Arsip Tag: Sekda Kota Semarang

Masuksi Tahap Akhir, Tiga Nama Lolos Seleksi Sekda Semarang

Lingkar.co – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang kini memasuki tahap akhir. Tiga kandidat dengan nilai tertinggi resmi diumumkan kepada publik, termasuk satu peserta yang berasal dari luar daerah.

Pengumuman tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi BKPP Kota Semarang serta dituangkan dalam surat Panitia Seleksi (Pansel) bernomor 21/Pansel-JPTSekda/IV/2026.

Seleksi dilakukan secara terbuka dan kompetitif dengan sejumlah tahapan ketat, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi berbasis assessment, uji gagasan tertulis dan lisan, hingga penelusuran rekam jejak peserta.
Ketua Pansel yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan hasil akhir seleksi tersebut.

“Menetapkan tiga peserta dengan nilai tertinggi yang disusun berdasarkan urutan abjad. Mereka adalah Bambang Pramusinto, Budi Prakosa dan Handi Priyanto,” bunyi pengumuman resmi tersebut.

Dari ketiga nama tersebut, dua di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang telah lama berkarier di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Bambang Pramusinto saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), sementara Budi Prakosa menjabat Kepala Bappeda sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Semarang.

Adapun kandidat lainnya, Handi Priyanto, berasal dari luar daerah dan saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Pemerintah Kota Malang.

Kepala BKPP Kota Semarang, Joko Hartono, menyampaikan bahwa proses seleksi terbuka ini memberikan kesempatan luas bagi ASN dari berbagai daerah untuk berkompetisi secara sehat.

“Semua mekanisme pendaftaran, termasuk unggah berkas dan pengumuman, dilakukan di situs BKN yang dinamakan ASN Career. Tidak ada tatap muka dengan panitia seleksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara daring melalui platform milik Badan Kepegawaian Negara, guna menjamin transparansi dan akuntabilitas proses rekrutmen.

Seleksi Sekda Kota Semarang sendiri telah dibuka sejak 20 Februari hingga Maret 2026 sebagai bagian dari upaya menjaring kandidat terbaik secara terbuka. Sebelumnya, posisi Sekda diisi oleh pelaksana tugas setelah pejabat definitif, Iswar Aminuddin, memilih pensiun dini dan kemudian menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang.

Tahapan selanjutnya, tiga nama kandidat tersebut akan dikoordinasikan dengan Gubernur Jawa Tengah serta Badan Kepegawaian Negara sebelum satu nama ditetapkan sebagai Sekda definitif.

Dengan proses seleksi yang terbuka dan berbasis merit ini, diharapkan pejabat Sekda terpilih mampu memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Semarang. ***

Mantap Sendirian Usung Agustin – Iswar di Pilwalkot Semarang, PDIP Sebut Koalisi Dengan Masyarakat

Lingkar.co – PDI Perjuangan telah mantap mengusung Agustina Wilujeng Pramestuti (Mbak Agustin) berpasangan dengan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin (Pak Iswar) untuk maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Semarang pada Pilwakot 2024.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Sumanto yang ditemui wartawan pada Rabu malam (28/8/2024) di panti marhen Semarang mengakui bahwa rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk pasangan Mbak Agustin-Pak Iswar sudah turun. Ia pun yakin menyebut PDIP koalisi dengan masyarakat.

“Ini adalah koalisi PDI Perjuangan bersama masyarakat,” ujar Sumanto yang juga ketua DPRD Jateng.

Ia bilang, pasangan calon Mbak Agustin-Pak Iswar merupakan sosok yang sudah sangat dikenal masyarakat Kota Semarang. Mbak Agustin adalah warga asli kelahiran Semarang yang tinggal di Banyumanik, sedangkan Pak Iswar saat terakhir menjabat sebagai Sekda Kota Semarang.

Menurutnya, rekam jejak Agustin-Iswar tidak diragukan lagi dalam hal kapasitas, kompetensi, visi-misi dan loyalitas pada warga Semarang.

Ia jelaskan, Agustin lahir di Semarang, 11 Agustus 1971, meniti karir politik di PDI Perjuangan, menjadi anggota DPRD Kota Semarang, DPRD Jawa Tengah dan hingga saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Agustin tidak diragukan lagi loyalitas perjuangannya. Di lain sisi, ia menilai kalangan masyarakat Semarang meyakini pasangan Agustin-Iswar adalah pasangan terbaik bagi Kota Semarang.

“Kota Semarang telah mengalami kemajuan sangat pesat di bawah kepemimpinan terdahulu. Sehingga, dibutuhkan pemimpin yang mampu malanjutkan dan mendorong capaian kemajuan itu ke puncak yang lebih tinggi,” tuturnya

Pasangan Lengkap

Pengalaman Iswar Aminuddin tidak diragukan lagi. Ia memiliki kompetensi sebagai teknokrat dengan pemahaman mendalam tentang pembangunan Kota Semarang, sangat melengkapi duet wali kota-wakil wali kota yang akan membawa Semarang lebih berprestasi.

Hal itu dikatakan Sekretarir DPC PDI Perjuangan kota Semarang Kadarlusman alias Pilus. Ia juga mengklaim bahwa PDI Perjuangan tidak sendirian karena didukung oleh berbagai elemen masyarakat.

Dengan kata lain, pada Pilwakot 2024, PDI Perjuangan bergandengan tangan dengan koalisi masyarakat untuk memenangkan Pilwakot Semarang 2024.

Iswar: Bank Sampah Ringankan Beban Anggaran Pemerintah, Bisa Sampai Triliunan

Lingkar.co – Sekda Kota Semarang, Ir. H Iswar Aminuddin MT mengapresiasi adanya Bank sampah yang diinisiasi dan dikelola oleh masyarakat. Hal itu bisa membantu beban anggaran pemerintah dalam mengatasi dampak negatif dari sampah, baik organik maupun non organik.

“Alhamdulillah kawan-kawan dari Meteseh sudah memiliki kesadaran untuk mengelola lingkungan,” kata Iswar seusai meresmikan Bank Sampah Sami Berkah di RW 06 Kelurahan Meteseh Tembalang Kota Semarang, Minggu (25/8/2024).

Menurut Iswar, persoalan sampah yang menumpuk menimbulkan gangguan ekosistem dan lingkungan masyarakat. “Bisa menyebabkan banjir di kawasan bawah. Kalau kita kembali ke lingkungan maka banjir bisa kita kurangi di kawasan bawah. Kapasitasnya bisa kita kurangi,” paparnya.

Oleh karena itu dirinya mengapresiasi masyarakat yang konsen dan gigih dalam mengelola sampah untuk lingkungan yang bersih dan sehat. Iswar bilang, pengelolaan sampah bisa mengurangi kapasitas dan potensi banjir.

Iswar menilai hal itu sangat membantu pemerintah dalam menghemat anggaran pengendalian banjir. Sebab, jika pemerintah meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung air membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Ya kalau kita meningkatkan kapasitas sungai ya bisa, tapi harus menelan biaya berapa triliun untuk itu?,” tuturnya.

Bank Sampah Sami Berkah yang direkomendasikan oleh Iswar Aminuddin adalah rintisan dari Aniqotunnafiah, S.Pd, M.Ak, seorang ibu rumah tangga yang berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Ketua Bank Sampah Sami Berkah Aniqotunnafiah saat memberi makan ayam dengan maggot di rumah maggot RW 06 Meteseh Tembalang, Minggu (25/8/2024) pagi. Foto; Rifqi/Lingkar.co
Ketua Bank Sampah Sami Berkah Aniqotunnafiah saat memberi makan ayam dengan maggot di rumah maggot RW 06 Meteseh Tembalang, Minggu (25/8/2024) pagi. Foto; Rifqi/Lingkar.co

Aniqoh, demikian sapaan akrab perempuan yang menjadi Ketua Bank Sampah Sami Berkah tercatat aktif sebagai kader Fatayat NU hingga menjadi ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Tembalang.

Kepada awak media Aniqoh menuturkan, mulanya ada dosen dari Fakultas Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro (Undip) yang menjalankan program pengabdian masyarakat dengan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah. Tak menyiapkan waktu, ia pun meminta untuk dilatih agar bisa membuat bank sampah.

Begini Meriahnya Warga Meteseh Peringati Kemerdekaan, Dari Senam, Jalan Sehat Sampai Resmikan Bank Sampah

Lingkar.co – Pagi ini terasa meriah, irama musik mengiringi warga senam pagi bersama, setelah istirahat sejenak dilanjutkan dengan jalan sehat. Tak lama berselang host tampil di panggung dan memanggil kelompok drumband.

