Gandeng PGRI, Dinas Pendidikan Banyumas Dorong Guru Lestarikan Kesenian Karawitan

Gandeng PGRI, Dinas Pendidikan Banyumas Dorong Guru Lestarikan Kesenian Karawitan Guru
Gandeng PGRI, Dinas Pendidikan Banyumas Dorong Guru Lestarikan Kesenian Karawitan. Foto: dokumentasi
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas mendorong guru melestarikan kesenian karawitan dengan menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), menggelar lomba karawitan di Gedung Gurinda Sarwa Mandala, Banyumas, Rabu (11/12/2024).

Lomba tersebut dikhususkan untuk para Guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-79 PGRI.

Lomba diikuti sebanyak empat belas kelompok karawitan yang berasal perwakilan Guru SMP dari Sub Rayon dan Guru SD dari Eks Kawedanan serta serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurutnya lomba karawitan menjadi upaya Dinas Pendidikan untuk memberikan ruang dan wahana bagi para guru dan tenaga kependidikan (non-guru) yang mempunyai kesukaan atau hobi karawitan atau klenengan.

"Tujuan lomba adalah untuk menguatkan nilai budaya bangsa melaui jalur pendidikan dan komitmen para guru di Banyumas untuk melestarikan budaya bangsa," katanya

Sebab, kata Joko, membangun bangsa bukan saja bertumpu pada politik dan ekonomi, namun ada yang lebih penting dan mampu mempersatukan semua kepentingan, yaitu lewat kebudayaan mengangkat harkat dan martabat manusia.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Budaya gamelan dan karawitan sudah menyatu dengan kehidupan di masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Banyumas, untuk itu dengan diselenggarakannya lomba Karawitan yang diiringi gamelan oleh para guru, akan menjadi sarana masyarakat cinta kebudayaan dalam negeri," ujarnya.

Selain itu, kata dia, lomba karawitan juga menjadi solusi agar perangkat gamelan yang dimiliki oleh sebagian besar sekolah kembali aktif. Sebab, sejak Pandemi Covid 19 perangkat gamelan menjadi kurang terawat karena berhenti berlatih.

"Dinas Pendidikan mulai menggalakkan kembali seni karawitan di sekolah-sekolah sejak tahun 2023 agar perangkat gamelan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu