Pemerintah meminta Perum Bulog memperkuat pasokan beras premium ke pasar ritel modern untuk mengantisipasi potensi kekosongan stok terutama setelah 25 merek beras fortifikasi ditarik dari peredaran karena diduga tidak sesuai standar.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Bulog memiliki stok beras premium yang cukup sehingga perlu segera mengoptimalkan penyalurannya ke pasar atau toko-toko ritel modern.
"Beras premium kami minta Bulog optimalkan men-supply, karena stoknya banyak. Agar masuk ke toko-toko ritel modern itu segera di supply," kata Mentan dijumpai di Gedung Parlemen, Rabu (16/9/2026).

Hal ini merespon potensi adanya 25 merek beras fortifikasi yang diduga tak sesaui standar masuk ke pasaran. Mentan pun memastikan beras itu akan segera ditarik peredarannya di pasar jika memang terbukti melanggar ketentuan dari pemerintah akan ditindak tegas.
"Sekarang beras fortifikasi yang melakukan manipulasi akan ditindak tegas, dihukum dengan seberat-beratnya," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Amran yang juga menjadi Kapala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menengaskan bahwa pemerintah juga memperketat pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Amran mengatakan bahwa pihaknya sudah menugaskan pejabat Bapanas untuk mencabut izin sebagai produsen yang terbukti melanggar seluruh kebijakan pangan pemerintah.
"Misalnya yang melanggar kemarin yang fortifikasi, izinnya dicabut, engga boleh lagi memasarkan beras di Indonesia," tegas Amran.
Masyarakat tak perlu khawatir
Sementara itu, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Hermawan menegaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan ada kekosongan stok beras di pasar.
Dirinya mengakui memang saat ini terjadi penarikan terhadap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tak sesuai standar di yang sudah tersebar di berbagai pasar ritel. Walau begitu, dirinya menyebut bahwa masih banyak jenis beras berkualitas premium yang terjual di pasar-pasar tradisional dan toko ritel.
"Kalau di ritel memang hampir seluruhnya sudah ditarik. Untuk beras premium masyarakat tidak prlu cemas karena itu masih ada di pasar tradisional," tegasnya.
Untuk mengantisipasi gejolak harga, Bapanas telah membentuk Satgas Pengawasan Beras baik premium maupun medium. Menurutnya, satgas ini akan bertugas untuk memastikan beras yang dipasarkan tidak melampui Harga Eceran Tertinggi (HET) baik untuk jenis medium ataupun premiumnya.
"Jadi itu yang sedang kita awasi dan kita evaluasi sekarang," pungkasnya.