Boleh! Kemenkes Jelaskan Prosedur Penggunaan Vaksin Nusantara

ILUSTRASI- Vaksin Covid-19. FOTO: Getty Image/Lingklar.co
ILUSTRASI- Vaksin Covid-19. FOTO: Getty Image/Lingklar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

JAKARTA, Lingkar.co – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, masyarakat dapat mengakses vaksin Nusantara masyarakat dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.

Hal itu menanggapi ramainya pemberitaan terkait kabar terbaru dari vaksin Nusantara, besutan dr. Terawan Agus Putranto.

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, masyarakat yang ingin vaksin Nusantara atas keinginan pribadi akan diberikan penjelasan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Nanti diberikan penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh pihak peneliti,” kata Nadia, kutip dari rilisnya, Minggu (29/8/2021).

Selanjutnya, kata dia, jika pasien setuju dengan penjelasan dari pihak penelti, maka vaksin nusantara dapat memberikan kepada pasien.

“Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat berikan atas persetujuan pasien tersebut,'' ucapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Nadia mengatakan, penelitian vaksin nusantara, berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI Angkatan Darat pada April 2021.

MoU terkait dengan 'Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2'.

Selain itu, Nadia juga menegaskan, bahwa vaksin Nusantara tidak dapat komersialkan lantaran autologus atau bersifat individual.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

''Sel dendritik bersifat autologus artinya dari materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri, sehingga tidak bisa digunakan untuk orang lain,” jelasnya.

“Jadi, produknya hanya bisa mempergunakan untuk diri pasien sendiri,'' lanjut dr. Nadia.

Hal itu juga menjawab informasi bahwa Vaksin Nusantara berbasis sel dendritik dari Indonesia itu, Pemerintah Turki bermonat.*

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Baca Juga:
Akibat Pandemi Covid-19, Ratusan Anak di Rembang Jadi Yatim Piatu

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu