Madrasah Tsanawiyah+Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MTs-MA NU) Mranggen Demak memberikan bekal pada murid baru tentang pencegahan perundungan dan pemahaman yang lebih baik tentang makanan sehat di awal pembelajaran tahun 2026-2027.
Untuk itu, kedua lembaga pendidikan tersebut menggandeng Puskesmas dan Polsek (Kepolisian Sektor) Mranggen dalam masa perkenalan peserta didik baru yang dikemas dalam program Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda).
Kepala MTs NU Mranggen Abdul Qodir SPd.I mengatakan program Matamuda berlangsung selama tiga hari yang realisasinya dilaksanakan secara terpisah waktunya. Matamuda MTs NU digelar Senin - Rabu (13-15/7/2026), sedangkan MANU diselenggarakan, Sabtu - Senin (11-13/7/2026).
"Program Matamuda berlangsung di kampus MTs-MA NU Mranggen dan diikuti 375 peserta, program ini penting dan harus diikuti semua murid baru baik MTs maupun MA," kata Abdul Qodir usai pembukaan Matamuda di halaman kampus MTs-MA NU Mranggen Demak, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan,selama mengikuti kegiatan ini para murid baru mendapat pembekalan enam materi yang dua materi diantaranya disampaikan pihak eksternal, yakni dari Puskesmas Mranggen untuk mengantarkan materi tentang Mengenal Makanan Sehat dan Yang Harus Dihindari Untuk Kesehatan.
Selain itu, pihak Satuan Pembinaan Masyaraka (Satbimas) Polsek (Kepolisian Sektor) Mranggen akan menyampaikan materi tentang Penyuluhan Terhadap Bahaya Perudungan/Bullying.
Keempat materi itu meliputi, Mekanisme Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta, Tata tetib madrasah, Pengenalan Sarana Prasarana Madrasah, dan Kesiswaan dan Pengenalan Ekstra Kurikuler.
"Para murid MTs atau MA bisa memilih kegiatan ekatra kurikuler yang didampingi para instruktur dan pembina yang kompeten dan terlatih yakni kegiatan bola voli, drumband, pramuka, pencak sikat pagar nusa dan futsal," ujarnya.
Kepala MANU Mranggen, Musimin M.Ag mengatakan agenda Matamuda tingkat Aliyah ada materi tambahan atau muatan lokal khusus , karena itu alokasi waktu pelaksanaannya dipisah dengan MTs.
"Agenda Matamuda Aliyah digelar mendahului jadwal MTs, yakni 11-13 Juli, materi tambahan itu diantaranya istighotsah, qiyamul lail, sholat berjamaah dan pembekalan spiritual lainnya. Peserta Matamuda menginap di madradah selama dua malam (malam ahad dan malam senen)," tuturnya. (*)