Pengakuan mengejutkan sepupu Winda Lorenza Gowasa yang menyebut mendiang sepupunya pernah “dijual” suaminya kepada seorang eks Wakapolda Sumut viral di media sosial. Video tersebut kemudian viral dan akhirnya kini Polda Sumut buka suara.

Video tersebut diunggah di akun Instagram @justiceforwindalorenza dan memperlihatkan seorang perempuan yang menyampaikan dugaan tersebut saat keluarga W menerima kunjungan Irwasda Polda Sumut pada Senin (31/8/2026). Dalam video tersebut, sepupunya tersebut menyebut kehidupan W hancur setelah diduga “dijual” oleh Brigadir IH kepada atasannya pada 2021.
"Jadi awal mula dia hancur ini pak, sejak menjual dia pada atasannya, jadi si (Brigadir IH) ini pernah menjual W pada atasannya kalau tidak salah dulu jabatannya, Wakapolda," ujar perempuan tersebut dalam video.
Setelah itu, dirinya juga menyebutkan bahwa W diduga pernah “dijual” ke luar negeri oleh Brigadir IH.
"Itu bukan sekali 2 kali, W ini pernah juga di jual ke luar negeri, biar jangan orang memframing si W ini pelacur," katanya.
Sebelumnya, W ditemukan tewas di kamar mandi dirumah Brigadir IH di Kompleks Bumi Asri, Kota Medan, Minggu (2/8/2026). Dalam penyelidikan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh W dan menduga perempuan tersebut meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik Brigadir IH.
Namun, keluarga pihak W masih meragukan kesimpulan tersebut danereka kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan pembunuhan ke Polda Sumut. Kuasa hukum keluarga W, Paul Tambunan, mengatakan laporan tersebut dibuat pada Kamis (6/8/2026) malam. Laporan itu terdaftar dengan nomor STTLP/B/1286/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.
"Untuk terlapornya dalam lidik. Kalau untuk kenapa bisa melapor begitu adalah karena kecurigaan pihak keluarga," jelas Paul.
Menurut Paul, kecurigaan keluarga muncul setelah jenazah W dibawa ke rumah duka. Saat itu, keluarga mengaku menemukan sejumlah lebam pada tubuh W. Sehingga curiga dan kasus ini perlu diusut tuntas agar mengetahui kepastiannya.