Momentum dimulainya tahun ajaran 2026/2027 membawa berkah bagi para pedagang atribut sekolah di Kabupaten Pati. Permintaan seragam dan perlengkapan sekolah meningkat tajam seiring ribuan siswa kembali masuk sekolah.
Salah satu yang merasakan lonjakan penjualan adalah Ahbarina Novia Rahma (25), pemilik toko atribut sekolah di Jalan Indraika Nomor 2, Perumahan Sukoharjo Indah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.
Rina mengatakan, sejak Juni hingga pertengahan Juli tokonya terus dipadati pembeli. Mayoritas pelanggan merupakan orang tua yang mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anak mereka, terutama siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA.
"Sejak Juni sampai sekarang ramai. Banyak yang mencari seragam untuk anak yang baru masuk sekolah, mulai SD, SMP sampai SMA," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Toko miliknya menyediakan berbagai perlengkapan sekolah secara lengkap, mulai dari seragam, topi, dasi, ikat pinggang, kaus kaki, hingga berbagai jenis badge dan emblem sekolah. Kelengkapan produk tersebut menjadi salah satu alasan banyak pelanggan memilih berbelanja di tempatnya.
Menurut Rina, kaus kaki menjadi salah satu produk paling diminati. Tidak sedikit pembeli yang langsung membeli beberapa pasang sekaligus dalam satu transaksi.
Memasuki musim penerimaan siswa baru, jumlah penjualan meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Dalam sehari, toko tersebut mampu menjual sekitar lima lusin seragam. Sementara penjualan kaus kaki pernah mencapai 200 hingga 500 pasang per hari.
Selain kebutuhan sekolah, Rina juga mulai menyiapkan berbagai perlengkapan menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI, seperti bendera, umbul-umbul, peluit, hingga atribut Pramuka yang diperkirakan kembali banyak dicari masyarakat.
Ia menyebut puncak keramaian terjadi sepanjang Juli. Antrean pembeli bahkan sempat mengular dari meja kasir hingga pintu masuk toko. Dalam sehari, jumlah pelanggan yang datang mencapai 80 hingga 100 orang sehingga jam operasional diperpanjang hingga malam hari.
Tak hanya mengandalkan penjualan langsung di toko, Rina juga aktif memasarkan produknya melalui media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Strategi tersebut membuat jangkauan pasarnya semakin luas.
Kini pelanggannya tidak hanya berasal dari Kabupaten Pati, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia, seperti Magelang, Bekasi, Kalimantan, Riau, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Selain melayani pembelian eceran, tokonya juga memasok kebutuhan atribut sekolah untuk sejumlah instansi pendidikan.
Untuk harga, seragam dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp70 ribu per potong. Sementara badge dibanderol mulai Rp300 untuk harga grosir, sedangkan logo sekolah dijual Rp2.500 per buah secara grosir dan Rp5.000 untuk pembelian eceran. Adapun ikat pinggang dipasarkan dengan harga antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.
Lonjakan permintaan tersebut berdampak signifikan terhadap pendapatan usahanya. Jika pada hari biasa omzet berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan, selama musim tahun ajaran baru penghasilannya dapat menembus sekitar Rp20 juta.
"Juni, Juli, sampai Agustus memang menjadi musim panen bagi penjual seragam sekolah dan perlengkapan Pramuka," pungkasnya.