Lingkar.co – Sejumlah perusahaan dan lembaga di Kabupaten Pati mulai mencairkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk program beasiswa mahasiswa kurang mampu setelah penyalurannya sempat tertunda selama tiga bulan.
Lembaga dan perusahaan yang telah menyalurkan beasiswa untuk periode April hingga Juni 2026 di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati, PT BPR Bank Daerah Pati, PT BPR Bank BKK Jawa Tengah, serta PDAM Tirta Bening Pati.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Sunarji, mengatakan pencairan beasiswa dari keempat penyedia CSR tersebut sudah mulai diterima para mahasiswa penerima manfaat.
"BAZNAS, PT BPR Bank Daerah, PDAM, dan PT BPR BKK CSR-nya untuk tiga bulan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Menurut Sunarji, pencairan bantuan untuk periode berikutnya akan dilanjutkan oleh perusahaan dan lembaga penyedia CSR lainnya yang telah berkomitmen mendukung program beasiswa tersebut.
"Untuk bulan berikutnya besok dari penyedia CSR yang lain," katanya.
Program beasiswa CSR ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Pati untuk membantu mahasiswa asal Pati yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2025.
Sebanyak 183 mahasiswa menjadi penerima beasiswa. Nilai bantuan yang diberikan berbeda sesuai kategori penerima, yakni Rp1 juta bagi mahasiswa dari keluarga miskin, Rp1,5 juta bagi mahasiswa kategori miskin ekstrem, dan Rp2,5 juta bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran.
Kuasa hukum orang tua mahasiswa penerima beasiswa, Deddy Gunawan, mengungkapkan keterlambatan penyaluran sebelumnya terjadi karena beberapa perusahaan menarik diri dari program CSR sehingga pencairan sempat terhenti sejak April 2026.
"Tertunda karena beberapa perusahaan mengundurkan diri dan tidak konsisten di program tersebut. Untuk beasiswa yang sejak April sampai Juni, keterlambatan diberikan minggu depan, Pak Plt akan menyelesaikan sampai wisuda," ujarnya.
Akibat keterlambatan tersebut, sedikitnya 27 mahasiswa sempat menghentikan perkuliahan karena kesulitan biaya. Dengan kembali dicairkannya beasiswa CSR, mereka diharapkan dapat melanjutkan pendidikan hingga lulus.
"Yang berhenti kuliah 27 anak sempat terhenti, tapi ini bisa kuliah kembali. Harapannya anak-anak kita punya jiwa semangat lagi untuk selesai kuliah," pungkas Deddy.