Iklan

Aktifitas Proyek Pakuwon Mall Hingga Dini Hari, Kesehatan dan Ketenangan Warga Gombel Lama Terganggu

Inti berita

Pembangunan Pakuwon Mall di kawasan Gombel Lama, Kota Semarang, tak hanya menghadirkan perubahan wajah kawasan. Bagi warga yang tinggal di sekitar proyek…

Aktifitas Proyek Pakuwon Mall Hingga Dini Hari, Kesehatan dan Ketenangan Warga Gombel Lama Terganggu
Aktifitas Proyek Pakuwon Mall hingga dini hari

Pembangunan Pakuwon Mall di kawasan Gombel Lama, Kota Semarang, tak hanya menghadirkan perubahan wajah kawasan. Bagi warga yang tinggal di sekitar proyek, aktivitas pembangunan setiap hari disebut membawa persoalan baru, mulai dari debu, suara bising, getaran alat berat hingga kerusakan pada rumah.

Candra, warga setempat, mengaku aktivitas proyek telah memengaruhi kualitas hidup keluarganya. Ia menyebut pekerjaan pengeboran, penggunaan molen dan alat berat berlangsung sejak pagi hingga malam, bahkan terkadang melewati tengah malam.

Menurut Candra, pekerjaan proyek dapat dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan masih berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi tersebut membuat waktu istirahat warga terganggu.

“Molen, pengeboran terus berlangsung sampai malam hari, kadang-kadang sampai jam 01.00 dini hari. Saya sebagai warga sangat terganggu. Waktu istirahat saya sangat amat terganggu,” kata Candra, Minggu (9/8/2026).

Yang paling dikhawatirkan, menurut dia, bukan hanya suara bising, tetapi getaran yang dirasakan di dalam rumah saat pengeboran berlangsung.

“Kalau malam pengeboran berlangsung, saya tidur di rumah terasa seperti gempa. Kadang saya terbangun malam hari dan tidak bisa tidur lagi,” ujarnya.

Gangguan tidur tersebut, lanjut Candra, membuat kondisi tubuhnya ikut terdampak. Ia merasa kualitas istirahat semakin berkurang sejak aktivitas proyek semakin intensif.

Persoalan lain yang dirasakan warga adalah debu dari mobilitas kendaraan proyek. Setiap hari, truk dan molen disebut keluar masuk kawasan pembangunan sehingga debu beterbangan ke lingkungan permukiman.

Candra mengaku debu tersebut mengganggu pernapasan. Ia menyebut mulai mengalami keluhan seperti batuk dan sesak napas.

“Lalu-lalang molen, truk membuat debu setiap hari. Debunya menusuk paru-paru, membuat napas sesak dan batuk,” ungkapnya.

Di sisi lain, Candra juga mengaku khawatir terhadap kondisi rumahnya. Ia menyebut tembok rumah mengalami pengelupasan ketika aktivitas pengeboran dan alat berat berlangsung.

“Rumah saya setiap malam kalau kegiatan pengeboran, alat berat, molen bekerja, tembok rumah saya pada mengelupas. Belum lagi debunya,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat warga menghadapi dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, aktivitas pembangunan terus berjalan. Di sisi lain, warga mengaku harus menanggung dampak yang mereka rasakan di lingkungan tempat tinggalnya.

Candra mempertanyakan perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi proyek.

“K3 dari Pakuwon juga diam saja melihat kondisi seperti ini. Kita manusia, bukan hewan,” tegasnya.

Ia berharap pengelola proyek tidak hanya memperhatikan kelancaran pembangunan, tetapi juga kondisi warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi.

Menurutnya, masyarakat tidak menolak pembangunan. Namun, warga berharap aktivitas proyek dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan, kesehatan dan keselamatan lingkungan sekitar.

“Kesehatan, kenyamanan di rumah sudah hilang semenjak pembangunan Mal Pakuwon itu. Rumah hancur, rusak semua, menjadikan kita khawatir,” katanya.

Candra menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar pembangunan tidak menimbulkan beban berkepanjangan bagi masyarakat sekitar.

Sebab bagi warga, rumah bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Rumah merupakan tempat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Ketika suara pengeboran masih terdengar hingga dini hari, debu memenuhi lingkungan dan getaran dirasakan di dalam rumah, rasa nyaman itu perlahan disebut ikut hilang.

“Sangat amat merugikan. Di rumah sekarang tidak nyaman. Kesehatan mulai terganggu,” pungkas Candra.

 

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu