Target Hidupkan Pariwisata Sejarah, Pemkot Bandung Dorong Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya

Inti berita

Lingkar.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ingin menghidupkan wisata sejarah (heritage tourism) sebagai salah satu sektor andalan pariwisata. Untuk itu…

Target Hidupkan Pariwisata Sejarah, Pemkot Bandung Dorong Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dalam salah satu sesi acara Bandung Investment Forum (BIF) 2026 di Hotel Holiday Inn Pasteur, Rabu (24/6/2026). Foto: dokumentasi

Lingkar.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ingin menghidupkan wisata sejarah (heritage tourism) sebagai salah satu sektor andalan pariwisata. Untuk itu, Pemkot Bandung terus mendorong revitalisasi bangunan cagar budaya agar tetap terjaga nilai sejarahnya sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, salah satu upaya yang tengah disiapkan yakni pemberian insentif bagi pemilik bangunan cagar budaya agar semakin tertarik melakukan pemanfaatan dan pelestarian bangunan bersejarah.

Selain heritage tourism, Pemkot Bandung juga menetapkan fokus investasi pada medical tourism, sport tourism, pengembangan Bandung Timur, serta kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Terkait sektor medical tourism, Farhan melihat peluang besar menjadikan Bandung sebagai destinasi layanan kesehatan, estetika, dan wellness. Menurutnya, kekuatan Kota Bandung sebagai kota pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi menjadi modal penting untuk menghadirkan sumber daya manusia terbaik di bidang kesehatan.

 "Kalau dulu orang datang ke Bandung untuk belanja atau kuliner, ke depan saya ingin orang datang ke Bandung juga untuk mendapatkan layanan kesehatan dan estetika," kata Farhan, saat menutup rangkaian Bandung Investment Forum (BIF) 2026 di Hotel Holiday Inn Pasteur, Rabu (24/6/2026).

Sementara itu, sport tourism dinilai memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Farhan mencontohkan berbagai kota dunia yang berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan melalui penyelenggaraan ajang olahraga internasional, khususnya maraton.

Karena itu, kata dia, Pemkot Bandung berkomitmen menjadikan Kota Bandung sebagai kota terbaik di Jawa Barat dalam penyelenggaraan berbagai event olahraga.

"Sport tourism bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi juga menghadirkan kebanggaan dan emosi masyarakat terhadap kotanya," ucapnya.

 Tidak hanya itu, Farhan juga menyatakan Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan Bandung Timur sebagai koridor investasi baru.

Disebutkan, kawasan Ujungberung, Cibiru, hingga kawasan sekitar Stasiun KCIC Tegalluar dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui konsep wisata alam, sport tourism, kawasan komersial, hingga pengembangan kawasan berbasis transit.

Farhan menilai konektivitas kawasan tersebut akan semakin memperkuat daya tarik investasi di Kota Bandung.

Farhan menilai, Kota Bandung memiliki potensi besar di berbagai sektor. Namun, potensi tersebut harus diwujudkan menjadi investasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 "Kota Bandung adalah kota yang memang penuh dengan peluang. Peluangnya tidak berhenti di Kota Bandung, tetapi harus menjadi sesuatu yang bisa diwujudkan menjadi investasi nyata," ujarnya.

Menurut Farhan, lima fokus investasi tersebut dipilih berdasarkan kekuatan dan karakter Kota Bandung serta hasil diskusi bersama pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan mitra strategis dalam Bandung Investment Forum 2026.

Senada, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Eric M. Attauriq, menjelaskan Bandung Investment Forum 2026 menghasilkan berbagai rekomendasi strategis sebagai dasar penyusunan peta jalan investasi Kota Bandung.

Menurut Eric, forum yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga internasional, dan investor tersebut dibagi dalam tiga sesi diskusi tematik yang membahas lima sektor prioritas investasi.

 "Melalui diskusi intensif yang telah dilaksanakan, kita tidak hanya menyusun rekomendasi kebijakan, tetapi juga membangun kesamaan persepsi untuk menyelesaikan berbagai tantangan regulasi, mewujudkan kepastian hukum, serta menyusun peta jalan investasi Kota Bandung yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan global," katanya.

Ia berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti pada forum semata, tetapi menjadi langkah konkret dalam memperkuat iklim investasi Kota Bandung.

Bandung Investment Forum 2026 merupakan awal dari rangkaian Trilogi Investasi 2026 yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, lembaga internasional, dan investor.

Forum tersebut bertujuan memperkuat sinergi multipihak dalam membangun ekosistem investasi yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing Kota Bandung, serta melahirkan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan investor maupun masyarakat. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu