Lingkar.co - Bunda PAUD Kabupaten Magelang Dian Ekawati Grengseng Pamuji melakukan roadshow di tiga sekolah untuk evaluasi dan pemantauan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni TK Pertiwi Tegalsari Kecamatan Candimulyo, TK PGRI Wonosuko Kecamatan Tegalrejo, dan TK Pertiwi Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Dian mengungkapkan, tahun ini Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang memiliki program unggulan bernama PKK Sahabat Anak. Program tersebut memiliki empat kegiatan utama, salah satunya diwujudkan melalui kegiatan 'Sigap Sekolah' atau Sinergi Gerakan PKK untuk Sekolah Ramah Anak dan Berkarakter.
"Kegiatan ini menyasar lembaga pendidikan PAUD, khususnya dalam proses SPMB, untuk memastikan anak usia 4-6 tahun telah mendapatkan akses pendidikan anak usia dini," ujarnya.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/raperda-pendidikan-kabupaten-pemalang-perkuat-pembentukan-karakter-dan
Menurut Dian, usia 4-6 tahun merupakan fase penting dalam membentuk kecerdasan, karakter, serta kemampuan sosial anak. Oleh karena itu PAUD tidak hanya menuntun anak belajar secara akademik, tetapi juga dilatih untuk mandiri, percaya diri, serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Dian juga mengapresiasi kehadiran para Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Magelang sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
"Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam mengadvokasi pentingnya pendidikan anak usia dini, mengajak orang tua menyekolahkan anak ke PAUD berkualitas, serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan mutu layanan," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2022, mendorong partisipasi satu tahun prasekolah sebelum jenjang sekolah dasar.
Dian berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan ramah anak di Kabupaten Magelang. Ia juga meminta seluruh Bunda PAUD untuk menginventarisasi berbagai kendala di wilayah masing-masing guna dicarikan solusi secara bersama.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo menyampaikan, kegiatan roadshow ini merupakan bagian dari pemantauan langsung pelaksanaan SPMB PAUD di sejumlah wilayah.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/libur-sekolah-jadi-momentum-evaluasi-dan-penataan-dapur-mbg
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/sunarto-sebut-korupsi-program-makan-bergizi-gratis-merampas-hak-anak
"Roadshow Bunda PAUD ini merupakan bentuk sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam memantau pelaksanaan SPMB," kata Wisnu.
Ia menambahkan, pelaksanaan SPMB PAUD tahun ini diharapkan sudah mulai memanfaatkan sistem berbasis aplikasi guna meningkatkan efektivitas dan transparansi. Pelaksanaan SPMB pada 17-22 Juni.
"Harapannya, sebelum masuk SD, anak-anak sudah mendapatkan pendidikan sejak dini melalui PAUD," pungkasnya.
BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/dorong-peran-perempuan-lanjutkan-perjuangan-kartini-berani-dan-kerja-nyata
Melalui kegiatan ini, ia berharap seluruh anak di Kabupaten Magelang dapat memperoleh layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta mampu membentuk generasi yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter. (*)