Iklan

Mendagri Harap Penurunan Harga Pertamax Turbo dan Dex Series Tekan Inflasi

Inti berita

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per Juli 2026, termasuk Pertamax Turbo dan Dex Series yakni…

Mendagri Harap Penurunan Harga Pertamax Turbo dan Dex Series Tekan Inflasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (dok Istimewa)

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per Juli 2026, termasuk Pertamax Turbo dan Dex Series yakni Pertamina Dex dan Dexlite. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berharap penurunan harga itu dapat membantu menekan laju inflasi.

"BBM kan jenis bensin di Juli diturunkan harganya. Mudah-mudahan akan berpengaruh juga untuk menurunkan inflasi," ujar Tito usai rapat koordinasi (rakor) di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Jakarta Pusat, Selasa (14/07/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Juni 2026 tercatat naik 0,44 persen dibanding Mei 2026.

Sementara inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Juni 2026 naik 3,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, Tito menilai inflasi Indonesia masih relatif terkendali.

"Jadi tadi saya sudah menyampaikan beberapa hal. Yang intinya adalah inflasi kita di angka 3,34 relatif terkendali di bawah target nasional 3,5 persen maksimal," paparnya.

Kenaikan inflasi terutama didorong sektor transportasi, khususnya tarif angkutan udara yang terdongkrak tingginya permintaan saat libur sekolah.

Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang putih, minyak goreng, dan beras juga turut menyumbang inflasi.

Tito memastikan perkembangan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat rakor Senin (13/07/2026) sore.

Pemerintah kini mengoordinasikan langkah untuk mengatasi kenaikan tarif angkutan udara sekaligus menjaga stabilitas harga pangan agar tekanan inflasi tetap terkendali.

"Kalau saya sudah memberikan arahan kepada semua daerah, kalau target saya daerah-daerah yang tinggi-tinggi, di daerah timur umumnya tinggi, di Aceh juga tinggi, langkah-langkahnya menambah suplai. Juga ada masalah ombak untuk distribusi, gelombang di beberapa daerah tertentu menggunakan kapal yang lebih besar," pungkas dia.

Untuk komoditas bawang putih dan minyak goreng, penanganannya menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan sehingga koordinasi antarkementerian perlu diperkuat.

Terkait kenaikan harga beras di sejumlah daerah, pemerintah menyiapkan langkah percepatan penanganan bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional.

"Bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, ya ini perlu dikoordinasikan lebih intens. Kalau untuk masalah beras, ada beberapa daerah yang telah dikenakan juga harus cepat ditangani," lanjut Tito.

"Dari Kementerian Pertanian juga sudah menyampaikan, Bulog, dan maupun Badan Pangan Nasional. Tetapi nanti prosesnya sebentar lagi oleh Bapak Menko langsung," ucap dia.

Daftar harga BBM nonsubsidi Juli 2026:

  • - Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter, turun 7 persen dari Rp20.750 per liter
  • Pertamina Dex: Rp21.150 per liter, turun 15 persen dari Rp24.800 per liter  
  • Dexlite: Rp19.700 per liter, turun 14 persen dari Rp23.000 per liter
  • Pertamax: tetap Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green 95: tetap Rp17.000 per liter

Sementara harga BBM bersubsidi tidak berubah. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu