Melalui Pelatihan Usaha, Gus Yasin Dorong Santri Kurangi Angka Kemiskian

Foto : Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat membuka pelatihan. (dok Pemprov Jateng)
Foto : Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat membuka pelatihan. (dok Pemprov Jateng)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendorong para santri ambil bagian dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui keterampilan usaha boga dan barista.

Hal itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri membuka pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Provinsi Jateng ini dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MATJ) pada Selasa (25/2/2025).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 103 santri dan 10 mahasiswa dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi dilatih keterampilan usaha boga dan barista.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"(Pelatihan ini) sebagai upaya menanggulangi kemiskinan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Jawa Tengah," kata Taj Yasin saat acara membuka pelatihan.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengapresiasi penyelanggara yang telah mengadakan acara tersebut. Sebab, manfaatnya akan dirasakan masyarakat.

"Ini juga berdampak terhadap pengentasan kemiskinan dan kebermanfaatan ke depan, tidak hanya membuka toko kue atau makanan, tapi bisa menjadi guru di SMK, lembaga kursus, dan lain sebagainya," ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut dia, hasil dari pelatihan ini dapat dipraktikkan di lingkungan pondok pesantren,
Misalnya pada saat acara haflah, konsumsinya bisa dikelola secara mandiri.

Baca Juga: Wagub Jateng Luncurkan Dua Unit Mobil Jenazah, Gratis untuk Masyarakat

“Ini juga bisa menjadi sumber ladang usaha milik pondok atau para santri," tuturnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dengan semakin banyak pelatihan, lanjut dia, maka ketrampilan yang dimiliki bisa cocok dengan dunia usaha.

Salah seorang santri asal Kudus, Rahmat mengaku, senang dengan pelatihan ini, karena bisa menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi memasak.

"Harapannya nanti kita bisa share ke temen-temen di pondok, supaya mereka nanti lebih mandiri dan bisa berwirausaha setelah keluar dari pondok," katanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Rahmat berharap, pelatihan seperti ini lebih rutin digelar, sehingga kualitas masakan di pondok meningkat, baik dari sisi gizi, rasa, maupun penyajian.

Dalam acara tersebut, juga diserahkan bantuan modal usaha dari Baznas Jateng, berupa Oven Elektrik 80x60 cm, Stand Mixer 3,5 liter, dan timbangan digital, dengan total nilai Rp20 juta per penerima. Bantuan modal usaha diberikan kepada 10 orang penerima.

Di samping itu, Baznas RI juga memberikan bantuan pada kegiatan Pelatihan Z-Coffee dengan total sebesar Rp200 juta. *

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu