Iklan

Tinggalkan Gawai, Anak-Anak Sekararum Rembang Antusias Belajar Gamelan

Inti berita

Lingkar.co - Suara gamelan kembali terdengar setiap malam di Desa Sekararum, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, selama masa libur akhir tahun ajaran. Puluhan…

Tinggalkan Gawai, Anak-anak Sekararum Rembang Antusias Belajar Gamelan
Anak-anak di Desa Sekararum, Rembang sedang belajar gamelan. Foto: Istimewa.

Lingkar.co - Suara gamelan kembali terdengar setiap malam di Desa Sekararum, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, selama masa libur akhir tahun ajaran. Puluhan anak memadati lokasi latihan untuk belajar memainkan berbagai instrumen gamelan dalam kegiatan yang digagas komunitas pemuda SKRM Squad.

Program tersebut lahir dari kepedulian para pemuda desa yang melihat banyak anak menghabiskan waktu libur dengan bermain gawai. Kondisi itu terjadi baik pada anak-anak yang menetap di Sekararum maupun mereka yang pulang kampung setelah bersekolah di luar daerah.

Pegiat SKRM Squad, Zaenuri, mengatakan latihan gamelan sengaja diadakan setiap malam agar anak-anak memiliki aktivitas yang positif sekaligus ruang untuk bersosialisasi.

"Selama liburan banyak anak yang belum memiliki kegiatan rutin sehingga lebih banyak bermain handphone. Kami ingin mereka punya aktivitas yang bermanfaat, bisa berkumpul dengan teman-teman, sekaligus belajar mengenal budaya sendiri," ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Menurut Zaenuri, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menjaga warisan budaya yang telah lama melekat di Sekararum. Ia menuturkan, pada masa lalu gamelan dan ketoprak menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat dan hampir selalu hadir dalam berbagai hajatan maupun kegiatan desa.

Karena itu, SKRM Squad ingin mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda sejak dini agar tumbuh rasa memiliki terhadap budaya daerah.

Dalam setiap latihan, peserta diperkenalkan satu per satu alat musik gamelan, seperti saron, demung, bonang, hingga kendang. Anak-anak kemudian diajak memainkan lagu-lagu sederhana sehingga proses belajar berlangsung santai dan mudah diikuti.

Antusiasme masyarakat juga terlihat besar. Orang tua mengantar sekaligus menunggu anak-anak selama latihan berlangsung. Sejumlah warga bahkan bergantian membawa makanan ringan dan minuman secara sukarela untuk dinikmati bersama para peserta.

"Respons warga sangat luar biasa. Orang tua ikut mendukung, bahkan hampir setiap malam ada yang membawa jajanan. Dukungan seperti ini membuat kami semakin bersemangat," kata Zaenuri.

Kegiatan tersebut melengkapi berbagai program sosial dan budaya yang selama ini dijalankan SKRM Squad. Komunitas pemuda itu sebelumnya juga menginisiasi Festival Nginguk Githok, Pasar Ramadan, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya di Desa Sekararum.

Zaenuri berharap latihan gamelan tidak berhenti setelah masa liburan usai. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi awal regenerasi seniman tradisional sehingga kesenian gamelan tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.

Salah seorang peserta, Handaruni, mengaku senang mengikuti latihan karena dapat belajar memainkan gamelan sekaligus berkumpul bersama teman-temannya.

"Senang bisa latihan setiap malam. Lagunya mudah dipelajari, jadi semakin lama semakin hafal dan tambah semangat," ujarnya. 

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu