
Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi terjadi, saat ini terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mulanya berawal dari puluhan siswa di SMAN 3 Nganjuk. Namun, hal serupa juga terjadi di sekolah lain. Sehingga jumlah orang yang terdampak terbaru telah mencapai 100 orang. Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Dardak mengatakan, korban tidak hanya dari SMAN 3 Nganjuk tetapi juga dari sekolah lain yaitu SD.
“Tadi kan sudah 74, sudah bertambah lagi jadi 100 dan bukan hanya di SMA 3 ya, tapi dari SD juga ada,” kata Emil yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas MBG Jatim, Kamis (3/8/2026)
Menurut Emil, saat ini belum diketahui penyebab dugaan keracunan tersebut. Tetapi, akan diselidiki oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang memiliki kewenangan penuh. “Apa kira-kira penyebab spesifiknya masih ditelusuri oleh BGN, gitu. Karena yang punya akses BGN dan Dinkes setempat untuk posisinya juga mendampingi,” tuturnya.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, mengatakan bahwa penanganan masih dilakukan termasuk kondisi para korban.
"Semuanya kami maksimalkan, mulai dokter spesialis, dokter, perawat. Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita doakan semoga semuanya segera pulih dan pulang ke rumah," ujar Mas Handy.
Dirinya menjelaskan, para siswa awalnya tidak merasakan keluhan setelah menyantap makanan. Namun mereka merasakan mual setelah dua jam menyantap makanan tersebut.
"Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual," beber Mas Handy.
Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk, Syamsudin menuturkan bahwa hingga Rabu (2/9/2026) sore, jumlah korban yang tercatat mencapai 49 orang. "Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17, dan di RS Bhayangkara (Nganjuk) 12. Sementara jumlahnya 49 orang," ungkap Syamsudin.
Syamsudin mengatakan bahwa ini masih data sementara, semoga tidak ada korban tambahan.
Kepala SPPG Begadung 2, Zaidan belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan keracunan tersebut namun dirinya ikut mengantarkan para siswa yang keracunan. "Mohon maaf. Jangan Pak," ucapnya singkat ketika ditemui awak media di RSUD Nganjuk pada Rabu (2/9/2026).