Punya gagasan tentang masa depan pendidikan, pesantren, santri, atau Indonesia? Jangan hanya disimpan dalam pikiran. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah kini membuka ruang bagi para guru dan ustaz untuk menuangkan pemikirannya melalui Lomba Esai Hari Santri (HSN) 2026.
Mengusung tema **“Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” dengan tajuk “Membaca Zaman, Menulis Gagasan, Menguatkan Indonesia”, lomba ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan tersebut digelar PWNU Jawa Tengah bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam), Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI), serta LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah.
Tak sekadar mencari pemenang, lomba ini dirancang sebagai ruang untuk menggali gagasan segar dari mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Perwakilan RMI PWNU Jawa Tengah, Muhammad Zulfa, mengatakan guru dan ustaz memiliki pengalaman sekaligus perspektif penting dalam membaca perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Lomba ini menjadi ruang bagi para ustaz dan guru untuk menuangkan gagasan, membaca perubahan zaman, sekaligus menyumbangkan perspektif pesantren bagi masa depan Indonesia,” kata Muhammad Zulfa, Kamis (1/10/2026).
Menurut Zulfa, tradisi menulis perlu terus tumbuh di lingkungan pesantren maupun sekolah Ma'arif. Sebab, tulisan tidak hanya menjadi medium untuk menyampaikan pemikiran, tetapi juga dapat menjadi bentuk kontribusi intelektual para pendidik terhadap berbagai persoalan bangsa.
Karena itu, para guru dan ustaz ditantang untuk mengolah pengalaman mereka selama mendampingi generasi muda menjadi gagasan yang memiliki relevansi dengan kondisi Indonesia saat ini.
Tema yang diangkat memberikan ruang cukup luas bagi peserta untuk membahas posisi santri dan pesantren di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, tantangan pendidikan, maupun kebutuhan sumber daya manusia dalam menyongsong Indonesia Emas.
“Semangatnya adalah membaca zaman, menulis gagasan dan menguatkan Indonesia melalui tulisan,” ujar Zulfa.
Guru Ma'arif dan Ustaz Pesantren, Ini Kesempatannya
Lomba Esai Hari Santri 2026 secara khusus diperuntukkan bagi Guru Sekolah Ma'arif dan Ustaz Pondok Pesantren di Jawa Tengah.
Peserta diminta menulis esai sepanjang 700 hingga 1.000 kata sesuai tema yang telah ditentukan. Karya yang dikirim harus merupakan karya asli dan belum pernah digunakan dalam kompetisi lain.
Naskah wajib dikirim dalam format PDF. Panitia juga menekankan aspek orisinalitas karya. Peserta yang terbukti melakukan plagiasi atau menggunakan AI dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan lomba dapat dikenai diskualifikasi.
“Karena ini merupakan ruang untuk menyampaikan gagasan, karya yang dikirim harus benar-benar orisinal dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” jelas Zulfa.
Bagi peserta yang ingin menguji sekaligus memperkenalkan gagasannya, kesempatan ini semakin menarik karena panitia menyiapkan apresiasi bagi lima karya terbaik.
Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp1 juta.
Batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 10 Oktober 2026. Selanjutnya, proses penjurian berlangsung pada 11-17 Oktober 2026, sebelum pemenang diumumkan pada 18 Oktober 2026.
Segera Daftar dan Kirim Karya
Para Guru Sekolah Ma'arif dan Ustaz Pondok Pesantren di Jawa Tengah yang memenuhi persyaratan dapat segera mengikuti lomba dengan melakukan pendaftaran sekaligus mengirimkan karya melalui formulir resmi panitia:
https://forms.gle/pYVTiUiPXoAF47Zx9
Lomba Esai Hari Santri 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi untuk memperebutkan hadiah. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan tradisi intelektual melalui tulisan di lingkungan pesantren dan sekolah Ma'arif.
Pengalaman para pendidik dalam menghadapi perubahan zaman dapat menjadi sumber gagasan yang kuat. Dari ruang kelas, pesantren, hingga interaksi sehari-hari dengan santri dan generasi muda, berbagai pengalaman tersebut dapat diolah menjadi tulisan yang menawarkan perspektif terhadap masa depan Indonesia.
Peringatan Hari Santri 2026 pun diharapkan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat diisi dengan lahirnya gagasan, refleksi, dan karya intelektual dari para pendidik Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah.
Kini saatnya guru dan ustaz tidak hanya mengajarkan gagasan, tetapi juga menuliskan gagasannya.
Baca perubahan zamannya. Tulis gagasan terbaiknya. Dan jadikan tulisan sebagai bagian dari ikhtiar menguatkan Indonesia.