Warga dengan antusias menyaksikan dan ikut berjoget mengikuti irama musik. Disusul setelah itu panitia muncul membagikan door prize. Musik dangdut tampil menggantikan permainan musik drumband.

Penampilan kelompok ibu-ibu dan anak-anak dari tiap RT menjadikan suasana semakin meriah menyelingi pembagian door prize.

Itulah suasana meriah warga RW 06 Kelurahan Meteseh Tembalang Kota Semarang dalam memperingati kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, warga juga meresmikan Bank Sampah Sami Berkah yang dirintis oleh Aniqotunnafiah, S.PD, M.Ak, Minggu (25/8/2024).

Ketua panitia kegiatan, Sukandar mengatakan kegiatan pada Agustus 2024 ini mengusung tema Menjunjung Tinggi Soliditas Demi Kampung Berkualitas Sukandar bilang, ada banyak door prize yang diundi untuk peserta, dari sabun cuci penanak nasi sampai mesin cuci,

Sekda Kota Semarang, Ir. H. Iswar Aminuddin, MT hadir meresmikan Bank Sampah Sami Berkah. Ia menuturkan dalam sambutan bahwa pengelolaan sampah adalah solusi yang bijaksana. Ia pun mengapresiasi terwujudnya bank sampah di RW 06 Meteseh. “Dengan terwujudnya pengolahan sampah oleh bank sampah ini merupakan solusi,” ujarnya.

“Ternyata masyarakatnya sudah sadar untuk mengelola sampah. Alhamdulillah ini sangat baik dan luar biasa, semoga kota Semarang menjadi lebih hebat lagi. Sebab, warga Semarang kalau tidak tahu mengelola lingkungan, maka sepuluh tahun kedepan kita tidak akan melihat kota Semarang,” terangnya.

Salah satu kelompok warga sedang berjoget bersama disela pembagian door prize jalan sehat di RW 06 Meteseh Tembalang, Minggu (25/8/2024). Foto; Rifqi/Lingkar.co

Sementara, Ketua Bank Sampah Sami Berkah, Aniqotunnafiah menuturkan bahwa bank sampah sudah berjalan sejak lama, 2019. Namun baru tahun ini memiliki tempat tersendiri. “Ini sudah jalan sekitar 2 tahun, asalnya dikumpulkan di rumah saya, sekarang ini sudah ada lahan sendiri,” ujarnya.

Bangunan bank sampah terbagi menjadi 2 ruang. Satu untuk gudang dan satu untuk penimbangan. Secara umum, pada area bank sampah terdiri dari tempat pengumpulan limbah organik dan anorganik. Pada limbah organik, terdapat tempat pembuatan eco enzim, pembuatan pupuk organik dan rumah maggot.

Sekda Jamin Program dan Pelayanan Pemkot Semarang Tetap Berjalan Optimal

Lingkar.co – Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin menjamin program dan pelayanan Pemkot Semarang terus berjalan. Menurut Iswar, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah diploting dalam program tersebut adalah keputusan politik yang harus dijalankan sesuai target.

“APBD kan keputusan politik, ya, sehingga semua program ya tetap harus jalan. kami kan harus ada target,” tuturnya pada Jum’at (19/7/2024).

Dijelaskan, seluruh OPD Pemkot Semarang sudah merencanakan kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang harus dijalankan hingga akhir tahun.

Oleh sebab itu, Iswar Aminuddin memastikan bahwa penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memengaruhi pelayanan publik di lingkup pemerintah kota setempat.

“(Pelayanan publik, red.) Tetap berjalan baik. Birokrasi tetap berjalan,” katanya, ditemui usai rapat paripurna di Kantor DPRD Kota Semarang.

Diketahui, penyidik KPK melakukan penggeledahan terhadap sejumlah instansi di kompleks Balai Kota Semarang, pada Rabu (17/7/2024) lalu.

Sampai hari ini atau memasuki hari ketiga, penyidik KPK masih melakukan penggeledahan di sejumlah kantor OPD lingkup Pemerintah Kota Semarang.

Tak hanya menggeledah, penyidik KPK juga turut meminta keterangan sejumlah kepada OPD Pemkot Semarang.

Nantinya, kata dia, bisa dilihat bagaimana kinerja Pemkot Semarang dari evaluasi yang dilakukan pada akhir tahun.

“Lihat nanti akhir tahun, bagaimana kinerja Pemkot Semarang. Berapa (anggaran, red.) yang terserap, berapa yang dibelanjakan,” ujarnya.

Namun, saat ditanyakan seputar penggeledahan yang dilakukan KPK, Iswar enggan memberikan tanggapan secara lebih lanjut.

Pemkot Semarang Ajak Warga Pesisir Lestarikan Tradisi Larung Banyu Pitu, Ini Makna Filosofinya

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengajak warga kota Semarang untuk melestarikan tradisi Larung Banyu Pitu yang biasa dilakukan oleh warga pesisir, Desa Nelayan, Tambakrejo, Semarang Utara, Kota Semarang.

Menurut Iswar, Banyu Pitu bukan sebatas ritual yang dilakukan secara turun temurun. Lebih dari itu, Iswar yang menghadiri ritual tersebut menilai bahwa tradisi Larung Banyu Pitu yang dilarung ke laut memiliki makna filosofis tersendiri. Yakni kesadaran tentang pemeliharaan lingkungan.

Tradisi Banyu Pitu mengajarkan pentingnya memperbaiki maindset pemeliharaan lingkungan, terutama sungai, agar persoalan banjir di Kota Semarang dapat segera teratasi. Tradisi Banyu Pitu adalah simbol rasa syukur warga atas berlimpahnya air bersih yang berasal dari tujuh aliran sungai di Semarang.

Dengan demikian, aliran sungai yang ada harus selalu bersih agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, bukan sekedar untuk upacara adat Banyu Pitu. “Dinamakan banyu pitu lantaran air yang dilarung ke laut diambil dari tujuh sumber mata air di Semarang,” ujarnya kepada Lingkar.co pada Jumat (26/7/2024).

Iswar juga menilai bahwa tradisi ini adalah wujud doa dan syukur serta upaya melestarikan laut dan sungai. “Tradisi ini sebagai wujud doa harapan kelestarian laut dan lingkungan di sekitar Tambakrejo serta pelestarian kampung melalui kegiatan kebudayaan,” paparnya.

Iswar melanjutkan, tradisi ini juga merupakan simbol betapa pentingnya memelihara kelestarian sungai dari hulu ke hilir agar Kota Semarang tidak lagi terancam oleh banjir.

“Jadi ini sebuah simbol yang memperlihatkan pentingnya memelihara sungai dari hulu ke hilir. Hal ini sesuai dengan kondisi lingkungan kota semarang yang kerap terkena banjir,” tutupnya. (ADV)

Buka TMMD Tahap III, Wali Kota Semarang Sering Katakan Bekerja Harus Disengkuyung Bareng

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu sering mengatakan bahwa bekerja harus disengkuyung bareng (disangga bersama dengan semangat gotong royong) agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan pemerintah bersama masyarakat.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang mewakili Wali Kota Semarang untuk melakukan penandatanganan dan serah terima program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2024 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Rabu, (24/7/2024).

Kebersamaan itu juga berlangsung antara Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0733/Kota Semarang dalam program TMMD III

Sebelumnya, TMMD Sengkuyung I telah dilaksanakan di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen dan Sengkuyung II dilaksanakan di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari.

“TMMD adalah bagian dari bergerak bersama untuk membangun Kota Semarang, Bu Wali juga sering mengatakan bahwa kita bekerja harus disengkuyung bareng sehingga kemudian cita-cita kita bersama akan terwujud lebih cepat,” ujarnya.

Iswar juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran TNI Kodim 0733/Kota Semarang atas perhatian dan sumbangsihnya dalam mendukung pembangunan di Kota Semarang melalui program TMMD. Tidak hanya berkelanjutan, pelaksanaan TMMD tahun ini juga terdapat peningkatan, yang semula hanya 3 tahap per tahun menjadi 4 tahap per tahun.

“Ruang lingkup kegiatan di masing-masing lokus berupa Kegiatan Fisik, Non Fisik, Perbaikan RTLH (CSR Baznas), dan Penyediaan Tower Air (PDAM). Saya optimis kegiatan fisik dan non fisik pada TMMD ini Insyaa Allah bisa mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” kata Iswar.

Selain kegiatan fisik dan non fisik, TMMD juga menggelar pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, serta penanaman nilai-nilai bela negara dan wawasan kebangsaan yang berguna untuk mengembangkan kemampuan dan nasionalisme masyarakat. Iswar menghimbau seluruh warga masyarakat Rowosari untuk mendukung dan mensukseskan TMMD Tahap III ini.

Pada kesempatan tersebut, Iswar juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berbagai pihak untuk mengantisipasi banjir hingga kekeringan yang rawan terjadi di Rowosari. Menurutnya, penyebab utama banjir di Rowosari adalah maraknya alih fungsi lahan di Semarang bagian atas sehingga berdampak ke daerah Semarang bagian bawah, termasuk Rowosari.

“Saya sudah menemui Pak Sekda Provinsi, saya menyampaikan apa sih yang diharapkan dari Kota Semarang untuk persoalan hulu-hilir? Saya bilang cita-cita kita bagaimana sudah tidak ada limpasan dari aliran air yang cukup banyak yang dari atas,” terang Iswar.

“Untuk antisipasi kekeringan di Rowosari, teman-teman BPBD sudah menyiapkan skenarionya, PDAM kan sudah menyiapkan juga. Tahun kemarin banyak bantuan. Dari swasta, terutama dari PDAM. Kekeringan itu kan biasa ya, yang penting konsumsi air masyarakat yang dibutuhkan masih ada, suplainya masih aman,” tandasnya. (ADV)

ASN Pasang Baliho Maju Calon Kepala Daerah, ini Kata Bawaslu

LLingkar.co – Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, banyak yang melakukan sosialisasi dengan memasang baliho atau Billboard untuk sosialisasi diri, termasuk di Kota Semarang.

Diketahui pula, ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang terjual sebagai bakal calon wali kota Semarang, yakni Iswar Aminuddin yang berposisi sebagai Sekda, dan Ade Bhakti Ariawan yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Damkar Kota Semarang.

Bawaslu menilai aktivitas itu berpotensi melanggar aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri dan Kepala Lembaga, Bawaslu tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum.

SKB ini ditandatangani oleh Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana bersama Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Mendagri Tito Karnavian, Ketua KASN Agus Pramusinto, Ketua Bawaslu Agus Bagja pada (22/7/2022).

Menurut Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, bahwa setiap calon yang maju di Pilkada serentak dari TNI/ASN aktif, bisa mengajukan pengunduran diri, pada saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Yakni pada pertengahan bulan Agustus, saat tahapan pendaftaran calon ke KPU.

“Yang bersangkutan harusnya cuti diluar tanggungan negara, sejauh dari pantauan kami, yang bersangkutan sudah dipanggil untuk diklarifikasi dari Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) baru- baru ini, yang mempunyai tugas monitoring /pengawasan aktivitas ASN di seluruh Indonesia,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (17/7/2024).

Sejalan dengan hal itu, pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak penyelenggaraan Pemilu, terkait Netralitas ASN. Bahkan juga mendorong sampai tingkat kelurahan, dan kecamatan.

“Untuk jenis sanksinya adanya potensi pelanggaran itu ada di KASN. Kita hanya ditembusi dari KASN, untuk sanksinya belum tahu, kewenangan ada di sana,”imbuhnya.

Ia lanjut menerangkan, dalam SKB 5 Menteri ini diantaranya berisi meliputi upaya pembinaan dan pengawasan netralitas Pegawai ASN pada instansi pemerintah.

“Dan bentuk pelanggaran dan penjatuhan sanksi atas pelanggaran netralitas Pegawai ASN. Serta ketentuan netralitas bagi ASN telah diatur melalui Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014, salah satunya Bahwa ASN tidak boleh berpihak atau melakukan aktivitas yang menunjukan keberpihakan kepada peserta Pemilu maupun Pilkada,” pungkasnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Iswar dan Ade Bhakti Dapat Panggilan KASN, Pengamat Politik: Suara Masyarakat Tidak Bisa Diatur

Lingkar.co – Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin dan Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mendapat panggilan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk berkoordinasi dan klarifikasi .

Kedua tokoh populis itu bakal dimintai klarifikasi oleh KASN terkait netralitas mereka sebagai ASN. Hal itu tak lepas dari santernya wacana sebagai bakal calon wali kota Semarang pada Pilkada atau Pilwalkot Semarang 2024.

Menurut pengamat Tata Negara dari Universitas Surakarta (UNSA) Dr Diana Sukorina, keduanya bisa membuktikan netralitasnya jika tidak mengajukan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota. Selain itu, mereka juga harus membuktikan bahwa kemunculan mereka berdua dari suara masyarakat melalui media sosial, polling-polling, dan hasil survei.

“Baik Ade maupun Iswar memiliki celah bahwa mereka tidak mengajukan diri sebagai bakal calon namun nama mereka muncul karena suara masyarakat melalui media sosial, polling-polling, dan hasil survei,” ujar Diana saat diwawancara pada Rabu (10/7/2024).

Diana menjelaskan bahwa suara dari masyarakat tidak bisa diatur jika memang menginginkan seorang ASN maju menjadi bakal calon wali kota. Namun harus dipastikan bahwa ASN yang bersangkutan tidak mengajukan diri.

“Nah Ade dan Iswar harus membuktikan hal tersebut bahwa mereka tidak mengajukan diri tetapi nama mereka muncul dari masyarakat,” tandasnya.

Ade Bhakti mengikuti open house di Balaikota Semarang, Rabu (10/4/2024). Foto: Istimewa.
Ade Bhakti mengikuti open house di Balaikota Semarang, Rabu (10/4/2024). Foto: Istimewa.

Terkait surat pemanggilan ASN, Diana menjelaskan bahwa itu sah-sah saja karena tugas KASN adalah memastikan netralitas ASN dalam kontestasi politik. “Kalau surat dari KASN tidak ada masalah karena itu sudah tugas mereka menegakkan aturan terkait kedisiplinan ASN, dalam hal ini netralitas,” ujarnya.

Namun demikian, Diana mengatakan bahwa setiap ASN yang akan maju sebagai kepala daerah harus menaati undang-undang dan regulasi yang ada. “Namun apapun itu, harus sesuai dengan undang-undang atau regulasi yang mengatur ASN,” ujarnya.

Diana lantas mengutip Pasal 2 UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 berisi ketentuan bahwa salah satu asas dalam kebijakan dan manajemen ASN adalah netralitas. “Netralitas ASN penting karena kualitas aparatur birokrasi tak boleh berubah dalam memberikan pelayanan publik walaupun pimpinannya berganti karena ada mekanisme pemilu,” jelasnya.

Kemudian ada pula keputusan MK Nomor 41/PUU-XII/2014 memutuskan bahwa:

Siap Penuhi Panggilan KASN, Iswar Siap Berikan Klarifikasi Soal Netralitas ASN Dalam Pilkada

Lingkar.co – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) secara mengejutkan mengirimkan surat undangan klarifikasi dan koordinasi kepada Wali Kota Semarang terkait netralitas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang dan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

Koordinasi dan klarifikasi yang dimaksud tersebut akan dilaksanakan pada hari Jum’at (12/7/2024) mendatang.

Sebagaimana diketahui, Sekretaris Daerah Kota Semarang saat ini dijabat oleh Iswar Aminuddin yang telah mendapatkan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota Semarang. Demikian juga Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang yang dijabat oleh Ade Bhakti Ariawan yang juga menjadi Bakal Calon Wali Kota Semarang. Baik Iswar maupun Ade Bhakti, keduanya saat ini masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Iswar Aminuddin mengaku terkejut dengan dilayangkan surat KASN bernomor UND-295/NK.01.00/07/2024 itu. “Saya sebetulnya terkejut karena seharusnya setelah didaftarkan resmi oleh Partai Politik sebagai calon, baru saya menghadap KASN,” ujar Iswar saat diwawancara pada Selasa (9/7/2024).

Namun jika yang dipermasalahkan adalah netralitas, Iswar mengatakan bahwa dirinya menjalankan kegiatannya di luar jam kerja sebagai ASN. “Kemudian kegiatan yang mungkin dianggap tidak netral itu kan saya lakukan di luar jam kantor. Tapi kalau itu dianggap tidak netral ya nggak apa- apa,” jelasnya.

Meskipun begitu, Iswar siap dimintai klarifikasi sesuai dengan undangan yang tertera. “Ndak apa-apa kalau sudah sesuai dengan peraturan perundang-udangan dan sesuai secara prosedural ya sudah kita terima saja jika seumpama hal itu dianggap tidak netral,” jelasnya.

Selain itu, Iswar mengaku belum tahu apa penjelasan dari pemanggilan itu. “Saya juga tidak tahu penjelasannya kok sampai ada surat pemanggilan itu,” ungkapnya.

Sebenarnya, menurut Iswar, dirinya memang sudah 5 tahun menjabat sebagai Sekda dan sudah saatnya dievaluasi jika sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014.

Sedangkan aktifitasnya sendiri, lanjut Iswar, tidak melanggar kedua undang-undang tersebut. “Kalau evaluasi sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014, sedangkan aktifitas saya tidak melanggar,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat