Lingkar.co – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Bali untuk membuka peluang kuliah sambil magang kerja di Jepang bagi generasi muda. Program tersebut disosialisasikan kepada lembaga pelatihan kerja (LPK) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Aula Kantor Disnaker Pati, Kamis (25/6/2026).
Kepala Disnaker Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto, mengatakan program Tokutei Ginou (TG) Mandiri menjadi alternatif bagi pencari kerja yang ingin bekerja di Jepang dengan proses yang lebih mudah.
Menurutnya, program tersebut memungkinkan peserta menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperoleh pengalaman kerja di Jepang melalui kerja sama dengan Stikom Bali.
“Program ke Jepang ada magang maupun langsung kerja. Dengan TG Mandiri, peserta bisa kuliah sambil bekerja di Jepang,” kata Bambang.
Ia menyebut peluang kerja di luar negeri cukup diminati masyarakat Pati, terutama kalangan muda yang ingin mendapatkan penghasilan lebih tinggi. Selain itu, kebutuhan tenaga kerja laki-laki di perusahaan lokal dinilai masih terbatas.
Bambang berharap program tersebut dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati. Peserta yang bekerja di Jepang berpeluang memperoleh gaji sekitar Rp18 juta per bulan dengan kontrak kerja selama dua tahun.
Sosialisasi program diikuti 20 LPK dan enam SMK yang memiliki program pelatihan Bahasa Jepang.
Sementara itu, Rektor Stikom Bali, Dadang Hermawan, mengatakan kampusnya telah menjalankan program magang kerja di Jepang sejak 2017. Tahun ini, Stikom Bali mulai menjaring peserta dari Kabupaten Pati.
Menurutnya, program tersebut ditujukan bagi lulusan SMA maupun SMK yang ingin melanjutkan pendidikan, namun terkendala biaya.
Mahasiswa akan menempuh perkuliahan selama empat semester. Pada semester pertama dan kedua, perkuliahan dilakukan secara daring. Selanjutnya, pada semester ketiga dan keempat mahasiswa mengikuti program magang kerja di Jepang.
“Mahasiswa bisa kuliah sambil mendapatkan pengalaman kerja di Jepang,” ujar Dadang.
Stikom Bali menawarkan Program Studi Bisnis Digital dengan gelar Sarjana Bisnis. Setelah lulus, peserta diharapkan memiliki ijazah, pengalaman kerja internasional, serta jaringan profesional yang lebih luas.
Biaya kuliah hingga lulus sebesar Rp60 juta. Stikom Bali menargetkan dapat merekrut hingga 1.000 mahasiswa setiap tahun melalui program tersebut. (*)