Iklan

Barongsai Debut di Porprov Jateng 2026, Semarang Bidik Sapu Bersih Emas

Inti berita

Olahraga barongsai bakal mencatat sejarah dengan menjalani debut di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 yang digelar di wilayah Semarang Raya…

FOBI Kota Semarang siap berlaga di Porprov 2026. (dok Istimewa)

Olahraga barongsai bakal mencatat sejarah dengan menjalani debut di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 yang digelar di wilayah Semarang Raya pada 25-31 Oktober 2026.

Kontingen barongsai Kota Semarang langsung memasang target tinggi dalam penampilan perdananya. Dari 10 nomor yang dipertandingkan, Kota Semarang membidik medali emas sebanyak-banyaknya, bahkan menargetkan sapu bersih.

Persiapan pun mulai digenjot sekitar satu bulan sebelum kompetisi. Para atlet saat ini menjalani latihan lima hari dalam sepekan. Intensitas latihan akan kembali ditingkatkan menjadi enam hari ketika pelaksanaan Porprov Jateng 2026 semakin dekat.

Pelatih Barongsai Kota Semarang, Robert, mengatakan latihan intensif dilakukan untuk mematangkan kemampuan sekaligus membangun kekompakan tim.

“Kami sudah mulai serius (latihan) bulan ini. Senin sampai Jumat tidak pernah off, selalu latihan. Bulan depan kami akan menambah sesi latihan pada hari Minggu. Kami tidak mau tim lain bisa mengalahkan kami. Kami mau juara umum,” kata Robert, Rabu (23/9/2026) malam.

FOBI Semarang Bidik Minimal Lima Medali Emas

Robert menyebut chemistry antar-atlet menjadi salah satu faktor penting yang terus dibangun selama masa persiapan.

Target yang dibawa kontingen Kota Semarang juga cukup tinggi. Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Semarang mematok minimal lima medali emas dari 10 nomor yang dipertandingkan.

Sementara itu, KONI Kota Semarang memasang target lebih tinggi dengan berharap seluruh nomor yang diikuti dapat menghasilkan medali emas.

Robert mengatakan kemampuan atlet Semarang saat ini sudah mulai mendekati standar yang menjadi patokan pada level nasional.

“Di ketegori naga kecepatan, patokan di PON itu juara satunya 43 detik. Kami (Kota Semarang) sudah bisa 45 detik hanya selisih dua detik,” ungkapnya.

Meski memiliki target tinggi, persaingan di Porprov Jateng 2026 diperkirakan tidak mudah. Robert menyebut sejumlah daerah seperti Solo, Kudus, Rembang, dan Magelang sebagai pesaing yang perlu diwaspadai.

Ketua FOBI Kota Semarang, Wahyoe Liluk Winarto, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi selama persiapan adalah mencari tempat latihan yang sesuai.

Barongsai membutuhkan musik dengan suara keras sehingga tidak semua lokasi dapat digunakan untuk latihan. Namun, FOBI Kota Semarang kini telah mendapatkan tempat yang dinilai memadai untuk menjalankan latihan secara rutin.

“Lawan tidak gampang, tentunya latihan kami juga harus lebih keras. Targetnya juara umum, emas sebanyak-banyaknya. Dari 10 nomor itu, paling tidak kami bisa meraih lima emas atau lebih,” ungkap Liluk.

Modal Juara Umum Jadi Bekal Menuju Porprov

Target tersebut bukan tanpa dasar. Pada eksibisi Porprov Jawa Tengah 2023 di Pati Raya, kontingen barongsai Kota Semarang berhasil menjadi juara umum dengan raihan tiga medali emas dan satu perak.

Sejumlah atlet barongsai Kota Semarang juga telah terpilih untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 sebagai bagian dari kontingen Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal bagi Kota Semarang untuk menghadapi debut barongsai di Porprov Jateng 2026.

Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menilai barongsai memiliki potensi untuk menyumbangkan medali bagi kontingen Kota Semarang.

“Saya melihat organisasi FOBI dikelola dengan baik. Atlet-atlet juga semangat dalam latihan dan bertanding nantinya. Harapannya, kami ingin cabor ini menyapu bersih medali emas,” ungkap Arnaz.

Arnaz berharap kehadiran barongsai dan pelaksanaan Porprov Jateng 2026 tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga.

Menurutnya, status Kota Semarang sebagai salah satu daerah penyelenggara juga dapat menjadi kesempatan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Porprov Jateng 2026 digelar di wilayah Semarang Raya yang melibatkan Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal.

“Saya ingin nanti Porprov tidak hanya sekadar ajang prestasi, tetapi dari sisi ekonomi juga bisa berkembang. Euforianya tidak hanya di venue, tetapi semuanya bisa terlibat dan merasakan. Harapannya seperti pelaksanaan MTQ Nasional kemarin,” tandas Arnaz.

Dengan persiapan yang terus ditingkatkan, barongsai Kota Semarang kini bersiap menjalani debutnya di Porprov Jateng. Sepuluh nomor pertandingan menjadi medan bagi para atlet untuk membuktikan target yang telah dipasang sejak masa persiapan. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu