Arsip Tag: Aceh

Berangkatkan Relawan NU Peduli Jateng, Gus Mandzhur Pastikan Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh Tepat Sasaran

Lingkar.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memberangkatkan 22 relawan dan bantuan logistik tahap pertama untuk korban bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026) sore. Bantuan dari warga NU se-Jateng tersebut sudah dipastikan tepat sasaran.

“Kami sudah mendapatkan data yang dibutuhkan karena sudah melakukan asesmen. Insya Allah bantuan dari warga NU untuk Aceh tepat sasaran,” kata Ketua NU Peduli Jateng, KH Mandzhur Labib seusai apel pemberangkatan relawan di halaman kantor PWNU Jateng, Jl dr Cipto No.180, Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.

Pengasuh Pesantren Sabilunnajah Desa Penjalin Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Iki melanjutkan, tujuan kegiatan NU Peduli adalah untuk memberikan dukungan kemanusiaan yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak di wilayah Aceh melalui pendekatan pemberdayaan komunitas.

Oleh karena itu, kata dia, fokus bantuan kemanusiaan sebagaimana hasil asesmen. Yakni memberikan fasilitas umum (Fasum) untuk beribadah dan belajar ilmu agama.

“Fokusnya pada pembangunan TPQ/TPA, meunasah/mushala dan masjid, madrasah atau sekolah, dayah atau pesantren dan fasilitas umum lain di lokasi terdampak,” terang Gus Mandzhur.

Selain memberikan bantuan pemulihan berupa fasum, NU Peduli Jateng juga membawa bantuan berupa barang seperti sarung, mukena, pakaian baru dan sebagainya.

Tak hanya itu, lanjutnya, tim NU Peduli Jateng juga akan melaksanakan psikososial support program untuk membantu proses pemulihan psikis korban terdampak bencana.

Sejalan dengan hal itu, tenaga relawan yang bertugas memiliki latar belakang keahlian pertukangan seperti tukang kayu dan tukang batu, tukang batu, dan teknisi listrik, serta tenaga trauma healing.

Ia bilang, untuk mendukung misi kemanusiaan di Aceh, tim NU Peduli Jateng juga membawa motor trail, mobil pikap dengan kabin ganda (double cabin), mobil ambulans, serta sejumlah set peralatan yang mendukung.

Adapun titik lokasi berada di Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

“Untuk saat ini hanya itu saja yang bisa kami laporkan, mohon doa dan dukungan dari semua pihak, semoga kegiatan dapat berjalan terukur dan mencapai target yang diharapkan,” pintanya.

Sebagai informasi, pelepasan secara seremonial oleh KH Ubaidillah Shadaqah setelah memimpin doa penutup apel. Dalam kesempatan itu, Ketua Lazisnu Jateng, Muhammad Mahsun juga menerima bantuan uang sebesar Rp32 juta secara simbolis dari Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Akses Warga Aceh Kembali Terhubung, KSAD Resmikan Jembatan Bailey Pasca Banjir Sumatra

Lingkar.co – Jembatan Bailey telah berhasil memulihkan akses darat di Jalan Lintas Nasional Takengon–Bireuen, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Peresmian dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pemerintah daerah Aceh pada Kamis (8/1), menandai keberhasilan upaya pemulihan pascabencana.

“Ini adalah jembatan Bailey ke-17 yang sudah selesai dari rencana awal 42 jembatan Bailey yang kita miliki. Namun, dalam perkembangannya kebutuhan jembatan di berbagai daerah sangat besar, termasuk di wilayah ini. Ke depan akan disurvei apakah lebih memungkinkan jika dibangun jembatan beton sederhana atau jembatan gantung,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Pendirian jembatan bailey ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat di masa darurat.

Dengan pulihnya akses jalan yang sempat terputus, mobilitas warga dan penyaluran bantuan logistik kini kembali normal.

Keberadaan jembatan ini sangat krusial mengingat fungsinya sebagai jalur utama bagi pemenuhan kebutuhan harian masyarakat setempat.

Dengan proses instalasinya yang singkat, jembatan bailey diharapkan menjadi elemen kunci dalam fase tanggap darurat dan pemulihan bencana.

Desain modularnya mempermudah pembangunan di area yang sulit diakses atau terisolasi, seperti di wilayah Bener Meriah, Aceh.

Efisiensi waktu dalam konstruksi ini sangat menentukan dalam upaya memulihkan kembali jalur-jalur vital yang sempat lumpuh.

Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abubakar, menyampaikan penghargaan kepada TNI AD dan Satgas Gulbencal atas dedikasi mereka dalam membangun jembatan bailey tersebut.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur ini sangat krusial bagi mobilitas warga dan penguatan ekonomi daerah.

Selain manfaat ekonomi, Tagore juga menyoroti dampak sosial yang besar, di mana masyarakat kini kembali memiliki kemudahan akses ke layanan kesehatan, pendidikan, serta fasilitas publik yang sebelumnya sulit dijangkau.

Dengan peresmian jembatan bailey diharapkan menjadi momentum untuk mengoptimalkan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah.

Di samping itu, kolaborasi berkelanjutan antara TNI AD dan pemerintah daerah diharapkan terus berjalan demi mendukung pembangunan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. ***

Penulis : Alfina Luthfi

Presiden Prabowo Akan Rayakan Tahun Baru 2026 di Aceh

Lingkar.co – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambut pergantian Tahun Baru 2026 bersama warga yang terdampak bencana Banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh pada Rabu (31/12/2025).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, Presiden Prabowo akan berada di Aceh pada malam pergantian tahun sebagai untuk empati dan solidaritas pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Pak Presiden akan ke Aceh, dan insyaallah akan malam tahun baru nanti di Aceh bersama dengan rakyat Aceh,” ujar Qodari kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Meski begitu, Qodari mengaku belum mengetahui rincian agenda Presiden selama berada di Aceh. Namun ia menyebut Prabowo direncanakan mengunjungi warga di Kabupaten Bener Meriah.

“Saya kalau tidak salah dengar Bener Meriah, tetapi nanti di-cross check saja dengan Pak Teddy (Sekretaris Kabinet),” katanya.

Sebelumnya, rencana kunjungan Prabowo ke Aceh pada akhir tahun ini diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Tito menyampaikan, Prabowo akan berkunjung ke Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). Hal ini karena Aceh Tamiang menjadi wilayah terdampak bencana Banjir dan tanah longsor paling parah.

Oleh karenanya, ia meminta kementrian/lembaga dan seluruh jajaran bekerja keras bersama-sama untuk cepat memulihkan wilayah tersebut.

“Jadi (Aceh) Tamiang ini memang harus betul-betul diserang (bergotong-royong bersama-sama), di Keroyok rami-Ramai supaya secepat mungkin bangkit, apalagi Bapak Presiden akan hadir tanggal 1 (Januari) ke sana,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pemulihan pasca bencana dengan pimpinan DPR RI, kementerian/lembaga, hingga kepala daerah terdampak di Aceh, yang disiarkan live di TVR Parlemen, Selasa (30/12/2025).

Tito menyebut, sejumlah sarana di Aceh Tamiang hingga kini belum bekerja secara normal. Sarana tersebut meliputi SPBU, Listrik, hingga toko-toko.

“Yang ekonomi, kami lihat yang lain sudah hidup, tapi toko-toko, kemudian SPBU, dan lampu listrik yang belum terlalu normal, atau Direktur PLN ada di sini, itu adalah Tamiang,” ucapnya.

Aceh Tamiang pun menjadi salah satu dari tiga wilayah di Aceh yang perlu dibersihkan secara cepat. Dua wilayah lainnya adalah Aceh Utara dan Aceh Timur. Pembersihan dikerjakan bersama-sama. Bahkan TNI/Polri sudah menambahkan personel untuk membersihkan wilayah Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lumpur. (*)

Penulis : Putri Septina

Tak Tetapkan Bencana Nasional di Sumatra, Ini Alasan Presiden Prabowo

Lingkar.co – Presiden Prabowo Subianto menanggapi usulan agar bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat ditetapkan sebagai bencana nasional. Menurutnya kondisi diwilayah terdampak saat ini masih terkendali sehingga penetapan status bencana nasional belum diperlukan.

“Ada yang teriak-teriak ini ditetapkan bencana nasional. Kita sudah kerahkan Di tingkat provinsi, jadi situasi terkendali,” ungkap Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Prabowo menegaskan pemerintah pusat terus memantau perkembangan di daerah terdampak. Pemerintah akan membentuk satuan tugas khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama pembangunan hunian dan perbaikan infrastruktur.

“Kita bentuk apakah kita namakan badan atau satgas rehabilitasi atau rekonstruksi. Kita bangun hunian sementara dan hunian tetap,” ujar Prabowo.

Berdasarkan lapoa Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Prabowo menyampaikan pemerintah akan membangun sekitar 2.000 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana. Hunian tersebut akan dibangun Di lahan lama maupun di lahan baru yang disiapkan pemerintah.

“Minggu ini kita akan bangun 2.000 rumah. Kemungkinan ini jadi saja rumah tetap, ya. Jadi semua unsur kerja sama, jangan cari alasan cari lahan, pakai lahan milik negara,” jelas Prabowo.

Prabowo memastikan pendanaan untuk penanganan bencana dan pembangunan kembali telah disiapkan. Ia menegaskan Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran dari APBN sehingga masyarakat dan pemerintah daerah tidak perlu khawatir.

“Anggaran APBN sudah kita siapkan dan saya katakan bahwa anggaran inikita siapkan karena uangnya ada,” Jelasnya.

Penulis : Putri Septina

Kunjungi Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan

Lingkar.co – Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen untuk mendukung percepatan pemulihan di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepada warga terdampak, Presiden Prabowo memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat terus diupayakan oleh pemerintah.

“Insya Allah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini. Pemerintah akan turun, akan membantu semuanya,” ujar Presiden di Posko Pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025).

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat layanan atau bantuan yang belum terselesaikan sepenuhnya. Salah satu tantangannya menurut Presiden yakni kondisi lapangan yang cukup berat.

“Kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya. Sudah mulai? Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit. Keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama,” katanya.

Presiden Prabowo pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tabah dan menjaga semangat selama proses pemulihan. Kepala Negara berharap agar aktivitas warga termasuk kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak dapat segera berjalan normal kembali, “Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” ujarnya.

“Anak-anak yang tabah, yang semangat. Kita cepat kembali supaya anak-anak semua cepat sekolah semuanya,” lanjutnya.

Prabowo juga menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi bencana serta perlunya pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang lebih baik.

Untuk itu, Presiden memerintahkah seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak alam.

“Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan. Saya minta pemerintah daerah semua lebih waspada, lebih awas. Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menengok warga yang sedang berobat di posko kesehatan. Presiden pun menanyakan keluhan yang dirasakan dan mendoakan warga dapat sehat kembali.

Tidak hanya itu, Kepala Negara juga berdialog bersama para tenaga kesehatan yang sedang bertugas.

Usai meninjau posko kesehatan, Presiden kemudian meninjau kawasan pemukiman warga di bawah jembatan yang terdampak bencana.

Dari titik ini, Presiden Prabowo melihat langsung rumah warga yang mengalami kerusakan dengan endapan lumpur yang tebal.

Bahkan, Prabowo juga menyaksikan potongan kayu, puing bangunan, serta barang-barang rumah tangga yang terseret arus air juga terlihat. (*)

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Pastikan Pasokan Obat-obatan dalam Kondisi Aman

Lingkar.co – RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan pasokan obat-obatan untuk IGD dan poli darurat dalam kondisi aman dan mencukupi. Sebagian besar stok lama rusak akibat terendam lumpur, namun bantuan cepat dari berbagai lembaga membuat layanan tetap berjalan.

Pelaksana pelayanan dari RS Kemenkes Adam Malik, dr. Ade Rachmat Yudiyanto, SpA(K), menyampaikan kurang dari 10 persen obat lama dapat diselamatkan karena risiko kontaminasi.

“Daripada berisiko, lebih baik dibuang. Kita pakai yang benar-benar aman,” ujarnya.

Kebutuhan obat dipenuhi melalui dukungan RS Kemenkes Adam Malik serta tim dari UI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Bantuan mencakup obat infeksi, analgesik, obat kulit, hingga perbekalan medis dasar yang dibutuhkan untuk layanan pascabanjir. Seluruh stok langsung didistribusikan ke IGD dan poli prioritas.

Menurut dr. Ade, aliran bantuan datang cepat karena banyak pihak memahami kondisi RSUD Aceh Tamiang yang kehilangan hampir seluruh fasilitas farmasi. Tim farmasi rumah sakit juga langsung menginventarisasi ulang obat yang masuk.

“Dengan pasokan yang tersedia, pelayanan IGD, perawatan inap darurat, dan poli dapat berjalan tanpa gangguan. Tidak ada kasus yang tertunda karena kekurangan obat selama hari pertama,” tuturnya.

Ia menambahkan, ketersediaan obat saat ini bahkan lebih dari cukup, meski pengelolaan tetap dilakukan ketat karena situasi darurat masih berlangsung. Ruang penyimpanan obat sementara juga telah ditata agar distribusi lebih cepat dan aman dari sisa lumpur. (*)

Pascabanjir, 13 Rumah Sakit dan 122 Puskesmas di Aceh Terdampak

Lingkar.co – Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, bersama jajaran Kemenkes, memaparkan perkembangan penanganan kesehatan pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut data per 4 Desember 2025 tercatat sebanyak 31 rumah sakit dan 156 puskesmas terdampak. Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, dengan 13 rumah sakit dan 122 puskesmas terdampak, disusul Sumatera Utara dengan 18 rumah sakit dan 25 puskesmas, serta Sumatera Barat dengan 9 puskesmas.

Dalam temu media di Gedung Adhyatma, Jumat (5/12/2025) kemarin, Wamenkes menyampaikan bahwa peninjauan lapangan telah dilakukan sejak Selasa (3/12/2025) atas arahan Menteri Kesehatan. Peninjauan langsung melanjutkan kerja tim Pusat Krisis Kesehatan yang sudah berada di lapangan sejak awal kejadian.

Sebagian fasilitas kini telah kembali membuka layanan. Di Aceh, tiga rumah sakit dan 55 puskesmas telah beroperasi. Di Sumatera Utara, layanan mulai pulih di 15 rumah sakit dan seluruh 25 puskesmas. Sementara itu, seluruh fasilitas kesehatan di Sumatera Barat telah berfungsi normal.

Masih terdapat fasilitas yang belum dapat beroperasi, terdiri dari 10 rumah sakit dan 65 puskesmas di Aceh, serta tiga rumah sakit di Sumatera Utara. Sejumlah fasilitas juga mengalami kerusakan berat, termasuk enam rumah sakit di Aceh dan empat di Sumatera Utara—RS Tanjung Pura, RSU Pertamina Pangkalan Brandan, RSK Mata Provinsi Sumut, dan RSU Sundari. Di Sumatera Barat, tidak terdapat rumah sakit dengan kerusakan berat.

Wamenkes menyoroti kondisi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang tergolong paling berat. Banjir yang tidak surut hingga sembilan hari merendam lantai satu rumah sakit dan merusak seluruh peralatan medis.

“Kami bersyukur ada rumah sakit swasta di dataran lebih tinggi dan tidak terdampak, sehingga pasien dapat dialihkan ke RS Putri Bidadari,” ungkap dr. Benny.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Sumarjaya menambahkan bahwa seluruh wilayah terdampak kini sudah terjangkau layanan kesehatan melalui jalur laut, udara, dan darat. Jalur laut dimanfaatkan untuk mengirim logistik dan tenaga kesehatan, jalur udara untuk menjangkau daerah terisolasi, sementara akses darat mulai terbuka seiring surutnya banjir.

Di Aceh Tamiang, wilayah yang sempat tidak terjangkau akhirnya dapat dilayani setelah ada laporan warga. Tim Kemenkes langsung bergerak pada pagi harinya, membawa tenaga medis dan dua kendaraan logistik.

“Sejak kemarin, daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh kini sudah terlayani, baik melalui udara maupun jalur yang baru terbuka,” jelasnya.

Kemenkes terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memastikan distribusi obat-obatan, layanan darurat, serta pembersihan fasilitas berjalan optimal. Penguatan layanan dibantu oleh tenaga kesehatan dari berbagai instansi, termasuk RSUD, tenaga kesehatan daerah, relawan, serta tim bantuan dari Jawa Timur dan RSCM yang bertugas membuka akses layanan, memberikan pelayanan kesehatan bergerak, dan membersihkan fasilitas yang terdampak lumpur maupun banjir.

Kondisi pemulihan di tiga provinsi menunjukkan dinamika yang berbeda. Di Aceh, sebagian besar fasilitas terdampak lumpur dan kerusakan fisik, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan lebih cepat dan layanan mulai pulih bertahap. Di Langkat dan Medan, banjir masih tinggi sehingga fasilitas belum bisa dibersihkan dan layanan belum dapat dimulai. Sementara itu, pemulihan di Sumatera Barat berjalan lebih cepat karena genangan air relatif cepat surut dan infrastruktur kesehatan tidak mengalami kerusakan berarti. (*)

Pemerintah Akhirnya Resmi Tetapkan Empat Pulau Sengketa Milik Aceh

Lingkar.co – Setelah sekian lama menjadi perdebatan, pemerintah akhirnya menetapkan empat pulau yang sempat disengketakan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) secara resmi masuk ke wilayah Aceh. Keputusan ini diambil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, menutup polemik yang selama ini menghangat.

Keempat pulau yang dimaksud adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek. Penetapan ini berdasarkan kajian mendalam dan data resmi dari Kementerian Dalam Negeri.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Selasa (17/6/2025), bahwa keputusan ini diambil setelah melalui rapat terbatas yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

“Berdasarkan dokumen dan data yang ada, Bapak Presiden memutuskan bahwa keempat pulau tersebut secara administratif masuk ke wilayah Aceh,” ujar Prasetyo.

Sengketa ini bermula dari perbedaan penetapan batas wilayah antara Pemerintah Aceh dan Sumatera Utara. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri pernah mengeluarkan keputusan yang memasukkan pulau-pulau tersebut ke wilayah Sumut, yang kemudian mendapat penolakan keras dari Aceh.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyambut baik keputusan pemerintah. “Ini adalah langkah tepat untuk menyelesaikan masalah yang sudah lama terjadi. Kami berharap keputusan ini bisa diterima oleh semua pihak dan menciptakan suasana yang kondusif,” katanya.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyatakan kegembiraannya atas keputusan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi keputusan Presiden yang mengakui keempat pulau ini sebagai bagian dari Aceh. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat mendengarkan aspirasi rakyat Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga menghormati keputusan pemerintah pusat. “Kami akan mendukung dan bekerja sama demi menjaga kerukunan dan stabilitas di wilayah ini,” katanya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak berdasar terkait sengketa ini. Dengan keputusan ini, diharapkan pembangunan di wilayah pesisir Aceh dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan akibat sengketa wilayah. (*)

Aceh dan Kabupaten Blora Resmi Jalin Kerjasama Pariwisata dan Kebudayaan

Blora, Lingkar.co – Aceh resmi menjalin kerjasama dengan Kabupaten Blora terkait pembangunan pariwisata dan kebudayaan. Kepala Dinas Disbudpar Aceh, Jamaludin dan Kepala Dinporabudpar Blora, Kunto Aji telah melakukan tanda tangan perjanjian kerjasama.

Penandatanganan PKS berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Aceh.

Saat Bupati Blora, Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati. Sekda Komang Gede Irawadi, dan beberapa OPD berkunjung ke Aceh selama dua hari.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyambut baik kerjasama tersebut.

Sebelum kerjasama dengan Pemkab Blora, Aceh telah menjalin MoU atau kesepakatan bersama dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo tentang pemajuan bidang kebudayaan dan pariwisata.

“Alhamdulillah setelah Mou itu, kini dapat kita pertajam dengan perjanjian kerjasama dengan Pemkab Blora. Kita ingin proses kerjasama ini segera di tindaklanjuti. Pemprov Aceh segera menyusun tim khusus seperti halnya Blora. Jika program ini di upayakan bersama pasti akan lebih baik,” papar Gubernur Nova.

Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengatakan, persaudaraan Aceh dan Blora kini semakin hangat saja.

Setelah beberapa bulan lalu Gubernur Aceh hadir ke Blora. Kemudian pekan lalu DPRA Aceh ke Blora, kini dia dan rombongan dapat hadir ke Aceh.

“Matur nuwun, terima kasih Pak Gubernur Aceh Nova Iriansyah atas penerimaannya yang luar biasa selama dua hari,” ucap Bupati Arief, Rabu (15/6/2022).

Menurut Bupati Blora, pihaknya bersama rombongan telah di terima dengan luar biasa di Pendopo Rumah Dinas Gubernur untuk makan malam kuliner khas Aceh.

Sekaligus menindaklanjuti Kesepakatan Bersama atau MoU yang telah di lakukan antara Gubernur Jateng dengan Gubernur Aceh tentang pemajuan bidang Pariwisata dan Budaya.

Yakni dengan melaksanakan penandatanganan kerjasama antara Disbudpar Aceh dengan Dinporabudpar Blora.

Gempa Bumi Magnitudo 3,5 Guncang Kota Sabang, Aceh

MEDAN, Lingkar.co  – Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,5 di Kota Sabang, Provinsi Aceh, pada Rabu (28/4) pukul 10:32:05 WIB.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hartanto mengungkapkan gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktifitas sesar aktif pada sistem sesar Sumatera di segmen Aceh.

Baca juga:
Disnakertrans Grobogan Wajibkan Perusahaan Berikan THR ke Buruh H-7

“Kami memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter dari lokasi gempa tersebut, merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas sesar aktif,” ujar Hartanto.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,5, episenter terletak pada koordinat 5.79 LU dan 95.30 BT.

Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 11 km Barat Daya Kota-Sabang-Aceh pada kedalaman 3 kilometer.

Baca juga:
Kecelakaan Maut di Tanjakan Trangkil Tewaskan Seorang Ojol

Hartanto menjelaskan dampak dari gempa bumi yang tergambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG.

Juga berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasakan adanya getaran, di wilayah Kota-Sabang dengan Skala Intensitas II-III MMI.  

Hartanto mendapatkan laporan dari warga mengenai adanya getaran yang mereka rasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Baca juga:
Targetkan Jalur Selatan Cianjur Normal sebelum Puasa

“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut,” jelas Hartanto.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya. (ara/luh)