ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Ironis, Wapres Sebut Subsidi LPG Dinikmati 65 Persen Masyarakat Mampu

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pidato kunci pada diskusi daring Sharia Business and Academic Synergy (SBAS), Selasa (29/12). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pidato kunci pada diskusi daring Sharia Business and Academic Synergy (SBAS), Selasa (29/12). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

JAKARTA, Lingkar.co - Sebanyak 65 persen kelompok masyarakat tergolong mampu menikmati subsidi LPG dari pemerintah. Sementara, 35 persen lainnya, dinikmati oleh masyarakat miskin atau kurang mampu.

"Tentu ini ironis, karena alokasi subsidi elpiji jumlahnya sangat besar dan cenderung meningkat," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Senin (1/2/2021).

Selain itu, masih banyak masyarakat yang menggunakan bahan bakar kayu dalam memasak sehari-hari, kata Wapres. Padahal, Pemerintah telah meningkatkan anggaran subsidi LPG hingga mencapai Rp 54 triliun dan menyediakan 7,5 metrik ton LPG untuk masyarakat.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Meskipun Pemerintah pada 2021 mengalokasikan anggaran sekitar Rp54 triliun untuk subsidi dan menyediakan sampai 7,5 juta metrik ton untuk masyarakat," tukasnya.

Warga mendorong gerobak berisi tabung LPG saat hujan di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (26/1/2021).
Warga mendorong gerobak berisi tabung LPG saat hujan di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Wapres melanjutkan, masih terdapat lebih dari 12,51 juta rumah tangga miskin dan rentan di Indonesia yang memasak menggunakan kayu bakar.

Guna meminimalkan ketimpangan subsidi tersebut, Wapres meminta jajaran kementerian terkait untuk menetapkan kebijakan yang memihak pada masyarakat rentan dan miskin.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Selaku Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saya telah meminta agar kebijakan energi juga harus berpihak kepada masyarakat miskin dan rentan untuk mendorong keadilan terhadap akses energi dan pada akhirnya mendorong ketahanan energi nasional," ujarnya. (ara/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu