Iklan

Rp38,22 Miliar Dikucurkan untuk Rehabilitasi 168 Titik Irigasi di Blora

Inti berita

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai mempersiapkan pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi pada tahun 2026. Program tersebut akan dikerjakan melalui…

Rp38,22 Miliar Dikucurkan untuk Rehabilitasi 168 Titik Irigasi di Blora
Perbaikan saluran irigasi di Blora. Foto: Istimewa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai mempersiapkan pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi pada tahun 2026. Program tersebut akan dikerjakan melalui pola swakelola tipe IV dengan melibatkan kelompok tani sebagai pelaksana, sehingga dana kegiatan langsung berputar di masyarakat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Blora, Surat, mengatakan total anggaran yang dialokasikan untuk rehabilitasi jaringan irigasi mencapai sekitar Rp38,22 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penanganan 168 titik jaringan irigasi yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana.

"Setiap titik memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp195 juta, termasuk untuk biaya pelaksanaan pekerjaan. Jadi total perputaran uang mencapai sekitar Rp38,22 miliar," ujarnya.

Selain itu, di wilayah irigasi Bengawan Solo terdapat 28 Perkumpulan Petani Pemakai Air Irigasi (P3AI) yang tersebar di 20 desa pada enam kecamatan, yakni Jiken, Randublatung, Jati, Kradenan, Kedungtuban, dan Cepu.

Sebaran lokasi rehabilitasi di wilayah BBWS Pamali Juana paling banyak berada di Kecamatan Ngawen dengan 70 titik. Selanjutnya Kecamatan Blora sebanyak 26 titik, Jepon 21 titik, Todanan 16 titik, Banjarejo 11 titik, Kunduran 10 titik, Jiken dan Tunjungan masing-masing empat titik, serta Bogorejo dan Japah masing-masing tiga titik.

Surat menjelaskan, seluruh pekerjaan akan dilaksanakan menggunakan mekanisme swakelola tipe IV. Melalui skema ini, anggaran langsung ditransfer ke rekening kelompok tani yang kemudian bertanggung jawab mengadakan material sekaligus mengerjakan rehabilitasi di lapangan.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda. Selain memperbaiki fungsi jaringan irigasi guna mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan, pelaksanaan secara padat karya juga diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi desa.

"Harapannya infrastruktur irigasi dapat berfungsi lebih optimal untuk menunjang ketahanan pangan. Karena dikerjakan oleh masyarakat melalui sistem padat karya, program ini juga membuka kesempatan kerja dan membantu mengurangi pengangguran di masing-masing wilayah," kata Surat.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu