Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali, Sunarno mengungkapkan, Bantuan air bersih terhadap masyarakat terdampak kekeringan merupakan bentuk kepedulian PMI Kabupaten Boyolali bersama berbagai pihak. Sebanyak 81 tangki air bersih akan didistribusikan secara bertahap hingga 17 September 2026.
"Musibah kekeringan ini kita hadapi dengan gotong royong membantu masyarakat yang terdampak, sekaligus untuk menyambut Hari Ulang Tahun PMI yang lahir pada tanggal 17 September 1945," ujarnya disela pelepasan distribusi bantuan air bersih dalam rangka HUT PMI ke-81 Tahun 2026 di Halaman Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali, Kamis (3/9/2026).
Ia memaparkan sejumlah titik yang menjadi prioritas bantuan saat ini. Antara lain di Ds. Jemowo, Ds. Sangup, Ds. Lampar, Ds, Dragan Kec. Tamansari, Ds. Cluntang Kec. Musuk. Ds Gunung Sari, Ds. Bercak, Ds. Bengkle, Ds. Garangan, Kec. Wonosamudro. Ds. Bojong, Ds. Kauman Kec. Wonosegoro, Ds. sambeng, Ds. Ngaren, Ds, Krobokan, Ds, Kalimati, Kec. Juwangi.
Menurut data yang dihimpun oleh Pusat Data dan Informasi (Pussdatin) Markas PMI Kabupaten Boyolali, di Kecamatan Tamansari bantuan air bersih disalurkan ke Dk. Jamprongan Ds. Jemowo 1 unit truk tanki PMI Klaten dengan kapasitas 5.000 liter untuk mencukupi 22 KK (39 laki-laki dan 32 perempuan).
Sedangkan sebuah masjid di Dukuh Sangup RT 19/ RW 8, Desa. Sangup serta 24 KK (28 laki-laki, dan 32 perempuan) mendapdatkan dukungan air bersih dari 1 unit truk tanki BPBD Boyolali dengan kapasitas 5.000 Liter
Air bersih juga dikirim ke Dk. Plosorejo RT 06/ RW 01 Ds Lampar 1 unit truk tanki Banyu Panguripan kapasitas 5.000 L untuk memenuhi kebutuhan 43 KK (45 L dan 50 P)
Selanjutnya di Dk. Bendorejo RT 07 / RW 02 Ds Lampar 1 unit truk tanki Ata Tirta kapasitas 9.000 L dengan 29 KK (35 L dan 43 P), dan di Dk. Tegeran RT 08 / RW 02, Ds Lampar 1 unit truk tanki Banyu Panguripan kapasitas 5.000 L KK 23 KK (42 L, dan 53 P), di Dk. Junjang RT 03/ RW 04, Ds. Dragan 1 unit truk tanki Wahyu Air kapasitas 5.000 L, 40 KK (46 L, dan 50 P), serta di Dk. Jagir RT 01/ RW 01 Ds. Dragan 1 unit truk tanki Kurnia kapasitas 5.000 L yang membantu 130 KK (191 L, dan 108 P).
"Total 39. 000 Liter dengan 7 truk tanki, dengan penerima manfaat 311 KK, yang terdiri dari 825 Laki-laki, dan 426 perempuan," urainya
Ia melanjutkan, bantuan air bersih di Kecamatan Musuk, tepatnya di Dk. Jelok RT 18/ RW 05 Ds. Cluntang 1 unit truk tanki PMI Wonogiri kapasitas 5.000 untuk 48 KK (55 L, dan 74 P), dan Dk. Gondang Rt 16/ RW 05 Ds. Cluntang, 1 unit truk tanki PMI Wonogiri kapasitas 5.000 L untuk 43 KK (60 L, dan 57 P).
"Total 10. 000 L untuk 91 KK, untuk memenuhi kebutuhan 115 laki-laki dan 131 perempuan. 1 truk tanki dengan 2 trip atau perjalanan," jelasnya.
Selanjutnya, di Kecamatan Wonosamudro, tepatnya di Dk. Bendungan RT 03/ RW 01 Ds. Gunung Sari, 1 unit truk tanki RSPA kapasitas 5.000 L melakukan droping 47 KK (76 L, dan 90 P)
Juga di Dk. Bendungan RT 01/ RW 01 Ds. Gunung Sari, 1 unit truk tanki RSPA kapasitas 5.000 L melayani kebutuhan air bersih 72 KK (95 L, dan 130 P), dan Dk. Bercak Kidul RT 02/ RW 01 Ds. Bercak, 1 unit truk tanki BPBD Boyolali kapasitas 5.000 L untuk mencukupi 40 KK (60 L dan 77 P).
Dk. Bercak Kidul Rt 01/ Rw 01 Ds. Bercak, 1 unit truk tanki PMI Boyolali kapasitas 4.000 L melayani 35 KK (57 L, dan 68 P), dan Dk. Pendem RT 03/ RW 01, Ds. Bengkle, 1 unit truk tanki BPBD Boyolali kapasitas 6.000 L untuk mendukung kebutuhan air bersih 78 KK (168 L dan 142 P).
Selanjutnya di Dk. Sokokerep RT 02/ RW 03, Ds. Garangan, 1 unit truk tanki Atatirta kapasitas 9.000 L untuk penerima manfaat 37 KK (61 L, dan 50 P). Dk. Getas Krikil RT 02/ RW 04 Ds. Garangan, 1 unit truk tanki Atatirta kapasitas 9.000 L mengirimkan bantuan air bersih bagi 45 KK (100 L dan 80 P).
Dk. Losari RT 01/ RW 02 Ds. Garangan, 1 unit truk tanki Atatirta kapasitas 9.000 L, terdapat 60 KK (80 L dan 100 P).
"Total : 8 Tanki, 52.000 liter, Penerima Manfaat KK 416 KK atau 1424 jiwa dengan rincian 697 laki-laki dan 727 perempuan," sebutnya.
Droping air bersih juga dilakukan di Kecamatan Wonosegoro dengan titik pengiriman di Dk. Bogor RT 04/ RW 04 Ds. Bojong, 1 unit truk tanki Kodim kapasitas 8.000 L untuk 54 KK dengan 110 laki-laki dan 103 perempuan. Di Dk. Bogor RT 05/ RW 04, Ds. Bojong 1 unit truk tanki Hamiluhur kapasitas 5.000 L untuk 46 KK (87 L dan 110. P)
Di Dk. Cekelan RT 03/ RW 01, Ds. Kauman, 1 unit truk tanki PKU Aisyiyah kapasitas 5.000 L dengan penerima manfaat 42 KK (69 L dan 59 P), dan di Dk. Cekelan RT 01/ RW 01, Ds. Kauman, 1 unit truk tanki BPBD Boyolali kapasitas 5.000 L untuk 65 KK (52 L, dan 64 P).
"Total 4 tanki, 23.000 liter air bersih, penerima manfaat dengan 207 KK yang terdiri dari 318 laki-laki dan 483 perempuan," paparnya.
Sementara di Kecamatan Juwangi, 1 unit tanki PMI kapasitas 4.00 liter melakukan droping air bersih bagi 70 KK dengan 123 laki-laki dan 157 perempuan.di Dk. Kedung Dawung RT 03/ RW 01 Ds. Sambeng, dan 1 unit truk tanki Josena kapasitas 5.000 L melayani kebutuhan air bersih 75 KK (102 L dan 123 P) warga Dk. Kedung Dawung RT 04/ RW 01 Ds. Sambeng, dan Dk. Kedung Dawung RT 16 / RW 01 Ds. Sambeng, 1 unit truk tanki Josena kapasitas 5.000 L mengirimi 44 KK (77 L dan 95 P)
Dk. Doplang RT 05/ RW 02 Ds. Ngaren, 1 unit truk tanki Josena kapasitas 5.000 liter menyalurkan bantuan air bersih bagi 68 KK (126 L dan 160 P). Selain itu, 1 unit truk tanki Josena kapasitas 5.000 L juga melayani Manfaat 68 KK (126 L dan 160 P) di Dk. Doplang Rt 05/ Rw 02 Ds. Ngaren
Bantuan air bersih juga dikirim ke Dk. Kalimati RT 14/ RW 03 Ds. Kalimati, 1 unit truk tanki PUDAM Boyolali kapasitas 4.000 L yang melayani 44 KK (84 L dan 73 P), dan sebanyak 108 KK (128 L dan 123 L) di Dk. Pring jowo RT 10 dan 11 / RW 04, Ds Krobokan mendapatkan pelayanan air bersih dari 1 unit truk tanki BPDB Boyolali dengan kapasitas 8.000 liter.
Bupati Boyolali, Agus Irawan menyampaikan kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian, gotong royong dan kehadiran pemerintah serta berbagai elemen masyarakat di tengah warga yang membutuhkan.
“Ketika terjadi kekeringan dan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, maka kehadiran bantuan air menjadi sangat berarti,” ujar Agus Irawan. (*)