Iklan

Nano Tracer UNDIP Dikembangkan, Pertamina Siapkan Implementasi Teknologi

Inti berita

Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama riset di sektor perminyakan dengan mengembangkan teknologi nanofluida untuk…

UNDIP bersama PT Pertamina memperkuat kerja sama riset teknologi nanofluida melalui pengembangan Nano EOR dan Nano Tracer untuk mendukung inovasi di sektor perminyakan. (dok UNDIP)

Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama riset di sektor perminyakan dengan mengembangkan teknologi nanofluida untuk meningkatkan perolehan minyak sekaligus melacak pergerakan fluida di dalam reservoir.

Pengembangan tersebut dibahas dalam pertemuan Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP bersama tim Technology Innovation and Implementation (TII) PT Pertamina (Persero) selama dua hari, 1-2 Oktober 2026, di Gedung Acintya Prasada FSM UNDIP.

Dua agenda utama dibahas dalam pertemuan itu. Hari pertama difokuskan pada evaluasi hasil riset nano-EOR atau nanofluida untuk enhanced oil recovery, sedangkan hari kedua menjadi awal pengembangan Nano Tracer Reservoir untuk aplikasi pada sumur minyak.

Riset nano-EOR UNDIP telah memasuki tahap akhir dengan hasil pengujian yang dinilai positif. Teknologi tersebut kini mulai dikaji lebih jauh untuk kemungkinan diterapkan pada lapangan minyak.

Nano-EOR hasilkan tambahan perolehan minyak

Ketua Tim Peneliti UNDIP Prof. Dr. Agus Subagio, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa pengembangan nano-EOR telah menghasilkan sejumlah capaian yang mendekati tahap implementasi.

Dekan FSM UNDIP Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T. turut mengapresiasi perkembangan penelitian tersebut. Menurutnya, hasil riset perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti pada tahap laboratorium.

Dari pihak Pertamina, Sumadi Paryoto mengatakan arah kerja sama pengembangan nano-EOR telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Namun, penerapan teknologi di lapangan membutuhkan persiapan yang lebih kompleks untuk meminimalkan berbagai risiko.

Tim peneliti UNDIP yang diwakili Khasan Rowi, S.Si., M.Si. memaparkan hasil pengembangan silika nanofluida. Teknologi tersebut disebut memiliki stabilitas termal yang baik selama berbulan-bulan dengan menggunakan bahan stabilizer yang ekonomis dan tersedia cukup banyak di Indonesia.

Pengujian menggunakan perangkat coreflooding juga menunjukkan hasil berupa incremental oil sebesar 28,3 persen OOIP (original oil in place). Pengujian tersebut menggunakan fluida yang berasal dari salah satu lapangan minyak di Indonesia.

Hasil laboratorium kemudian dilanjutkan dengan simulasi reservoir yang dipaparkan Dr. Pahala D. Sinurat dari Departemen Perminyakan ITB. Simulasi tersebut menunjukkan adanya potensi penerapan nanofluida pada skala lapangan.

Pembahasan selanjutnya melibatkan perwakilan Divisi Laboratorium Pertamina, Divisi Regional I Pertamina dan Divisi Upstream Innovation (UI) Pertamina.

Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. juga mendorong agar hasil riset tidak berhenti sebagai karya akademik. Ia menekankan pentingnya hilirisasi sehingga teknologi hasil penelitian dapat digunakan industri dan memberikan manfaat yang lebih luas.

"Bukan hanya sekedar penelitian tapi kami akan terus mendorong hasil penelitian tersebut dapat dihilirisasi," pesan Prof. Suharnomo.

Nano Tracer bidik teknologi pelacakan reservoir

Memasuki hari kedua, UNDIP dan Pertamina memulai *kick-off meeting* penelitian Nano Tracer Reservoir. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran FSM UNDIP, tim Pertamina dari Divisi Regional I, Upstream Innovation, Unit Bisnis dan Legal, serta tim peneliti dari UPN Yogyakarta.

Nano Tracer dirancang sebagai teknologi untuk melacak kondisi dan pergerakan fluida di dalam reservoir. Pengembangannya dinilai penting karena teknologi tracer reservoir yang digunakan saat ini masih bergantung pada vendor luar negeri dengan biaya yang relatif mahal.

Tim UNDIP berencana mengembangkan Nano Tracer menggunakan bahan baku lokal. Metode sintesis baru yang dikembangkan peneliti UNDIP juga ditujukan agar teknologi tersebut lebih ekonomis dan lebih mudah ditingkatkan ke skala industri.

Teknologi ini nantinya dapat digunakan untuk mengetahui konektivitas antar sumur, baik inter-well maupun multi-well. Selain itu, Nano Tracer ditujukan untuk mengidentifikasi arah aliran fluida, waktu breakthrough, kecepatan aliran hingga sisa minyak yang berada di dalam reservoir.

Informasi tersebut penting dalam pengelolaan lapangan minyak karena dapat membantu memahami pergerakan fluida dan karakteristik reservoir. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk menginvestigasi komunikasi di sepanjang patahan, mengoptimalkan strategi waterflooding, serta mengevaluasi kinerja metode EOR.

Rangkaian pertemuan ditutup dengan kunjungan ke Laboratorium Nanoteknologi di lantai 2 Gedung UPT Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Laser Departemen Fisika FSM UNDIP.

Selanjutnya, kontrak kerja sama riset implementasi Nano Tracer akan ditandatangani secara desk to desk oleh Dekan FSM UNDIP Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T. dan Vice President Technology Innovation Upstream and Low Carbon (TIULC) Pertamina Ali Sundja. ***
 

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Dapatkan notifikasi di perangkat Anda setiap ada berita baru di Pendidikan.

Komentar

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu