Pemadaman Listrik Ancam Usaha Ikan Hias, Pelaku UMKM di Semarang Keluhkan Kerugian

Inti berita

Lingkar.co – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini dikeluhkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gangguan pasokan…

Pemadaman Listrik Ancam Usaha Ikan Hias, Pelaku UMKM di Semarang Keluhkan Kerugian
Pemilik usaha ikan hias Ammaur Koi di Kota Semarang, Ahmad Mansur terkena dampak dari pemadaman listrik PLN. (dok Alan Henry)

Lingkar.co – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini dikeluhkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gangguan pasokan listrik dinilai berdampak langsung terhadap operasional usaha dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak tersebut adalah Ahmad Mansur, pemilik usaha ikan hias Ammaur Koi di Kota Semarang. Menurutnya, pemadaman listrik menjadi ancaman serius bagi usaha budidaya dan penjualan ikan hias yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan pompa air dan aerator.

“Kalau pemadaman tentu kami siapkan genset, tetapi kalau berlangsung lama tetap merepotkan. Selain itu biaya operasional juga bertambah karena harus membeli bahan bakar,” ujar Ahmad Mansur, Senin (22/6/2026).

Ia mengaku pernah mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat pemadaman listrik yang menyebabkan sejumlah ikan koi mati karena kekurangan oksigen. Menurutnya, ikan hias memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan ikan konsumsi sehingga membutuhkan suplai oksigen yang stabil.

Ahmad menjelaskan, beberapa jenis ikan seperti koi dan arwana masih mampu bertahan tanpa bantuan pompa maupun aerator dalam waktu sekitar dua hingga empat jam. Namun apabila pemadaman berlangsung lebih lama, risiko kematian ikan akan meningkat drastis.

“Kalau lebih dari empat jam harus segera diantisipasi karena bisa fatal. Ikan berisiko mati akibat kekurangan oksigen,” katanya.

Selain pelaku usaha, para penghobi ikan hias juga menghadapi risiko serupa. Kondisi tersebut semakin sulit apabila pemadaman listrik terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya sehingga masyarakat tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan langkah antisipasi.

Menurut Ahmad, penggunaan genset memang menjadi solusi sementara, namun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Untuk operasional sekitar dua jam, konsumsi bahan bakar genset bisa mencapai sekitar Rp50 ribu.

“Kalau pakai genset tentu ada biaya tambahan. Semakin sering listrik padam, ongkos produksi juga semakin naik,” ujarnya.

Ia menyarankan para penghobi ikan hias untuk menyiapkan aerator AC/DC yang menggunakan baterai sebagai cadangan saat listrik padam. Selain itu, ikan sebaiknya tidak diberi makan ketika terjadi pemadaman karena kondisi kenyang membuat kebutuhan oksigen ikan meningkat.

Ahmad berharap pihak terkait dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan dilakukan pemadaman listrik sehingga pelaku usaha maupun masyarakat dapat melakukan persiapan yang diperlukan.

“Harapannya ada pemberitahuan terlebih dahulu agar kami bisa mengantisipasi dan meminimalkan kerugian,” pungkasnya. ***

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu