Lingkar.co - Seorang pasien dalam kondisi kritis dilaporkan meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya sempat terhambat konvoi perguruan silat di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Hadi Sukat (60), warga Kecamatan Karangpandan. Ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di Puskesmas Karangpandan karena tidak sempat mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Peristiwa bermula saat jalan utama Solo–Tawangmangu dipadati ratusan peserta konvoi pengesahan anggota baru salah satu perguruan silat. Massa yang mengenakan pakaian serba hitam memenuhi ruas jalan sambil merayakan kegiatan tersebut dengan pesta kembang api dan suara knalpot bising.
Relawan Karangpandan (Rendan), Agung, menjelaskan bahwa pada malam itu sejumlah ambulans juga tengah menjalankan tugas di beberapa lokasi berbeda.
“Saat itu, banyak ambulans fokus ke Bangsri (kebakaran pabrik briket). Kemudian ada ambulans di RSDM dr Moewardi Surakarta seusai mengantar orang terluka (tiga orang terkena luka bacok di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar),” kata Agung, Minggu (21/6/2026).
Usai menyelesaikan tugasnya, ambulans dari RSDM dr Moewardi Surakarta bergerak menuju rumah pasien di Dusun Bulurejo, Desa Karangpandan. Namun perjalanan menuju lokasi sempat tersendat akibat jalan yang dipenuhi peserta konvoi.
“Saat menuju ke rumah pasien, perjalanan mobil ambulans terhalang sama mereka di jalan Solo-Tawangmangu, tak bisa dilewati,” ungkapnya.
### Ambulans Sempat Terjebak Kerumunan
Agung menuturkan ambulans tidak dapat langsung melintas karena kepadatan massa yang memenuhi jalan.
“Di sana banyak sekali orang, sempat stuck, tapi akhirnya bisa ke rumah pasien,” katanya.
Setelah berhasil menjemput pasien, ambulans kembali menghadapi kendala saat membawa korban menuju Puskesmas Karangpandan. Kendaraan darurat tersebut harus berupaya menembus kerumunan untuk melanjutkan perjalanan.
Meski akhirnya tiba di fasilitas kesehatan tujuan, kondisi pasien sudah sangat kritis. Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.
“Saat sampai di Puskesmas, kondisinya dicek dan sudah tidak ditemukan denyut nadi dan dinyatakan meninggal,” ujar Agung.
### Keluarga Sesalkan Akses Jalan Terhambat
Pihak keluarga menyampaikan kekecewaan atas terganggunya akses jalan saat situasi darurat berlangsung. Putri almarhum, Dwi Purnamasari (36), berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.
“Harusnya mereka bisa mengatur jalan, harusnya kendaraan lain diberi ruang agar yang lainnya tidak terhalangi. Intinya kalau saya secara pribadi, jangan sampai menganggu pengguna jalan yang lain. Sangat disayangkan, itu acara setahun sekali harusnya bisa menempatkan,” tambahnya.
Dwi mengaku telah mengetahui kondisi kesehatan sang ayah memburuk sejak dini hari. Namun proses menuju fasilitas kesehatan menjadi terkendala akibat kepadatan massa di sepanjang jalur yang dilalui ambulans.
Jenazah Hadi Sukat telah dimakamkan pada Minggu (21/6/2026) pukul 12.00 di TPU Nongko 2, Dusun Gedangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Bagi keluarga dan warga sekitar, almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah, peduli, serta dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.