Arsip Tag: Malam

Pasar Weleri Segera Diresmikan, Bupati: Area Kuliner Buka Sampai Malam

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dico Mahtado Ganinduto menyebut Pasar Weleri 1 akan segera diresmikan usai dilakukan sedikit penyempurnaan. Diantaranya 12 tenang untuk area food court di lantai 2.

“Pasar Weleri nanti akan segera kita resmikan tapi ada sedikit penyempurnaan saja, karena nanti akan ada food court-nya,” terang Dico saat meninjau lokasi, Senin (15/1/2023).

Dico menjelaskan, area food court yang akan diisi 12 tenant direncanakan menjadi tempat kuliner yang akan buka sampai malam hari.

“Insyaallah di awal tahun ini segera realisasi,” jelasnya.

Menurutnya, dalam penyempurnaannya Pemerintah Kabupaten Kendal akan menggandeng perusahaan melalui program CSR-nya.

Food court-nya itu nanti akan kita siapkan juga meja dan kursinya yang memang senada dengan bangunannya. Sehingga memang estetikanya itu masih tetap terjaga. Nah itu kita menggunakan CSR,” imbuh Bupati Dico.

Bupati menambahkan, area food court tersebut nantinya bisa diakses melalui area dalam maupun area luar pasar. Dan diharapkan penataan harus rapi dan bersih, sehingga dapat membuat pengunjung nyaman untuk makan di tempat tersebut.

Pasar Weleri 1 telah selesai pembangunannya pada akhir Desember 2023 lalu, dengan bangunan yang terlihat estetik dan modern yang diharapkan dapat menjadi salah satu ikon di Kabupaten Kendal.

Terpisah, Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo berharap, Pasar Weleri 1 bisa segera dioperasikan, dan kedepan baik pengunjung maupun penjual dapat tetap kebersihan dan kenyamanan pasar tersebut.

“Pasar Weleri yg baru diharapkan nantinya suasananya tetap bersih, teratur dan nyaman baik untuk pedagang dan pembeli,” ujarnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Jokowi Undang Enam Parpol Malam Ini, PPP: Berarti Satu Parpol Koalisi Pemerintah Tidak Diundang

Lingkar.co – Kabarnya, Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) mengundang enam partai politik (parpol) koalisi pemerintah ke Istana Merdeka, malam ini, Selasa (2/5/2023).

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek, membenarkan adanya undangan dari Presiden Jokowi tersebut.

“Infonya begitu (6 parpol diundang Presiden Jokowi)” ucap Awiek, saat dikonfirmasi Lingkar.co, Selasa (2/5/2023) siang.

Dia mengatakan, Presiden Jokowi mengundang enam ketua umum parpol pendukung pemerintah pada pukul 19.00 WIB, mala mini.

“Infonya ada 6 ketum parpol yang mendapatkan undangan (Presiden Jokowi) pukul 19.00 WIB,” ucapnya.

Lalu, Awiek memastikan bahwa Plt Ketum PPP, Muhammad Mardiono, akan menghadiri undangan tersebut.

“Pak Mardiono, hadir,” ucap Awiek.

Terkait undangan tersebut, Juru Bicara PPP itu enggan merinci enam parpol yang diundang oleh Presiden Jokowi.

Diketahui, saat ini ada 7 parpol pendukung pemerintah, yakni PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, PKB, PPP, dan NasDem.

Artinya, ada satu parpol pendukung pemerintah yang mendapat undangan dari Presiden Jokowi, untuk pertemuan malam ini.

“Nah, kalau 6 parpol yang mendapatkan undangan, berarti ada 1 parpol koalisi pemerintahan yang tidak mendapat undangan,” pungkas Awiek.

Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi beri komentar terkait PAN yang mengajukan Ganjar-Erick sebagai capres-cawapres 2024. Foto: Nurseha

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi, pernah mengumpulkan para ketum parpol pendukung pemerintah di Kantor DPP PAN, Jakarta, 2 April 2023.

Pertemuan tersebut, dalam rangka silaturahmi Ramadan, yang digagas oleh PAN.

Saat itu, Presiden Jokowi, hadir bersama Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Hadir pula, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketua Umum PPP Mardiono.

Sementara,  Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, tidak hadir dalam pertemuan tersebut.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Banyak Keluhan dari Pelaku Usaha Kuliner, Pembatasan Jam Malam pada PPKM Perlu Evaluasi

PATI, Lingkar.co – KEBIJAKAN Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan pembatasan jam operasional usaha pada malam hari membuat para pelaku usaha kelimpungan. Pasalnya, pemberlakuan aturan tersebut mengharuskan usahanya ditutup di jam-jam operasional.

Dari informasi yang dihimpun Lingkar.co, kebijakan itu diambil sebagai upaya pengendalian kenaikan kasus Covid-19, dalam rangka persiapan pelaksanaan vaksinasi yang sudah berlangsung sejak Rabu (13/1) lalu.

Meski demikian, pemerintah daerah diharapkan lebih bijak dalam menerjemahkan aturan tersebut, sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat.

Zaenudi, salah satu penjual warung makan lesehan di Pati mengungkapkan, tidak bisa berbuat banyak, karena sudah jadi kebijakan pemerintah kabupaten melalui surat edaran.

”Kalau warung lesehan seperti ini, kalau nggak malam jualanya kan nggak mungkin laku. Jam operasionalnya tidak dibatasi saja kita sudah kehilangan pembeli sejak pandemi Covid-19, lah ini malah ada pembatasan jam buka ,” ungkapnya.

Hampir semua pedagang mengeluhkan hal serupa. Mereka menyayangkan pemerintah daerah (pemda) setempat seolah kaku dengan kebijakan pusat.

Seharusnya kebijakan yang diambil harusnya tidak memberatkan rakyat kecil seperti itu. Sebab, sebagian besar pedagang mengandalkan usaha jualanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Kan kita hanya diminta untuk tutup dijam-jam operasional. Tapi tidak ada solusi, bagaimana dengan kebutuhan kami sehari-hari jika usaha kami harus tutup. Harusnya petugas operasinya bukan untuk meminta kami tutup, tapi lebih kepada penerapan protokol kesehatan (prokes) di warung-warung makan. Kan kita juga sudah menyesuaikan aturan, baik dari tempat duduk yang berjarak maupun fasilitas cuci tangan,” ujarnya.

Sementara itu di Kabupaten Karanganyar, Pemilik warung makan ABG Bumes Karanganyar, Handoko mengatakan, tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menjalankan kebijakan PPKM yang mewajibkan pembatasan terhadap jam operasional warung makan sampai pukul 19.00 WIB saja.

”Ya kami menuruti saja aturan dari pemerintah yang melakukan pembatasan jam operasional warung,” kata Handoko, saat dihubungi Lingkar Jateng kemarin.

Lanjutnya, dengan adanya kebijakan PPKM tersebut memaksa penurunan omset sangat signifikan terhadap warung makanya. Handoko mengaku, pasrah apabila ada perpanjangan kebijakan PPKM. Ia akan mencari solusi agar warung makannya tetap bisa bertahan.

”Saya manut saja (dengan adanya PPKM). Nanti kita cari solusinya seperti apa. Misalnya kita akan pasarkan secara online melalui Gofood. Kalau yang di Karanganyar Kota itu memang belum kami onlinekan orderannya.Nanti akan kita coba seperti apa,” kata Handoko.

Di sisi lain, Handoko enggan untuk melakukan pengurangan karyawan yang  bekerja di dua outlet ABG Bumes Karanganyar yang saat ini ia kelola. ”Kami berusaha jangan sampai merumahkan karyawan. Jumlah semua karyawan saya dari dua warung makan itu 74 orang,” kata Handoko yang tinggal di Jambangan, Mojogedang, Karanganyar tersebut. (dha/jok/one/aji)