ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Vaksin Sinovac Belum Masuk Rekomendasi Arab Saudi, Jadi Kendala Pemberangkatan Haji

ILUSTRASI: Vaksin Sinovac buatan perusahaan Sinovac Biotech China belum masuk rekomendasi World Health Organization (WHO) Arab Saudi. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ILUSTRASI: Vaksin Sinovac buatan perusahaan Sinovac Biotech China belum masuk rekomendasi World Health Organization (WHO) Arab Saudi. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

PATI, JAWA TENGAH, Lingkar.co - Vaksin Sinovac yang berasal dari perusahaan Sinovac Biotech China, yang digunakan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia, ternyata belum masuk vaksin rekomendasi oleh WHO Arab Saudi.

Abdul hamid, selaku Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama  (Kemenag) Kabupaten Pati saat ditemui di kantornya.

Oleh karena itu, menurut Hamid hal tersebut dapat menjadi hambatan jamaah untuk berangkat haji. Meskipun Arab Saudi sudah ada sinyal untuk membuka kuota.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Baca juga:
Kemenag Pesimis, Waktu Pelaksanaan Haji Belum Jelas

"Sampai hari ini pemerintah Arab Saudi belum menyebut Vaksin Sinovac sebagai vaksin  rekomendasi pihak Arab Saudi," ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, bahwa vaksin yang pemerintah Arab Saudi tetapkan tersebut tergantung dari rekomendasi WHO Perwakilan Arab Saudi.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Hingga sampai saat ini WHO Arab Saudi belum mengizinkan penggunaan vaksin asal China tersebut.

Baca juga:

Pemberangkatan 1021 Calon Jamaah Haji Kudus Tunggu Keputusan Resmi

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Meskipun sebenarnya WHO perwakilan di Indonesia sudah merekomendasikan Vaksin Sinovac untuk di gunakan di Indonesia,” terang Hamid.

Sarankan Negosiasi Indonesia Kepada Arab Saudi Terkait Vaksin

Namun, menurut Hamid, jika pemerintah Indonesia melakuakn negosiasi terhadap pemerintah Arab Saudi bisa jadi penggunaan Vaksin Sinovac  tersebut diperbolehkan.

"Kalau nanti negosiasinya jalan insya Allah tidak ada persoalan. Dan saat ini mayoritas jamaah posisinya sudah tervaksin. Jadi tinggal nunggu komando kapan berangkatnya," ungkapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sebelumnya, Kementrian Kesehatan Haji Arab Saudi telah mengeluarkan surat edaran. Salah satu isinya, bahwa Arab Saudi akan menerima jamaah haji sekitar 60.000 jamaah.

Baca juga:

Kemenag Jateng Siapkan Tiga Skenario Haji Saat Pandemi

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Namun, waktu penyelenggaraannya kapan hingga sejauh ini belum ada informasi resmi dari Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

Abdul Hamid menyebutkan, dari total 60.000 tersebut, 15.000 diantaranya untuk jamaah lokal Arab Saudi.

Sedangkan 45.000 lainnya untuk jamaah luar Arab Suadi. Namun, secara resmi KSA belum mengeluarkan pengumuman soal penyelenggaraan haji.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Baca juga:

Rahmat Alfian Hidayat, Hafiz Asal Mojokerto Lolos Jadi Imam Masjid Besar di UEA

"Surat edaran ini bukan merupakan surat edaran resmi. Bisa jadi memang informasinya memang benar, tetapi bukan surat edaran resmi dari pemerintah ke pemerintah," pungkasnya. (lam/luh)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu