Upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas Kelas I Semarang terus diperkuat. Dalam razia gabungan yang digelar Selasa (15/9/2026), sebanyak 70 orang yang terdiri dari warga binaan dan petugas menjalani tes urine.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif. Tes urine dilakukan terhadap 50 warga binaan dan 20 petugas setelah tenaga kesehatan menemukan sejumlah warga binaan yang dinilai perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Lapas Kelas I Semarang Ahmad Tohari mengatakan, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini untuk memastikan lingkungan lapas tetap terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
"Untuk tes urine, dari 50 warga binaan dan 20 petugas, semuanya dinyatakan negatif. Namun tidak berhenti di sini, kami akan pantau terus demi memutus rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap khususnya di dalam Lapas," ujar Tohari.
Selain pemeriksaan urine, petugas gabungan juga melakukan penggeledahan terhadap kamar warga binaan. Sebanyak 32 kamar di Blok Citrawirya, Drupada, dan Ekalawya diperiksa dalam kegiatan tersebut.
Dari penggeledahan itu, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam lapas. Temuan tersebut antara lain gunting, senjata tajam rakitan, alat pemanas rakitan, dan kaca.
Menurut Tohari, keberadaan benda-benda tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat membahayakan keselamatan warga binaan maupun petugas.
"Dari kegiatan yang dilakukan, kami memperoleh temuan berupa gunting, senjata tajam rakitan, alat pemanas rakitan serta kaca. Alat tersebut tentunya sangat membahayakan sesama," katanya.
Warga binaan yang diketahui memiliki atau menyimpan barang terlarang akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Razia tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BNNP Jawa Tengah, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, serta jajaran petugas Lapas Kelas I Semarang.
Sebanyak 15 personel dari Koramil Ngaliyan, Polsek Ngaliyan, dan BNNP Jawa Tengah turut bergabung. Sementara tujuh petugas Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah dan 50 petugas Lapas Semarang juga diterjunkan.
Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh personel mengikuti apel yang dipimpin Ahmad Tohari. Ia mengingatkan petugas agar pelaksanaan pemeriksaan tetap dilakukan secara humanis, sekaligus tegas terhadap setiap temuan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Tohari menegaskan, razia bukan hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Penggeledahan dan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian dari strategi pencegahan agar potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkotika dapat diketahui sedini mungkin.
Dengan langkah tersebut, pihak lapas memastikan pengawasan terhadap warga binaan dan lingkungan hunian akan terus dilakukan secara berkelanjutan.