Jateng Belum Terapkan PeduliLindungi untuk Masuk Pasar

7150E417-E6B7-4E50-8191-6330567E7C3B
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, Lingkar.co - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) masih belum menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk ke pasar tradisional.

Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo, Minggu (3/10/2021).

"Capaian vaksinasi para pedagang pasar tradisional masih 70-80 persen. Kita belum gunakan skrining aplikasi PeduliLindungi untuk masuk pasar tradisional di Jateng," jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dia mengatakan, penerapan aplikasi PeduliLindungi baru pada pusat perbelanjaan modern. Sebab, masyarakat yang keluar masuk pasar tradisional lebih heterogen ketimbang ritel modern.

"Pengendaliannya lebih sulit jika pasar tradisional menggunakan aplikasi PeduliLindungi, meski sudah ada pembentukan satgas," ungkapnya.

Kendati demikian, Arif mengatakan, jika ada sumder daya manusatidak menutup kemungkinan penerapan penggunaan aplikasi

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Namun, ia menambahkan, jika ada SDM-nya untuk fokus pada penerapan aplikasi PeduliLindungi, mungkin bisa dilakukan.

Tapi terkait itu, kebijakan tersebut, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Kondisi pasar tradisional sekarang sudah mulai mudah dikendalikan belum ada kasus klaster covid-19 di pasar tradisional,” ucapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Kondisi tersebut, kata dia, mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Dengan penurunan level menjadi level dua dan tiga, para pelaku ekonomi harus berjalan bersama kebijakan pemerintah pusat," pungkasnya.***

Penulis : Rezanda Akbar D

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Editor : M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu