Pemulihan Aceh dan Sumatra, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan MDMC Bangun Ruang Kelas Darurat di Sembilan Sekolah

Inti berita

Lingkar.co - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyediakan 33…

Pemulihan Aceh dan Sumatra, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan MDMC Bangun Ruang Kelas Darurat di Sembilan Sekolah
Ketua Pos Koordinasi Nasional (Poskornas) MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto saat peletakan batu pertama di SD Negeri 10 Linge Kabupaten Aceh Tengah. Foto: dokumentasi
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyediakan 33 ruang kelas darurat di sembilan sekolah yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatra Utara, serta Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues di Aceh yang terdampak bencana. 

Secara keseluruhan, MDMC akan membangun 33 ruang kelas darurat di dua provinsi. Sebanyak 10 ruang kelas akan dibangun di tiga sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat ruang kelas di SD Negeri 10 Linge Kabupaten Aceh Tengah, dan 19 ruang kelas di lima sekolah di Kabupaten Gayo Lues. 

Program pemulihan pascabencana tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di SD Negeri 10 Linge, Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin (16/6/2026) kemarin. 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/wagub-sumsel-minta-lulusan-universitas-muhammadiyah-palembang-jadi

BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/apresiasi-konsistensi-muhammadiyah-lowokwaru-malang-dalam-pendidikan-ali

Ketua Pos Koordinasi Nasional (Poskornas) MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, menyampaikan bahwa peletakan batu pertama di SD Negeri 10 Linge menjadi langkah awal dalam upaya mendukung keberlangsungan pendidikan pascabencana. 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Hari ini kami berada di Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di SD Negeri 10 Linge. Di sini akan dibangun ruang kelas darurat dan dilakukan peletakan batu pertama serta doa bersama dengan masyarakat, guru, dan kepala sekolah," katanya. 

Harapannya, lanjutnya, proses pembangunan berjalan lancar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tumbuh, berkembang, dan berkemajuan. 

BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/kasus-dugaan-mahasiswa-gelapkan-40-motor-uin-walisongo-semarang-ambil

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/gibran-dorong-pelajar-dan-guru-tingkatkan-kompetensi-ai-hadapi-era-digital

Menurut Indrayanto, pembangunan ruang kelas darurat ini merupakan bagian dari kolaborasi MDMC dengan Kemendikdasmen dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. 

“Kegiatan ini merupakan simbol kemitraan antara MDMC dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pembangunan ruang kelas darurat di Tapanuli Tengah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Total terdapat sembilan sekolah dan 33 ruang kelas darurat yang akan dibangun. Harapannya pendidikan pascabencana dapat bangkit kembali dan berjalan dengan baik,” urainya. 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsah, menyampaikan apresiasinya kepada Kemendikdasmen dan MDMC atas dukungan yang diberikan kepada sekolahnya. 

BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/tsunami-terjang-sulut-dan-malut-prabowo-instruksikan-respons-darurat

BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/pelatihan-ppgd-siapkan-warga-rutan-hadapi-situasi-darurat

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tim MDMC Muhammadiyah yang telah hadir membangun empat ruang kelas darurat di sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan proses belajar mengajar,” katanya. 

Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan ruang kelas darurat di Kabupaten Tapanuli Tengah telah menyelesaikan tahap verifikasi dan distribusi material ke gudang utama, serta mulai memasuki tahap pengerjaan di lapangan. Sementara itu, di Kabupaten Gayo Lues, pembangunan pada salah satu sekolah di Blangkejeren telah dimulai, sedangkan beberapa lokasi lainnya masih menunggu tahapan lanjutan. 

BACA JUGA: https://lingkar.co/berita/gandeng-difabel-pmi-kota-semarang-ajak-pelajar-rajin-ikut-aksi-kemanusiaan

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Melalui pembangunan ruang kelas darurat ini, MDMC bersama Kemendikdasmen berupaya memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi anak-anak terdampak bencana sekaligus mendukung percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak. (*) 

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu