Pemerintah Perkuat Koordinasi untuk Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Pasar

Inti berita

Lingkar.co - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah terus mencermati perkembangan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan…

Pemerintah Perkuat Koordinasi untuk Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Pasar
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah terus mencermati perkembangan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi dinamika tersebut. Berbagai instansi terkait terus menjalin koordinasi secara intensif guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak pasar keuangan global.

"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (4/6/2026)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Prasetyo menyampaikan keyakinannya bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada kondisi yang kuat. Hal itu, kata dia, tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang masih terkendali.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau berbagai indikator ekonomi dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar stabilitas ekonomi nasional tetap terpelihara di tengah tekanan eksternal yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

"Kami harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," katanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pada perdagangan Kamis sore, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,46 persen ke posisi Rp18.049 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.966 per dolar AS.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah hingga menembus angka Rp18.000 per dolar AS belum mengganggu kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar surat utang pemerintah menggunakan skema kupon tetap (*fixed rate*), sehingga perubahan nilai tukar tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembayaran kupon tersebut.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Meski demikian, Purbaya mengakui pelemahan rupiah tetap berpengaruh terhadap pembayaran bunga utang pemerintah yang berdenominasi valuta asing (valas). Dengan kurs yang lebih tinggi, kebutuhan dana dalam rupiah untuk memenuhi kewajiban tersebut menjadi lebih besar.

Penulis: Putri Septina

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu