Iklan

Yoyok Sukawi Mundur, KLB PSSI Jateng Diselimuti Polemik

Inti berita

Yoyok Sukawi memilih mundur dari bursa Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah periode 2026–2030 hanya sehari sebelum Kongres Luar Biasa (KLB) digelar. Keputusan…

Ilustrasi Yoyok Sukawi mundur dari bursa pencalonan Ketua Asprov PSSI Jateng. (dok Istimewa)

Yoyok Sukawi memilih mundur dari bursa Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah periode 2026–2030 hanya sehari sebelum Kongres Luar Biasa (KLB) digelar. Keputusan tersebut membuat Khairul Anwar menjadi calon tunggal, sekaligus menambah sorotan terhadap proses pemilihan yang sejak beberapa pekan terakhir diwarnai polemik internal.

Yoyok menyampaikan pengunduran dirinya melalui surat tertanggal 6 Oktober 2026. Dalam surat itu, ia menyebut sedang berada di luar negeri untuk keperluan yang tidak dapat ditinggalkan sehingga tidak bisa menghadiri KLB PSSI Jateng pada 8 Oktober 2026.

“Dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan Ketua PSSI Jawa Tengah periode 2026–2030, dikarenakan sedang berada di Luar Negeri untuk keperluan yang tidak dapat ditinggalkan sehingga tidak dapat menghadiri Kongres Luar Biasa PSSI Jawa Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2026,” tulis Yoyok.

Secara resmi, alasan yang disampaikan Yoyok berkaitan dengan ketidakhadirannya dalam kongres. Namun, keputusan tersebut muncul ketika penyelenggaraan KLB PSSI Jateng sedang menghadapi persoalan prosedural yang dipersoalkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

Yoyok Pergi, Khairul Jadi Calon Tunggal

Mundurnya Yoyok otomatis mengubah peta persaingan perebutan kursi Ketua PSSI Jateng. Khairul Anwar yang saat ini menjabat anggota Exco PSSI Pusat sekaligus Plt Wakil Ketua PSSI Jateng menjadi satu-satunya kandidat.

Perubahan itu terjadi hanya dua hari sebelum jadwal pemungutan suara. Pada saat yang sama, tahapan pemilihan masih dibayangi keberatan dari organ yang bertugas menjalankan proses pemilihan.

Polemik bermula ketika delapan anggota KP dan KBP mengundurkan diri pada 23 September 2026. Masing-masing empat anggota berasal dari Komite Pemilihan dan empat lainnya dari Komite Banding Pemilihan.

Ketua KP Umy R. Selunawati dan Ketua KBP Indra Setyawan kemudian menerbitkan surat keputusan penundaan seluruh tahapan pemilihan. Mereka mempersoalkan mekanisme pengisian anggota komite yang kosong karena dinilai harus mengikuti ketentuan dalam Kode Pemilihan PSSI Jawa Tengah.

Namun, Sekretariat Asprov PSSI Jateng tetap menerbitkan undangan KLB pemilihan tertanggal 25 September 2026. Agenda pemilihan pun tetap diarahkan berlangsung pada 8 Oktober.

Perbedaan sikap tersebut kemudian membuat KP dan KBP mengirimkan klarifikasi serta laporan keberatan kepada PSSI Pusat, Exco PSSI, dan Komite Etik PSSI pada 29 September 2026.

Pengunduran Diri Muncul Saat Proses Dipersoalkan

Di tengah situasi tersebut, Yoyok akhirnya menarik diri dari pencalonan. Meski alasan resmi dalam suratnya adalah agenda di luar negeri, waktu pengunduran diri tersebut menjadi perhatian karena bertepatan dengan memanasnya persoalan penyelenggaraan KLB.

Di sisi lain, Plt Ketua PSSI Jateng Ahmad Riyadh menyatakan KLB tetap dilaksanakan pada 8 Oktober 2026. Sikap tersebut didasarkan pada Saurat Rekomendasi PSSI Pusat Nomor 5587/PGD/576/IX-2026.
Pihak Asprov menyatakan rekomendasi tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan proses pemilihan, termasuk terkait kekosongan anggota komite.

Dengan mundurnya Yoyok, persoalan KLB kini bukan lagi sekadar persaingan dua kandidat. Fokusnya bergeser pada bagaimana pemilihan calon tunggal tersebut akan berlangsung ketika mekanisme penyelenggaraannya masih dipersoalkan oleh KP dan KBP.

Hingga Rabu (7/10/2026) malam, belum ada pernyataan resmi Komite Etik PSSI mengenai laporan keberatan yang disampaikan KP dan KBP.

KLB PSSI Jateng pun berada dalam situasi yang serba menarik. Di satu sisi, hanya Khairul Anwar yang tersisa sebagai kandidat. Di sisi lain, masih terdapat polemik mengenai tahapan dan organ penyelenggara pemilihan.

Mundurnya Yoyok dengan alasan tidak dapat menghadiri kongres menjadi keputusan resmi yang tercatat. Sementara apakah keputusan tersebut berkaitan dengan dinamika yang terjadi di tubuh PSSI Jateng masih menjadi pertanyaan yang belum dijelaskan secara terbuka. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Dapatkan notifikasi di perangkat Anda setiap ada berita baru di Politik.

Komentar

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu