaan layanan yang lebih cerdas. Namun, kecepatan pemerintah dalam merespons laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap aplikasi.
"Makin cepat pengaduan masyarakat bisa direspon, maka semakin cepat aplikasi diterima masyarakat," katanya.
Ia menilai tantangan utama SDG’s ke depan adalah memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Pemkot Semarang juga dapat memanfaatkan teknologi analitik untuk membantu proses pengambilan keputusan.
"Bisa menggunakan AI ya, yang saat hari ini bisa kita dapatkan dengan gampang sehingga layanannya bisa menjadi lebih cerdas dan lebih bisa dipercaya," tutur dia.
Sementara itu, Guru Besar Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang, Prof Ridwan Sanjaya, menilai SDG’s menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih mudah kepada masyarakat.
Meski konektivitas layanan dinilai sudah berjalan baik, ia mengingatkan aspek perlindungan data pribadi tetap harus menjadi perhatian.
"Saya lihat sudah terkoneksi dengan baik, tapi yang harus diperhatikan adalah adanya akses data pribadi," katanya.
Ridwan menjelaskan, aplikasi yang menggunakan maupun mengakses data pribadi harus memiliki sistem keamanan yang kuat sekaligus membatasi penggunaan data sesuai kebutuhan. Ia menyebut Pemkot Semarang telah memiliki ISO 27001 yang berkaitan dengan standar keamanan informasi.
"Ini artinya ada standar keamanan yang sudah diterapkan Pemkot, ini jadi jaminan jika penggunaan aplikasi ini aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya. ***