Gubernur Jawa Tengah: Satpol PP Ojo Galak-Galak

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan kepada awak media. Dia mengimbau kepada Satpol PP untuk mengutamakan tindakan persuasif dalam penegakan aturan PPKM Darurat. REZANDA AKBAR D/Lingkar.co
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan kepada awak media. Dia mengimbau kepada Satpol PP untuk mengutamakan tindakan persuasif dalam penegakan aturan PPKM Darurat. REZANDA AKBAR D/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Semarang, Lingkar.co - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengimbau kepada Satpol PP untuk tidak melakukan kekerasan saat melakukan tugas.

"Instruksi presiden sudah jelas, Satpol PP jangan galak-galak, sekarang pendekatannya lebih persuasif," ucapnya, setelah selesai mengisi rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah itu juga meminta untuk Satpol PP lebih memasifkan sosialisasi terkait protokol kesehatan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Namun, Ganjar mengimbau dengan cara-cara yang lebih humanis dan mengedepankan pendekatan secara persuasive.

"Saya minta untuk didorong kerjanya, pagi kalau bisa jam 4 pagi sudah keliling kepasar pakai toa, bawa masker dan edukasi mereka," katanya.

Harapannya, lanjut Ganjar, agar masyarakat terbiasa dengan aturan-aturan protokol kesehatan. Dengan sendirinya akan ada kesadaran masyarakat, jadi tak perlu lagi ada penindakan dari petugas.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Terkait krumunan di pasar, ia meminta untuk bisa mengatur tata ruang pasar seperti di Salatiga yang memperhatikan jarak.

"Syukur-syukur, kalau seperti di Salatiga dulu pernah diatur dengan jarak-jarak yang jauh," pungkasnya.

Perlu diketahui, pada April 2020 Pasar Pagi Salatiga melakukan protokol Physical Distancing untuk para pelapak.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Hal itu agar penyebaran Virus Corona (Covid-19) tidak menyebar kepada seluruh pelapak dan pembeli di Pasar Pagi Salatiga.

Namun, tampaknya tak banyak pasar yang mengadopsi peraturan tersebut. Sehingga Ganjar menginginkan peraturan tersebut diterapkan di seluruh Pasar di Jawa Tengah.

Baca Juga:
Instruksi Presiden, Kapolri: Kawal Bansos Hingga Tepat Sasaran

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Mendagri tidak benarkan Kekerasan

Menteri Dalam Negri, Muhammad Tito Karnavian, tidak membenarkan tindakan kekerasan oleh Satpol PP dalam penegakan aturan PPKM.

Tito menginginkan tindakan-tindakan Satpol PP lebih humanis dan mengedepankan langkah persuasive.

“Kita tetap tegas, tapi perlu humanis, manusiawi, bahasa yang santun dan tidak menggunakan kekuatan yang berlebih-lebihan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Mendagri Tito, juga menjelaskan, dalam penegakan aturan oleh satuan polisi, termasuk Satpol PP, terdapat tahapan yang perlu ditempuh.

Dia mengatakan, upaya persuasif dan sosialisasi merupakan tahapan awal. Sementara penegakan hukum dengan upaya koersif merupakan jalan terakhir, dengan catatan, jika hal itu sangat mendesak. 

“Ini untuk mendisiplinkan masyarakat, tapi petugas lapangan, anggota kita, agar mereka betul-betul melaksanakan tindakan dengan cara-cara yang persuasif, upaya koersif itu adalah upaya terakhir, kalau memang perlu,” katanya. 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia juga mengatakan, aturan yang termuat dalam kebijakan PPKM tetap perlu penegakkan secara tegas. Prinsip penegakan hukum secara koersif adalah upaya terakhir dan memang mendesak. Hal itu, kata Mendagri Tito, mesti sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan kultur yang berlaku di masyarakat.

“Selagi bisa menggunakan langkah-langkah persuasif, sosialisasi secara masif, maka penegakan dengan menggunakan kewenangan, force (memaksa), itu merupakan upaya terakhir,” pungkasnya.

Penulis: Rezanda Akbar D

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Editor: Muhammad Nurseha

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu